Mutiara Kasih Sayang

Mutiara Kasih Sayang
Bab 125


__ADS_3

Terdengar suara ketukan pintu. Agnes segera menoleh. Kemudian membuang nafas berat. Tidak mungkin kan laki-laki brengsek itu datang lagi dan mengetuk pintu.


"Ya masuk," teriaknya membuat pintu itu terbuka lebar. Agnes mendapati siapa mereka hanya bisa tersenyum. Papa dan mamanya pun melenggang masuk diikuti dengan sepasang manusia paruh baya. Dia bisa menebak bahwa mereka adalah orang tua dari laki-laki brengsek itu. Terbukti laki-laki brengsek itu mengikuti pasrah dibelakang.


"Sayang," mama Fiona kembali terisak. Ya bagaimana pun dia adalah satu-satunya anak gadis kedua orangtuanya tentunya khawatir juga kan? Agnes hanya membelai lembut rambut mamanya itu membiarkan perempuan paruh baya itu menangis sepuasnya. Dia hanya tersenyum melihat mamanya seperti itu.


"Ma," ucapnya pelan.


"Diam !!! Kenapa kamu begitu liar nak?!" mama Agnes langsung mendekap anak gadisnya.


Liar? Memangnya aku tarsan?!


"Apaan sih ma? Liar gimana orang aku anteng begini,"


"Kalau kamu gak liar mungkin kamu gak akan seperti ini !! Ini gara-gara papamu !!" menoleh kearah suaminya.


Oh ya ampun bisa mati aku lama-lama. Bastian.

__ADS_1


"Ma udah lah ma. Aku udah gak apa-apa kok. Lagian ini bentar lagi sembuh,"


"Jangan," lirih Fiona. Perempuan itu menundukkan kepalanya.


"Apa ma?" tanya Agnes.


"Jangan lagi seperti ini nak. Kamu satu-satunya penerus Anggara. Bagaimana kamu bisa seperti ini? Mama takut kamu mendapat kejadian yang sama lagi. Cukup mama hancur melihatmu begini," Fiona kembali menangis. Melihat satu-satunya anak gadisnya dalam keadaan seperti ini tentu saja membuatnya hancur.


"Ma aku baik-baik saja,"


"Tidak !! Kamu tidak baik-baik saja nak. Kamu baru keluar dari ruang operasi. Kalau saja kamu mendengarkan mamamu. Kamu pasti saat ini masih sehat," ucapnya dengan penuh penyesalan. "Ini semua karena papamu yang terlalu ambisius !! Anak perempuan dijadikan sebagai anak laki-laki. Berkelahi kemudian bergumul dengan beladiri dan senjata. Dan inilah akhir dari didikan papamu itu," menoleh kembali kearah suaminya. Bisa dipastikan laki-laki itu yang selanjutnya akan kena masalah. Sedangkan yang ditatap hanya bisa nyengir kuda.


Apalagi ini? Awas kau kadal buntung.


"Maksudmu?"


"Iya karena anak tante ini sudah kabur bukan? Eh malah mupeng dirumah Ardan sahabat Dion tante. Kan akhirnya kami jadi saling dekat," Dion tersenyum.

__ADS_1


Mama Agnes hanya bisa terdiam mencoba meresapi kata-katanya.


Sialan mulut sampah. Lihat aja nanti bakalan aku robek tu mulut. Agnes beberapa kali mengumpat kasar dalam hatinya.


"Iya tante. Bulan depan kami akan menikah," ucap Dion dengan santainya. Membuat mereka semua beku ditempatnya untuk beberapa lama.


Brengsek !! Laki-laki playboy ini kenapa seenak udelnya sih kalau ngomong ?! Mau aku cekik ya?


"Wah bagus dong. Kalau begitu ayo kita tetapkan tanggalnya," Ucap Leonardo.


"Ayo Leon hahaha tak kusangka ternayata mereka malah sudah memiliki hubungan," seloroh Bastian.


"Yang bener?" mamanya Dion yang sedari tadi diam kini ambil suara. Meragukan apa yang anak laki-lakinya katakan. Karena dia tau sikap anak lelakinya begitu menolak perjodohan ini.


Kedua perempuan paruh baya itu paham betul anak-anaknya. Mereka berdua ragu jika anaknya tiba-tiba mengiyakan perjodohan yang suami mereka buat.


Sudah terlambat. Beneran mati aku. Agnes meremas jari jemari lentiknya.

__ADS_1


💞💞💞


Haloha 🤗🤗🤗 satu episode sudah meluncur. Masih ada lanjutannya ya.


__ADS_2