Fake Princess

Fake Princess
Chapter CXII


__ADS_3

"Aku menemukan dimana Raja itu berada," bisik Lux terbang dihadapan kami.


Berbalik ia seraya terbang menjauh, ikut berlari kami berempat mengejarnya. Langkah kaki kami terhenti, Haruki dan Izumi kembali mempercepat langkah mereka...


Melompat Haruki seraya menerjang wajah seorang Kesatria yang ada didepan kami, jatuh Kesatria tadi tersungkur menyamping. Dengan cepat Izumi berjongkok dihadapan Kesatria tersebut lalu dicengkeramnya leher Kesatria itu olehnya... Dilepaskannya kembali cengkeraman tersebut oleh Izumi, jatuh Kesatria tadi ke lantai dengan kondisi tak sadarkan diri.


"Cepatlah, ke sebelah sini!" ucap Lux, terbang kembali ia seraya berbelok ke samping kanan.


Berlari kembali kami berempat mengikuti ia terbang semakin cepat dari sebelumnya. Lux berhenti di sebuah pintu besar bercat hitam, maju Haruki mendekati Lux seraya dibukanya pintu besar tersebut olehnya...


Ikut kulangkahkan kakiku mengikuti langkah kedua kakakku itu, genggaman tangan Eneas di tanganku semakin kuat. Kuangkat sebelah tanganku yang lain seraya kembali kutepuk kepalanya...


Masuk kami berdua ke dalam ruangan, kuarahkan pandanganku kepada seorang laki-laki beserta seorang anak laki-laki yang tengah duduk di kursi dengan setumpuk kertas di atas meja yang ada dihadapannya...


Laki-laki yang menemani anak laki-laki tadi mengarahkan pedang yang ia genggam kepada kami. Berjalan Haruki maju mendekati mereka...


Laki-laki tadi tiba-tiba berlari dengan cepat ke arah Haruki seraya digerakkannya pedangnya tadi hendak menebas Haruki. Gerakannya terhenti oleh Izumi yang juga mengangkat pedangnya...


"Siapa kalian?!" ucapnya dengan setengah berteriak.


Laki-laki tadi mencoba mendorong pedangnya, diangkatnya sebelah tangannya yang lain oleh Izumi seraya ikut didorongnya kembali pedang milik laki-laki tadi hingga mundur kembali padanya...


"Jika kau tidak menurunkan pedangmu, anak ini akan kehilangan nyawanya," ucap Haruki, kualihkan pandanganku padanya yang tengah meletakkan pedang yang ia genggam ke leher anak laki-laki tadi.


Menoleh laki-laki tadi ke arah Haruki, diturunkan lalu dibuangnya pedang yang ia genggam ke lantai. Izumi menerjang jauh pedang tersebut seraya memintanya untuk mengangkat kedua tangannya...


Haruki ikut menurunkan pedang yang ia pegang, berjalan ia seraya duduk di atas meja yang ada dihadapan anak laki-laki itu. Izumi sendiri masih mengacungkan pedang yang ada di tangannya pada laki-laki tadi.


"Aku ingin kau membuka gerbang untuk mereka yang ingin menyelamatkan nyawanya," ucap Haruki menatapnya, tampak terlihat raut wajah pucat pasi dihasilkan oleh anak laki-laki itu.


"Aku tidak bisa melakukannya," ucapnya dengan suara gemetar.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa kau tidak bisa melakukannya?" sambung Haruki, diarahkannya kembali pedang yang ia genggam pada anak laki-laki tersebut.


"Karena gerbangnya hanya dapat dibuka dari luar, Paman telah mengkhianatiku!" teriaknya.


"Paman? Maksudmu Duke?" ucap Haruki lagi, diangkatnya pedang tersebut hingga menempel di wajah anak laki-laki itu.


"Siapa kau?" tanyanya menatap Haruki.


"Hanya jawab saja pertanyaan dariku, Raja Dante Edmundo," tukas Haruki lagi padanya.


"Jika kau telah mengetahuinya, mengapa kau perlu menanyakannya lagi," balasnya menatap tajam pada Haruki.


"Heh, jadi seperti ini Raja yang menjadi budak dari kekuasaan Kaisar."


"Berani sekali kau!" teriak laki-laki tadi pada Haruki.


"Tutup mulutmu, atau aku akan menerbangkan kepalamu saat ini juga," sambung Izumi menatap laki-laki yang ada dihadapannya.


"Serahkan segel Kerajaan kalian padaku," ucap Haruki balas menatapnya.


"Apa kau pikir aku akan langsung menyanggupinya?"


"Apa kau yang seorang Raja tidak ingin menyelamatkan nyawa semua rakyatmu?" balas Haruki, kutatap pandangan matanya yang tampak membesar memandangi Haruki.


"Aku akan membantu menyelamatkanmu, Kerajaan yang kau miliki, serta semua rakyat yang berada dibawah naungan kalian," sambung Haruki lagi padanya.


"Apa kau pikir aku akan mempercayainya?"


"Kau lebih memilih mempercayaiku yang ada disini bersamamu, atau Paman yang kau cintai itu?" tukas Haruki lagi padanya.


Menunduk Raja Dante seraya dibukanya laci meja yang ada disamping Haruki, diangkatnya sebuah bungkusan kecil berwarna cokelat disamping Haruki...

__ADS_1


"Yang Mulia!" teriak laki-laki tadi, ditatapnya Raja kecil itu dengan pandangan seakan tak percaya.


"Sa-chan, kemarilah dan buka bungkusan itu," sambung Haruki mengabaikan teriakan laki-laki tadi.


Berjalan aku mendekati Haruki dengan Eneas yang mengikuti, kulepaskan genggaman tanganku di lengan Eneas seraya kuraih bungkusan tadi dengan kedua tanganku...


Kubuka ikatan yang menutupi benda itu seraya kumasukkan tanganku kedalamnya, sebuah benda berlapis emas yang berbentuk kepala singa keluar bersamaan dengan telapak tanganku...


Kuangkat segel Kerajaan itu seraya kuletakkan kembali disamping Haruki. Berbalik Haruki seraya menoleh kearah laki-laki yang diam tak berkutik dihadapan Izumi...


"Nama dan posisimu?" ucap Haruki padanya.


"Gil, seorang Kapten," tukasnya balas menatap Haruki.


"Berapa banyak pasukan yang kau punya, Gil?" tanya Haruki lagi padanya.


"Untuk apa aku menjawab pertanyaan dari orang asing seperti kalian."


"Aku mempunyai segel Kerajaan kalian, sebagai seorang Kesatria terutama Kapten haruslah mematuhinya," sambung Haruki seraya menggoyang-goyangkan segel tadi kehadapan Gil.


"Sepuluh ribu pasukan," ucapnya tertunduk.


"Hanya sepuluh ribu?" tanya Haruki kembali, mengangguk Gil menjawab pertanyaannya.


"Bagaimana bisa, Ibukota Kerajaan sebesar ini hanya memiliki sepuluh ribu pasukan yang berjaga," ucap Haruki kembali, diangkatnya pandangan matanya menatap langit-langit ruangan.


"Kebanyakan dari mereka berada dibawah pengawasan langsung oleh Duke, dan beberapa yang lainnya menyebar menjaga wilayah yang lain," ungkap Gil tertunduk.


"Aku ingin kau memanggil dan mengumpulkan semua pasukanmu Gil..."


"Jika Kaisar ingin memusnahkan Kerajaan kalian, kita akan melawan balik dia dengan perang," ucap Haruki kembali seraya ditatapnya Gil dengan senyum dingin yang sering ia curahkan.

__ADS_1


__ADS_2