
"Aku masih belum mengerti, bagaimana bisa kalian mendapatkan Naga?" tukas Haruki seraya menggigit ibu jarinya
"Saat aku berkata pada Ayah kalau aku ingin pergi buang air kecil. Sebenarnya aku berbohong..."
"Aku tidak sengaja melihat kilapan cahaya yang muncul di dekat salah satu akar pohon, jadinya aku memastikan..."
"Jadi begitu." Ungkap Haruki setelah mendengar apa yang aku alami sebelumnya
"Jadi maksudmu, kalian tersesat di dalam sihir ruang dan waktu. Dan kalian menemukan batu yang bertuliskan bahasa kuno." Ucapnya lagi yang kubalas dengan anggukan kepala dariku
"Kerajaan kita punya seekor Naga tentu merupakan kabar yang bagus. Akan tetapi, Ayah tidak perlu mengetahuinya... Kau pasti berpikiran yang sama sepertiku bukan?" sambungnya seraya kembali menatapku
"Seperti yang diharapkan dari Kakakku." balasku tersenyum balik menatapnya
"Apa yang kalian maksudkan?" ucap Izumi seraya menatap kami berdua bergantian
"Kau akan mengerti, jika saatnya memang tiba I-zu-mi." imbuh Haruki balik menatap Izumi
"Salam, Yang Mulia." Terdengar suara dari luar tenda
Beranjak Haruki berdiri, didorongnya tubuhku berbaring di atas ranjang. Diraihnya Lux yang duduk di pundaknya seraya diletakkannya Lux kembali di sampingku. Diambilnya juga selimut tebal berwarna biru tadi seraya ditutupnya seluruh tubuhku menggunakan selimut tadi...
"Izumi, kami akan sangat mengandalkan mu hari ini jika diperlukan." Ucap Haruki seraya mengalihkan pandangannya kepada Izumi
Tirai tenda kembali terbuka, tampak Raja dan para pelayan kami berdiri dan masuk berjalan mendekati kami bertiga. Ditatapnya aku yang tengah berbaring dengan gurat-gurat khawatir menyelimuti wajahnya...
"Apa kau baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja Ayah, hanya sedikit pusing." Ucapku berbohong
"Ini sakit, sakit sekali. Kau bodoh!" terdengar teriakan Lux dari balik selimut, aku tersentak kaget seraya melirik ke arah Haruki
"Suara apa itu?"
"Suara? aku sama sekali tidak mendengar suara apapun, Ayah." Ucapku seraya mengarahkan tanganku pada Lux dan juga Kou yang bersembunyi dibalik selimut
"Benarkan, nii-chan?" lanjutku seraya tetap mengalihkan pandangan kepada Haruki
"Akupun tidak mendengarkan apapun, Ayah. Aku benar bukan Tatsuya, Tsubaru?" balas Haruki sembari membuang pandangannya kepada mereka berdua
Tsubaru lama menatapku, kubuang pandanganku kesamping untuk menghindari kontak mata darinya.
"Mungkin itu suara yang berasal dari luar, Yang Mulia." Terdengar suara Tsubaru yang juga ikut menutupi kebohongan kami
__ADS_1
Kutendang-tendang kecil Izumi yang juga duduk di samping ranjang. Digenggamnya kakiku yang menendangnya tadi...
"Aku juga sedang sakit, Ayah. Aku bahkan sampai melukai tanganku karena sakit." Ucap Izumi sembari menunjukan tangannya yang terluka pada Raja.
"Biarkan Haruki yang mengurusnya, aku juga ingin dikhawatirkan olehmu, Ayah." sambung Izumi menatap Raja.
Aku terdiam menatap Izumi, ini pertama kalinya untukku melihatnya bersandiwara seperti itu. Pertama kalinya untukku melihat sisi lain dari kakakku itu...
"Baiklah. Satoru, Tsutomu... Persiapkan tenda di sebelah untuk Izumi." Ucap Raja seraya merangkul bahu Izumi
"Laksanakan, Yang Mulia." Ucap mereka berdua serempak sembari berbalik dan berjalan ke luar.
"Apa kau masih bisa berjalan?" sambung Raja menatap Izumi
"Tentu, Ayah." Ungkap Izumi seraya beranjak berdiri dan berjalan beriringan dengan Raja keluar dari tenda
"Putri." Tukas Tsubaru berjalan mendekati
"Berhenti disana, Tsubaru. Aku belum memberimu izin untuk mendekat." Ucap Haruki berbalik seraya menatap Tsubaru dan Tatsuya bergantian
"Sachi, tolong aku." bisik Lux dari balik selimut
"Nii-chan," bisikku seraya melirik ke arah Haruki
"Bersumpah lah padaku, kalian akan menyimpan rapat-rapat rahasia ini. Jangan beritahu siapapun, bahkan Raja sekalipun jangan. Apa kalian berdua paham?" ucap Haruki menatap tajam ke arah mereka berdua
"Baiklah," sambung Haruki berbalik seraya berjalan mendekatiku, duduk ia di samping ranjang seperti Izumi sebelumnya.
