Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
BAB 114


__ADS_3

💞💞💞


**Jangan lupa kasih author vote ya kalian.... terus jangan lupa baca novel author yang satunya Belenggu Cinta oke.


happy reading


💞💞💞**


Riana memonyongkan bibirnya begitu menginjakkan kakinya dirumah. Setelahnya terdengar dia menghentak-hentakkan kakinya kelantai. Ani sudah dibuat pusing oleh keduanya. Bagaimana tidak, keduanya merebutkan makanan pinggir jalan yaitu martabak. Selain membuatnya malu. Dia juga seakan dihempaskan ketempat lain, mereka berdebat seakan-akan disana hanya ada mereka berdua. Bahkan mereka menghabiskan lima kotak martabak!! Baiklah yang satunya masih bisa dimaklumi. Karena efek mengidamnya. Tapi yang satunya? Masyaallah !! Seperti belum makan seharian !! Dilihat dari penampilannya yang seakan sempurna gadis cantik itu bahkan lebih gila dari Monica. Setidaknya Monica akan makan dengan tenang. Namun tidak dengan Rianna. Dia makan seakan-akan itulah makanan paling lezat yang pernah dia makan. Lalu selama ini dia makan apa? Batinnya kesal.


Berbeda dengannya yang pusing karena rengekan keduanya. Ardan bersiul-siul seakan memenangkan sesuatu. Tentu saja karena keinginannya terpenuhi. Sedangkan Rianna? Gadis itu sedang kesal lantaran semua tempat yang mereka datangi tutup. Bakso...... Tentu saja memangnya ini jam berapa? Rutuk Ani kesal dalam hati. Dia menggelengkan kepalanya pelan. Setidaknya lebih menyenangkan ketika dia harus mengasuh dan menjaga Rendy. Karena tentu saja bocah kecil itu masih menggemaskan meskipun sudah membuatnya kesal.


Seketika sampai didalam kamar Ardan langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang. Dia benar-benar kelelahan. Matanya pun perlahan tertutup. Ani membiarkannya karena pastinya Ardan belum terbiasa dengan keadaannya. Kemudian dia menyelimuti tubuh suaminya dan mengecup pipinya.


"Selamat malam mas," diapun kemudian berbaring disebelah suaminya dan mulai memasuki alam bawah sadarnya.


💞💞💞


"Selamat pagi Ri,"


"Selamat pagi Kaka ipar, kenapa lama kak?"


"Em....seperti biasa kakakmu muntah-muntah. Yah....setidaknya dia sudah mendingan saat ini," Ani membuang nafasnya pelan. Kemudian diraihnya susu khusus untuk ibu hamil. "Maaf ya Ri aku gak masak,"


"Gak apa-apa kak aku ngerti kok. Nanti dikampus ada kantin kan? Kita beli bakso ya kak?" Ucap Rianna dengan memelas. Dia sudah menahannya semalaman.

__ADS_1


"Iya," kemudian merekapun sarapan bersama menu sarapan pagi ini adalah nasi goreng. "Tunggu, kamu bakakan kekampusku?"


"Iya kak mulai hari ini aku ikut ngampus. Dari pada aku dirumah sendiri. Mau ngapain lagi?"


"Oke,"


"Tapi sama kak Ardan disuruh bawa pengawal kak,"


"Uhuk....,"


"Kakak ipar kenapa?"


"Ke....kenapa pakai pengawal?"


Sebenarnya pengawal itu bukan buatku. Tapi buat jaga kakak ipar. Ah sudahlah yang penting nurut sama kakak aja. Daripada gak dibolehin ngikut kakak ipar. Rianna.


Ani hanya diam. Memang suaminya keras kepala. Hah..... Yasudahlah daripada dia juga kena omel.


"Nona muda," Agnes berjalan kearah Ani dan kemudian berdiri disampingnya.


"Iya aku udah selesai kok. Oh ya nanti kita makan dikantin ya. Soalnya aku gak masak,"


"Baik nona muda,"


Ketiganya pun berjalan keluar rumah terlihat pak Surya sudah berdiri tegak disamping mobil diikuti kedua pengawal yang dimaksud oleh Rianna. Pak Surya membukakan pintu untuk majikannya dan kedua pengawal itu kemudian beralih ke mobil yang dibelakangnya. Mereka ditugaskan untuk menjaga Ani, mengingat kejadian-kejadian yang sudah mengkhawatirkan dan mengancamnya. Terlihat sekretaris Herman memasuki rumah Ardan. Memang semenjak hamil Ardan yang mengidam sering mengalami kecapekan. Jadi otomatis sekretaris Herman dan sekretarisnya Rio pun pekerjaannya bertambah.

__ADS_1


💞💞💞


Saat mobil sudah berada dihalaman kampus. Mereka bertiga pun turun dari mobil. Diikuti kedua pengawal dengan tubuh yang kekar dan berpakaian serba hitam. Jangan lupakan kacamata hitamnya juga. Para mahasiswi dan mahasiswa yang berada disekitarnya pun menatap mereka dengan tatapan herannya. Terlebih Rianna. Gadis cantik dengan rambut yang indah. Beserta dengan tinggi yang semampai, membuat siapa saja jatuh cinta dengannya. Terlebih semua barang yang dia pakai juga memiliki nilai mahal. Ditambah dengan kacamata hitamnya yang membuatnya terlihat angkuh. Tak seperti dia yang biasanya, jika biasanya dia suka sekali merengek dan manja. Kali ini dia mencerminkan sosok gadis yang angkuh.


Ani yang melihatnya pun seakan tak percaya. Rianna benar-benar seperti dua orang yang berbeda. Ditambah kedua pengawal yang senantiasa setia berdiri dibelakangnya. Membuatnya semakin terlihat elegant. Ani dan Rianna berjalan beriringan. Jessica cs yang melihatnya pun juga seakan tak percaya. Tapi raut wajah Jessica benar-benar tak bisa diartikan.


"Wuih gila cantik banget sih !!"


"Denger-denger kita kedatangan mahasiswi dari Ausy. Apa mungkin dia?"


"Ya ampun....kayaknya dia anak konglomerat deh. Lihat gayanya,"


"Tapi kenapa dia bareng sigembel itu sih?"


"Iya ya ... Apa si Ani itu kacungnya ya?"


Saat melihat Kevin dan Monica Rianna segera melepas kacamata hitamnya.


"Kak Kevin kak Kevin !!!" Teriak Rianna sehingga siapa saja yang melihatnya pun menoleh kearah Kevin dan Monica.


Monica yang melihat Rianna pun berdecak kesal.


Bagaimana mungkin sih nih cewek gatel ada disini? Cih.


Rianna segera saja memeluk Kevin Jessica yang melihatnya pun terlonjak kaget. Monica belum selesai sekarang ada gadis yang lebih cantik darinya yang dekat dengan Kevin. Dan yang lebih membuatnya kesal dan marah dia membenci gadis itu. Sangat dalam.

__ADS_1


__ADS_2