Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 144


__ADS_3

Disebuah ruangan yang pengap dan tak terurus. Banyak penjaga yang berjaga disekitar ruangan tersebut. Menandakan bahwa ada seseorang yang penting didalamnya. Seorang gadis yang tak sadarkan diri tergeletak dengan tubuh yang terikat. Dengan mulut yang sudah disumpal. Ya, dialah Rianna.


Sesaat dirinya baru beberapa meter keluar dari pintu gerbang keluarga Wijaya itu mobil yang ditumpanginya dihadang sebuah mobil yang entah datang dari mana. Supir yang berada didepan kemudi pun menjadi sasaran benda tumpul. Saat dirinya hendak mengambil handphone yang dia taruh didalam tasnya dengan tangan yang gemetar seseorang membekap mulutnya. Dan entah kenapa tiba-tiba pandangannya menjadi kabur. Pada akhirnya dia jatuh tak sadarkan diri.


Dan disinilah dia saat ini. Menjadi seorang tawanan dari orang yang memiliki dendam dikeluarga Wijaya. Padahal secara garis besar, dia hanyalah anak angkat dikeluarga Wijaya.


Suara langkah kaki pun terdengar. Hingga suara itupun semakin lama semakin tajam saja. Begitu mendekati seorang tawanan itu, Rianna.


"Bangunkan dia," suara serak seorang laki-laki paruh baya itu segera diikuti oleh seorang pengawal. Pengawal itu menundukkan setengah badannya dan mengambil ember dengan air di dalamnya. Seperkian detik berikutnya air itu disiramkan begitu saja ditubuh gadis malang itu. Terlihat gadis itu mengerjap-ngerjapkan kedua pelopak matanya.


Aku dimana? Matanya mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan itu. Pandangannya menatap lekat seorang laki-laki yang berdiri dengan angkuhnya. Bulu kuduknya berdiri karena ngeri membayangkan apa yang akan terjadi padanya cepat atau lambat.


"Heh...cantik. Sayangnya hidupmu tidak akan lama," laki-laki itu mendekati Rianna. "Jangan salahkan aku. Tapi salahkan keluargamu itu !! Seandainya saja mereka menuruti keinginanku, mungkin aku juga tak akan mengambil tindakan nekat ini,"

__ADS_1


Apa? Apa ini juga berhubungan dengan kami yang ditempatkan dikamar papi? Kak, kumohon cepat datang aku takut.


"Sepertinya nasib sial akan segera terjadi padamu. Hahaha aku ingin lihat sejauh apa keponakanku itu bertindak untuk menyelamatkan adiknya,"


Keponakan? Ya Allah dia gila. Laki-laki ini gila !! Bagaimana mungkin seorang paman bertindak seperti ini?


"Kenapa? Kau ingin berbicara sesuatu?" senyum menyeringai terpampang jelas dibibirnya. Kemudian tangannya bergerak. Dan di angguki oleh seorang pengawal. Pengawal tersebut membuka sumpalan di mulut Rianna. Dan kemudian menyeret tubuh yang menggigil itu dengan kasar. Terakhir pengawal tersebut mengikat tubuh yang menggigil itu di sebuah tiang.


"Bagaimana mungkin seorang paman berlaku kejam pada keponakannya seperti ini? Bagaimana anda bisa melakukannya?" teriak Rianna.


Teriakan dari Rianna tak digubrisnya. Melainkan seorang pengawal yang tadi menyeret Rianna ambil tindakan. Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus miliknya. Memberikan warna merah muda. Menandakan begitu kerasnya dia menampar Rianna. Terlihat ada sedikit darah disudut bibir sensual miliknya.


"Hahahaha kau bertanya padaku bagaimana aku bisa melakukannya?" suara tawa menggelegar memenuhi ruangan.

__ADS_1


Rianna tak menjawab gadis itu menatap tajam laki-laki dihadapannya.


"Tentu saja aku bisa. Kau hanya anak angkat dikeluarga Wijaya bukan? Sebenarnya kau tidak penting untukku. Tapi mengingat bahwa keponakanku begitu menyayangimu. Pastinya kau akan berguna untukku," seringai mengerikan kembali hadir diwajah laki-laki paruh baya itu.


"Kau ingin membunuhku? Sudahlah bunuh aku cepat sekarang !! Kau tidak akan mendapatkan apapun !!"


Kembali seorang pengawal menampar pipi Rianna dengan kerasnya. Kembali mengalir darah disudut bibirnya. Perih. Tapi itu tak penting lagi untuknya.


"Lancang sekali bicaramu !! Seharusnya kau tau posisimu !! Nyawamu ada di tanganku !!"


💞💞💞


Ingin lanjut? Berikan aku like dan komen serta vote oke ?!!

__ADS_1


__ADS_2