Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Season 2. Sebuah Kesepakatan.


__ADS_3

Kembali ke waktu masa kini. Kilas balik diingatan Elena begitu mengerikan. Begitu pula dengan tatapan kedua netra hitam milik lelki dihadapannya tadi. Lelaki yang bernama Reza, Elena yakin dia juga berasal dari dunia gelap. Aura penekanan yang begitu dirasakan oleh Elena.


Jika bukan karena kenalan dari paman Rendy, mungkin aku akan melakukan hal yang nekat. Tapi, tatapan kedua netra hitam itu sangat mencolok. Selain makan malam biasa bersama dengan keluarga Pyordova itu, hanya lelaki itu yang terlihat sangat jelas memiliki sifat sebagai seorang mafia. Tapi mengapa dia seakan mengerti aku? Untung saja paman Rendy segera menghentikan tatapan tajam lelaki itu. Jika tidak, aku mungkin melakukan diluar akal untuk membungkam lelaki itu. Batin Elena dalam hati. Elena menghembuskan nafasnya perlahan. Membuat Rendy menoleh kearahnya.


"Sepertinya ada yang kau sembunyikan dariku. Apa benar yang dikatakan oleh Reza tadi?" tanya Rendy curiga.


"Paman ... Apa maksudmu? Apa Paman tak percaya padaku?" Elena menautkan kedua alisnya.


"Hah ... Kau tau jika kita hanya tak sengaja bertemu. Tapi aku merasa kau bukan gadis biasa. Terlebih apa yang dikatakan oleh Reza tadi. Apa kau mengerti maksudku? Aku hanya tidak ingin memelihara seorang musuh," kata Rendy dengan aura yang penuh dengan penekanan.


Elena menundukkan kepalanya. Sebenarnya dia juga ragu untuk mengatakan siapa dia sebenarnya. Tetapi dari awal dia bertemu dengan Rendy, ada sebuah perasaan yang begitu nyaman dan aman. Merasa terlindungi. Entahlah ... Perasaan apa itu. Tetapi Elena merasa ada sebuah rasa yang familiar saat duduk berdampingan dengan Rendy.


"Paman ... Apa jika aku menceritakan masa laluku, apa Paman nantinya akan membuangku?" tanya Elena. Dari kedua netra matanya menyiratkan bahwa gadis itu tidak dalam kondisi yang baik. Rendy menghela nafasnya dalam-dalam.

__ADS_1


"Elena ... Jika aku orang yang tidak memiliki hati, aku sudah membuangmu kejalanan sedari dulu. Atau bahkan mematahkan kaki dan tanganmu. Tetapi kenyataannya adalah, aku masih memeliharamu di rumah ini bukan?" tanya Rendy.


Apa dia bilang? Me-mematahkan tangan dan kakiku? Hiiih ... Jika bukan karena kau adalah orang yang memungutku dari jalanan, aku pasti akan memukulmu hingga babak belur! Batin Elena dengan keras. Gadis itu bahkan meremas ujung gaunnya.


"Hehe ... Paman kau jangan bercanda terus menerus. Aku hanyalah gadis yang dibuang oleh keluarga besarku. Apa yang kau curigai tidaklah benar. Tetapi ada satu hal yang ingin aku katakan padamu Paman. Tapi aku harap, Paman akan tetap menampungku," ucap Elena dengan sendu.


"Katakan!" seru Rendy yang sudah tak sabar.


"Aku ingin balas dendam kepada orang yang telah membunuh kedua orangtuaku," sahut Elena dengan tegas. Pernyataan dari Elena membuat Rendy terkejut. Lelaki itu menatap tajam kearah Elena yang sedang menundukkan kepalanya dengan sendu.


"Keluargaku semuanya telah dibunuh. Bukan hanya kedua orangtuaku. Tetapi seluruh penjaga dan bahkan para maid yang bekerja pada kedua orangtuaku. Sekarang Paman tau, mengapa aku ingin membalaskan dendamku ini. Paman juga berhak untuk membuangku kembali ke jalanan," ucap Elena sembari bangkit berdiri dari posisinya semula.


"Tunggu, kau ingin membalaskan dendammu bukan? Bagaimana jika aku membantumu?" tanya Rendy.

__ADS_1


"Benarkah Paman akan membantuku?" Sebuah senyum kini kembali tersungging di bibir Elena.


"Tapi bantuanku tidak gratis," kata Rendy dengan angkuhnya. Membuat Elena memutar kedua bola matanya.


"Katakan apa keinginan Paman? Aku akan mematuhinya dan mengabulkan keinginan Paman selagi aku mampu. Tapi tolong minta sesuatu yang masuk akal. Jika tidak aku lebih baik mundur Paman," ancam Elena.


"Disituasi yang terdesakpun kau masih bisa mengancamku, Elena. Sudah kuduga kau bukan gadis biasa. Tenang saja itu semua mudah kok. Kau bisa melakukannya sesuai dengan kata hatimu sendiri. Aku akan membantumu membalas dendam. Tetapi aku ingin kau selamanya menjadi wanitaku. Bagaimana?" tanya Rendy.


Elena mematung. Apa dia tak salah dengar? Menjadi wanita Rendy untuk selamanya? Ini benar-benar gila. Baru ada sebulan mereka kenal, Rendy berani memintanya untuk menjadi wanitanya?


Sebuah permintaan yang gila. Tetapi, entah mengapa hatiku begitu teduh. Seakan aku juga ingin mengiyakan permintaannya. Batin Elena kini berperang. Ingin menolak, namun hatinya luluh.


****

__ADS_1


Baca juga karya teman author ya milik akak Lady Dewi. Si bu bidan dan dosen yang kece 😍😍😍



__ADS_2