Beranjak aku duduk, kuangkat dan kuletakkan selimut yang menutupi tubuhku tadi ke sebelah kananku. Berlari Lux menuju ke arah Haruki sembari menyembunyikan tubuh kecilnya di salah satu lengan Haruki.
"Apa dia sudah gila? Dia hampir saja memakan ku." Ucap Lux seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah Kou yang menatapnya
"Apa itu, Yang Mulia?" tukas Tatsuya seraya menatap Lux yang berdiri di sela-sela lengan Haruki
"Namanya Lux, seorang Peri... Lux perkenalkan dirimu, dia Tatsuya. Jika Tsubaru adalah pelayannya Sachi, maka Tatsuya adalah pelayan pribadiku."
"Salam kenal." Ucap Lux membungkukkan tubuh seraya dibalas dengan perlakuan yang sama oleh Tatsuya
"Apa kau mengetahui ini, Tsubaru?" ungkap Tatsuya mengalihkan pandangannya kepada Tsubaru.
"Aku telah mengetahuinya sejak Putri Sachi menemukan Lux di hutan setahun yang lalu." Balas Tsubaru tanpa mengalihkan pandangannya padaku
"Seta..." ucap Tatsuya tertahan
__ADS_1
"Tatsuya, akulah yang memintanya untuk tidak menceritakannya pada siapapun." lanjut Haruki kembali menatap Tatsuya
"Aku mengerti, Yang Mulia." ungkap Tatsuya tertunduk
"Tsubaru, Tatsuya. Perkenalkan... Kou." Tukasku seraya mengangkat Kou dan meletakkannya di pangkuan, tampak ekspresi tak percaya memenuhi wajah Tsubaru dan juga Tatsuya.
"Na..."
"Sshh, pelankan suara kalian!" ucap Haruki menghentikan Tsubaru dan juga Tatsuya yang hendak berbicara
"Kemarilah tapi jangan terlalu mendekat." Ungkapku menatap mereka berdua, berjalan mereka berdua semakin mendekatiku
"Tapi bagaimana..." tukas Tsubaru menatapku
Ku ceritakan semuanya, apa yang aku alami, ku ceritakan semua apa yang terjadi pada mereka berdua. Tertegun mereka berdua tanpa bersuara menatap Kou yang tengah memainkan ekornya...
Berjalan Kou mendekati Lux yang masih bersembunyi di balik lengan Haruki. Berbalik Lux dengan cepat seraya mencoba memanjat rompi bulu yang dikenakan Haruki...
"Kenapa? Apa kau lapar? Apa kau ingin memakan Lux?" tukasku mengangkat Kou seraya melirik ke arah Lux yang ketakutan
"Jangan bercanda!" teriak Lux menatapku
"Memang Naga makannya apa?" ucap Haruki ikut melirik ke arah Lux
"Mana aku tahu, ini baru kedua kalinya untukku melihat Naga secara langsung." Ungkap Lux lanjut memanjat dan duduk di pundak Haruki
"Kalian berdua, bawakan semuanya... Apapun yang dapat dimakan. Pastikan tidak ada yang mengikuti kalian!" Perintah Haruki seraya menatap Tsubaru dan juga Tatsuya
"Laksanakan, Yang Mulia."
Beranjak mereka berdua seraya melangkahkan kaki ke luar. Ditatapnya aku oleh Haruki, diraih dan diusapnya rambutku menggunakan tangannya...
"Kau baik-baik saja? Kau terlihat kelelahan, Sa-chan." Ucap Haruki kembali menatapku dengan tatapan khawatir
"Aku baik-baik saja, nii-chan." Balasku tersenyum ke arahnya
Berselang, Tsubaru dan Tatsuya kembali dengan sebuah keranjang berukuran sedang di masing-masing tangan mereka. Di keluarkan satu persatu isi keranjang tersebut oleh mereka, disusun dengan rapi isi keranjang tadi oleh mereka berdua.
Buah-buahan, sayur-sayuran, daging maupun ikan, semuanya tersusun rapi di hadapan kami. Ku gendong Kou mendekati Tatsuya dan juga Tsubaru, Haruki sendiri ikut berdiri di sampingku.
Kuletakkan Kou mendekati makanan-makanan tadi, berjalan ia mendekati buah-buahan dan melewatinya. Kembali ia berjalan ke tumpukan sayuran, direbahkan tubuh kecilnya di atas tumpukan sayur tadi.
Lama ia berbaring di atas tumpukan sayur, entah kenapa? perbuatannya mengingatkanku pada seseorang. Beranjak ia berdiri seraya berjalan ke piring berisi ikan segar...
__ADS_1
Lama ia menatap ikan tersebut dengan sesekali diciumnya. Dibukanya mulut kecilnya yang dipenuhi taring, digigitnya sedikit ikan tadi. Berbalik ia menatapku...
"Kau boleh memakan semuanya." ucapku seraya tersenyum ke arahnya