
"Kenapa jadi seperti ini? Aku masih gak bisa mikir kenapa ini semua jadi begini. Mas Kevin suka sama aku? Gak mungkin dia tau segalanya tentang aku. Bagaimana mungkin dia memiliki rasa padaku... Ahhhhhh gak mungkin banget sialannnn !!!!"
"Monica diamlah. Cepat tidur nanti kamu kerja bukan ?" Teriak ibu Monica.
"Iya Bu ini Monica mau tidur kok." Sungut Monica.
"Kalau mau tidur jangan berisik !!! Ibu mau berangkat kerja lagi."
"Iya Bu."
Ah tau ah tidur saja. Monica memejamkan matanya berusaha mengusir pikiran yang merasuki kepalanya.
Dirumah besar itu saat jam dinding menunjukkan pukul 9 malam Ardan terlihat baru memasuki pintu rumahnya. Terlihat pak Surya membantu melepaskan sepatu Ardan. Kemudian memberikan sepasang sandal untuk Ardan pakai.
"Dimana istriku?" Tanya Ardan.
"Nona muda mungkin saja sudah tidur tuan muda. Apa perlu saya bangunkan?" Kata pak Surya .
"Biarkan saja dia tidur mungkin hari ini dia kelelahan. Bantu aku siapkan air pak."
"Baik tuan muda." Pak Surya berjalan dibelakang Ardan. Menuju kamarnya. Rutinitas hari ini benar-benar melelahkan.
Ditatapnya wajah damai istrinya. Tak pernah dia bermimpi memiliki istri yang begitu sempurna. Memang manusia tidak ada yang sempurna namun bukankah dengan adanya cinta mereka bisa sempurna karna cinta saling melengkapi. Disentuhnya pipi istrinya lembut. Dia tersenyum. Akhirnya dialah pemenangnya. Pemilik hati yang kini menempati hati istrinya itu. Besok adalah akhir pekan, sesuai yang dijanjikannya. Ardan dan Ani akan kembali ke desa untuk menjemput Rendy Saputra Wijaya .Ardan tersenyum mungkin saja istrinya itu akan bahagian karna bisa bersama dengan separuh nafasnya.
"Tuan..... Airnya sudah. Silahkan."
"Iya pak terima kasih nanti saya akan makan diruang makan pak Surya siapkan dulu."
"Baik tuan muda."
"Sayang..... Kenapa kamu seperti kebo hmmmm... Tidurmu benar-benar nyenyak. Apa kamu kelelahan? Hah.... Ya sudah lah mas mandi dulu." Belum beranjak dari tempat semula. Sebuah tangan menahannya.
"Mas Ardan udah pulang?" Tanya Ani. Dia mengerjapkan matanya mengumpulkan setengah dari nyawanya.
"Iya sayang. Kamu lelah hmmm?"
__ADS_1
"Hah iya mas hari ini aku udah mulai praktek design. Maaf mas gak bisa menyambut."
"Iya gak papa kok. Ya udah mas mandi dulu ya sayang lanjut nanti."
"Iya udah sana mas."
Ardan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Seluruh badannya lengket karena peluh keringat saat dia bekerja seharian tadi.
"Sayang......" Ardan melihat ranjang tempat tidurnya kosong. Entah sosok sang istri itu berada dimana karna memang sudah malam entah perasaan apa yang tiba-tiba menggelayutinya. Hatinya bergejolak.
"Sayang !! Jangan bermain-main !! Ini sudah malam." Tak ada jawaban. Dengan segera dia menyambar gagang pintu kamarnya. Kemudian melangkahkan kakinya mencari istrinya. Mungkin didapur. Batinnya mengingatkan. Mematung. Tak ada satupun sosok yang dia tangkap. Brakkkkk.... Menggebrak meja batinnya bergemuruh pikirannya kacau. Segera menaiki tangga mencari kunci mobil dan sesegera mungkin meembawa langkahnya untuk pergi mencari istrinya. Kembali menuruni tangga rumah sudah sepi karna para pelayan sudah memasuki jam istirahat mereka. Bergegas Ardan berjalan melewati ruang keluarga namun tiba-tiba langkahnya terhenti mendengar suara yang dia kenal laki-laki dan perempuan. Pikiran Ardan yang kalut itu disulut emosi mendengar candaan keduanya. Seakan benar-benar akrab saja. Dadanya bergemuruh. Sudah jam segini masih menerima tamu laki-laki? Begitu pikirannya berperang.
"Kenapa jam segini kau berulah sayang !!!! Jangan bermain-main denganku !!!"
Ani dan sosok lelaki itu menoleh. Dannnn.....
Oh sialan...Ardan.
