Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 43


__ADS_3

"Hah? Yang bener kamu ada info lowongan kerja part time? Alhamdulillah..... Anter aku kesana yuk." Monica terlihat sangat antusias mendengar kabar baik itu. Jujur saja dia benar-benar membutuhkan pekerjaan itu.


"Iya.. Habis ini kita kesana? Biar lebih pasti toh pulang dari kampus kita gak ada acara kan? Sekalian lah nongkrong dulu sebelum pulang." Kata Ani. Sebenarnya tadi dia sudah mendapat kabar dari Ardan bahwa cafe salah satu milik Kevin yang berada disekitar kampus itu membutuhkan seorang waiters. Sebenarnya itu hanyalah akal-akalan Kevin saja. Namun jika ditimbang dari berbagai hal alasan itulah yang paling tepat untuk membuatnya lebih dekat dengan gadis pujaan hatinya.


"Boleh banget. Tapi gak apa-apa nih kamu anterin aku? Takutnya nona muda yang berharga ini dimarahi tuan muda karna pulang telat dan akhirnya aku yang bakal kena amukan singa."


Tolong jangan berlebihan Monic.


"Apaan sih Mon. Jangan bercanda melulu ah. Lagian aku dapat kabar itu juga dari mas Ardan kok. Katanya cafe milik temannya membutuhkan seorang waiters jadi apa salahnya kalau kamu coba. Lagian masih termasuk kenalan kan yah setidaknya kamu juga pernah ketemu sama calon bosmu itu. Walau cuma satu kali sih hihi."


"Iya setidaknya aku yakin teman suamimu itu gak bakalan bohongin aku kalau soal gaji. Nanti kalau dia macet bayar akunya aku bakalan minta kamu buat tagihin hahahahaha." Monica tergelak sendiri sedangkan Ani hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagaimana tidak Ardan dan kedua temannya itu tak akan mungkin bisa macet soal urusan uang. Karna usahanya ada dimana-mana. Jadi mustahil kalau mereka akan korupsi uang karyawan yang memang termasuk nominal kecil.


Semoga kamu berjodoh dengannya Monica. Kamu gadis baik pantas mendapatkan hal-hal yang baik pula.


Kini mereka bergegas menuju cafe yang Ardan maksud. Mereka memesan minuman serta camilan ringan. Kemudian menanyakan tentang perihal info lowongan pekerjaan. Tentu saja itu hanya untuk jaga-jaga kalau Monica curiga. Agar gadis itu benar-benar percaya kalau cafe itu membutuhkan seorang waiters.


Akhirnya setelah bertanya tentang perihal tersebut Monica pun langsung diajak untuk bertemu dengan pemilik cafe itu.


"Tapi kenapa harus sekarang?" Tanya Monica heran.


"Sudahlah Monic mungkin mereka bernar-benar membutuhkan seorang waiters. Ayo sana ikut pelayan tadi. Ketimbang nanti mereka berubah pikiran."

__ADS_1


Aneh... Kenapa kalau mereka membutuhkan seorang waiters kenapa gak ada papan pemberitahuan jika disini benar-benar membutuhkan seorang waiters ya. Ah sudahlah. Mungkin karna mereka hanya membutuhkan satu orang saja.


*Tok tok tok*....


"Masuk..."


*Ceklek*.... Pintu ruang itu terbuka. Sosok pria tampan nan berwibawa. Umurnya sekitar 26 tahun. Kulitnya putih bersih.


Glekkk....Gantengnyaaaa..... Kalau kerja disini kayaknya betah deh lihat yang bening-bening begini.


"Loh.... nona kan temannya istri dari sahabat saya yang waktu itu kan? Waktu dirumahnya Ardan Wijaya. Anda masih ingat?"


Duuhh gustiiii. Sadar Monica sadar..!!!


"Iya tuan."


"Sudahlah jangan terlalu formal begitu. Kesannya aku benar benar seperti seorang tuan muda. Kau bisa memulainya besok. Aku harap kamu bisa bekerja sama dengan baik disini. Oh ya kamu kan kuliah jadi kamu bisa memulai bekerja disini saat sore hari sampai jam 10 malam. Kamu bisa kan?"


"BI... bi bisa tuan."


"Baiklah kita belum kenalan kan? Namaku Kevin kamu bisa panggil aku pak atau siapalah yang penting bukan om."

__ADS_1


Monica tersenyum renyah. Sebelum kemudian....


"Eh oh . .. Nama saya Monica." Sambil menepuk jidat sendiri. Saking gugupnya dia sampai lupa memperkenalkan dirinya sendiri.


"Aku panggil mas Kevin ?"


"Boleh. Tentu saja boleh." Ardan sama istrinya juga dipanggil mas kan? permulaan yang bagus. "Jangan lupa buat surat lamaran kerja. Hanya untuk formalitas saja. Aku harap kamu mengerti."


"Iya mas Kevin Monica sudah paham."


"Baiklah pergilah. Jangan lupa cantumkan nomor hp kamu ya biar kita sewaktu-waktu bisa hubungi kamu."


"Baik mas kalau gitu Monica permisi dulu." Monica pun berpamitan. Kemudian bergegas keluar ruangan.


*Ceklek*.... Pintu ruangan tertutup.


*Bruuuukkkkkk*....... Kevin ambruk kelantai. Benar-benar gugup. Keringat sudah mengucur sebesar biji jagung.


Gila ini gila rasanya gue mau meledak. Uuhhhh gemes banget. Untung gue gak lepas kontrol.


__ADS_1


__ADS_2