
Sunyi menerpa keduanya. Terlebih lagi Rendy yang terlihat salah tingkah. Dia rasanya seperti seorang suami yang memarahi istrinya yang terlambat pulang. Blusshh. I-istri? batin Rendy bergejolak. Dengan segera lelaki itu memalingkan wajahnya. Karena bisa dipastikan kedua pipinya merona malu.
Shit! Terserah.
"Cepat masuk!" bentak Rendy dengan kesal.
Elena yang terkesiap kaget segera berlari kencang. Membatin kesal serta merutuki sikap Rendy yang dinilai berlebihan. Elena segera berlari menaiki tangga untuk segera membanting tubuhnya diatas ranjangnya yang empuk. Tak pernah sekalipun tebayang dibenaknya mendapati sikap aneh dari bosnya itu.
"Sialan ... Apa itu tadi?" Elena menggumam. "Kenapa sikap paman aneh sekali? Ini mengerikan! Aku lebih baik menggantung seseorang ditiang gantungan daripada harus diperlakukan seperti tadi. Aaarggghhhht apa itu tadi oncom! Paman itu nggak lagi bucin aku kan? Iiiih merinding aaaaarrrggghhh."
*****
Lupakan Elena yang sedang teriak-teriak gaje dikamarnya sembari menendang-nendang selimutnya. Kini kita beralih kepada Rendy yang sedang termenung. Seakan meratapi hal gila yang baru saja terjadi.
"Aku gila!" sungut Rendy kesal. Kei hanya berdiri tanpa bergeming sejengkalpun. Melihat kelakuan tuan mudanya yang sedikit absurd. "Kei kita jalan. Malam ini aku nggak akan pulang ke mansion ini. Jw Marriott Grosvenor house London kita kesana. Disini sumpek!"
Rendy bangkit dari tempatnya. Diikuti oleh Kei yang senantiasa setia mengikutinya. Sesekali Rendy menggumam tak jelas yang tentu saja membuat Kei bertanya-tanya. Namun karena ada sebuah batasan, Kei memilih bungkam.
__ADS_1
Itu tadi memalukan banget. Tadinya aku berfikir dia tidak akan pulang ke mansion. Ternyata aku lebih khawatir dari yang aku duga. Rendy mengerang frustasi dalam hati.
"Tuan Muda kita telah sampai di hotel Jw Marriott Grosvenor house London," ucapan Kei membuat lamunan Rendy buyar. Lelaki itu segera bangkit untuk keluar dari mobil.
"Kei kau parkirlah, aku akan menuju ke Red Bar terlebih dahulu," ujar Rendy sebelum ia pergi.
Rendy melangkah dengan santai menuju Red Bar. Sepertinya dia mulai frustasi karena jeritan hatinya. Entahlah, tetapi Rendy begitu gusar. Suara riuh dari Red Bar itu kian terdengar mendengung ditelinga dengan langkah cepat Rendy segera berjalan kearah sumber suara.
Alunan musik lagu Seriosa mengalun merdu memenuhi Red Bar tersebut. Namun, satu hal yang membuat Rendy menghentikan langkahnya saat kedua netra hitam miliknya menangkap sebuah perkelahian yang tidak seimbang. Ratusan orang melawan satu orang. Ini namanya sangat tidak adil bukan? Rendy tersenyum menyeringai. Kemudian Rendy segera berjalan dan bergabung dengan seseorang yang terlebih dahulu ada disana.
"Heh ... Menarik. Mumpung aku lagi badmood nih." Rendy segera melibas kepala seseorang. Membuat mereka semua melihat kearahnya. Dengan cepat kini Rendy dan seorang lelaki yang berada ditengah pergulatan itu saling memunggungi.
"Karena tanganku sudah gatal ingin menghajar orang, kebetulan kau sedang bermain jadi aku ikutan," ucap Rendy. "Kau tidak keberatan bukan? Rasanya hari ini aku sedang kesal sekali. Bolehlah kau berbagi mangsa untukku kujadikan rempeyek."
"Masuk, kita bikin mereka jadi ikan pindang. Berani-beraninya mereka menggoda istriku." Leo berdesak kesal. Seakan suasana hati keduanya benar-benar sama.
"Oh iya , kenalin aku Rendy, from Indonesia," kata Rendy.
__ADS_1
"Aku Leo from Indonesia juga," ucap lelaki itu dengan sedikit menahan emosinya.
"Oh iya? Wah kebetulan ... Kita satu negara, aku kira kau dari China karena wajahmu wajah khas orang China." Tatapan kedua netra hitam Rendy mengarah tajam keada orang yang ada dihadapannya.
"Aku blasteran!" ungkap Leo sambil menendang dada orang yang hendak menyerang sampai orang itu terpental ke belakang.
"Ready go!" teriak Rendy sembari melayangkan sebuah tendanganTeknik tendangan Dollyo Chagi yaitu dengan memutar telapak kaki 45 derajat sehingga pinggang ikut memutar, lalu menendang ke arah perut lelaki dihadapannya tadi. Seketika lelaki yang mendapatkan pukulan telak itu seketika jatuh dilantai.
Tak hanya sampai disitu, Rendy seperti biasa mengeluarkan Knuckle miliknya yang berada di saku celana miliknya. Menghujam wajah lelaki itu tanpa ampunhingga mengucurkan darahnya.
Target kedua saat lelaki itu hendak melayangkan sebuah pukulan kewajahnya, Rendy membungkuk menghindari pukulan tersebut. Kemudian Rendy mengeluarkan tendangan bernama Dolke Chagi atau tendangan tornado. Rendy memutar badan kearah belakang 360 derajat. Sedetik kemudian dia melibas tepat ulu hati lawan. Seketika lawan jatuh tersungkur kelantai sembari memuntahkan darah.
Selanjutnya, Rendy mendekati seorang lelaki lainnya kemudian melakukan tendangan Narae Chagi dimana Rendy menendang ganda ke arah samping, dilakukan secara beriringan. Sasaran tendangan kali ini adalah perut lawan. Sehingga membuat tulangnya retak seketika. Sebuah lolongan yang begitu menyakitkan terdengar. Namun, tak ada yang berani untuk turun tangan melerai keduanya yang sedang mencoba meluapkan emosinya.
****
Ini adalah cerita collabs bersama auhtor Titin Supriatin karyanya berjudul Playboy Jatuh Cinta. Dengan judul yang sama ya. Author comebacknya nggak main-main. Nyeret 3 author terkenal lainnya. Dengan genre mafia. Sambungannya kenovel ini gaes.
__ADS_1