"Ohhh Ardan hai." Lelaki itu benar-benar tak peka dengan keadaan. Dengan percaya dirinya dia tersenyum dan menyapa sosok harimau yang sedang dirundung amarah karna sang istri yang seharusnya berada didalam kamar malah bersenda gurau dengan sosok lelaki yang dikenalnya. Mukanya merah padam. Betapa kalutnya dia karna dikiranya sang istri minggat darinya. Dan kemudian perasaan cemburu serta emosi merasuki hatinya terakhir malah dia kelewat memalukan karna tanpa tau siapa yang diajak istrinya mengobrol dia sudah emosi diubun-ubun. Sekarang perasaannya benar-benar malu. Dia benar-benar tak bisa membayangkan jika sang istri pergi dari sisinya.
Ardan membuang nafas lega. Perasaan nya campur aduk sekarang. Ditatapnya kedua sosok dihadapannya. Menjengkelkan.
"Heh bro ngapain malam-malam kerumah orang ? Jangan ganggu orang dengan kebiasaan mu itu datang tak dijemput kayak jelangkung." Celoteh Ardan dia benar-benar kesal dengan ulah sahabatnya itu. Bertamu malam-malam. "Jangan sampe lu digebukin warga karna malam-malam kerumah orang." Kemudian mendekati istrinya menjatuhkan bokongnya di sofa sembari menenangkan pikiran dan hatinya yang beberapa waktu lalu kacau.
"Mas Ardan dia lagi patah hati. Ditolak cewek."
Astaga !!! Bininya Ardan kenapa mulutnya bocor banget ya. Seenggaknya jangan asal nyerocos.
"Buuuufftttt ..... Patah hati gimana? Sama cewek mana lagi hah?" Ardan mengalah. Mencoba mendengarkan apa yang akan diungkapkan Kevin.
"Monica... Siapa lagi?" Jawab Kevin lemas. Memang baru beberapa waktu lalu dia mencoba mendekati gadis itu. Namun hatinya benar-benar terpikat olehnya.
"Loe udah nembak?" Tanya Ardan. Kini rautnya berubah melembut.
"Tentu saja. Tapi dia malah nolak gue. Apa coba salah gue. Aaaaahhhhhh." Kevin mengacak rambutnya frustasi.
__ADS_1
"Mas Kevin .... Apa gak terlalu cepat ya?" Tanya Ani. Ardan mengangguk mengiyakan pertanyaan Ani.
"Menurutmu terlalu cepatkah?" Kevin berbalik bertanya. Ani mengangguk dengan cepat.
"Aku rasa masih ada banyak waktu untuk itu. Lagi pula Monica gadis yang teguh. Mungkin dia belum memikirkan kearah asmara. Dia memang fokus dengan kuliahnya saja."
"Emang loe udah pernah kencan sama dia? Pake acara langsung nembak segala. Gue cerita sama Dion bakal diketawain sampe habis lu."
"Hah..... Gila ah dan. Gue udah kencan. Sebelum mama pulang ke Indonesia gue harus nemuin calon dulu. Kalau enggak mami bakalan ngatur kencan sama Cindy."
"Mama mas Kevin kapan pulang? "
"Gak tau Ani sekitar bulan depan mungkin."
"Masih ada waktu loe perjuangin dah cinta loe itu. Jangan ganggu gue sama bini gue. Sana pulang. Udah malam." Ardan bangkit dari duduknya.
"Hei bro gue nginap disini deh."
"Terserah deh. Gue mumpung lagi baik hati. Tidur dikamar loe sana. Ayo sayang udah malam waktumu istirahat."
"Iya mas." Ani bangkit dari duduknya menyambut tangan ardan. Kemudian berjalan meninggalkan ruang tamu.
"Cih.... Enak ya mentang-mentang udah nikah. Hah kamar gue.... Udah lama ya gak bobok disini. Gila cepet banget ya Ardan udah nikah. Hah.... Nasib jomblo meluk guling dah." Kevin meninggalkan ruang tamu menuju kamar yang memang Kevin sering menginap disana entah karna pekerjaan atau hanya ingin bersama sahabatnya.
Disisi lain....
"Mas.... Geli ah...." Semenjak memasuki kamar Ardan mulai bermanja dengan istrinya. Dia menciumi leher jenjang milik istrinya.
"Mas....." Diciumnya bibir manis istrinya yang membuatnya candu.
Kemudian malam yang panjang mereka lewati penuh dengan gairah.
**Maaf author sibuk dengan dunia nyata jadi baru bisa update sekarang author akan update satu episode setiap harinya. semoga hari kalian menyenangkan see youuu...😘😘😘**
__ADS_1