Fake Princess

Fake Princess
Chapter CLXXIX


__ADS_3

Para pemanah di bawah pimpinan Danurdara menghentikan laju anak panah mereka, kualihkan pandanganku pada pasukan musuh yang kembali tenang seperti sebelumnya...


"Dirga, kemarilah!" ucapku padanya dengan nada sedikit meninggi daripada sebelumnya, menoleh Dirga ke arahku seraya melangkah ia mendekati.


"Sampaikan pada..." bisikku pelan ke telinganya, beranjak dia berdiri seraya lama aku ditatapnya...


Kugenggam lengan pakaian yang ia kenakan seraya kugerakkan kepalaku untuk memintanya bergerak. Berbalik Dirga sembari digerakkannya kakinya berjalan mendekati Kesatria penyampai pesan...


Kutatap Kesatria tadi yang telah menunggangi kuda miliknya ke arah barisan depan pasukan kami... Kesatria tadi mengarahkan kudanya ke arah Haruki sembari bergerak kembali ia menunggangi kudanya mendekati Zeki, Izumi dan juga Aydin...


Kesatria tadi kembali berbalik mendekati kami, ikut kuarahkan pandanganku menatap mereka berempat yang juga telah berbalik menatapku. Kembali berbalik Haruki menatap ke arah musuh, kutatap Kakakku itu yang mengangkat tombak miliknya ke udara...


"Aku memerintahkan kalian semua para pasukanku! Hanya perhatikan aku yang ada di hadapan kalian! Jangan alihkan perhatian kalian, dan hanya ikuti kemana aku membawa kalian, apa kalian mengerti?!" teriak Haruki lantang, ikut terdengar suara teriakan dari para Kesatria berkuda di belakangnya lengkap dengan tombak di tangan mereka masing-masing terangkat ke atas.


"Serang!" teriak Haruki kembali.


Haruki menggerakkan kuda miliknya menuju ke arah musuh diikuti ribuan Kesatria berkuda di belakangnya. Kualihkan pandanganku pada ribuan anak panah yang bergerak ke arah mereka...


Haruki memiringkan tubuhnya ke kanan mengikuti gerak kuda miliknya, kutatap para pasukannya yang juga ikut bergerak ke kanan dengan tajam mengikuti gerakannya...


Ribuan anak panah kembali dilayangkan musuh, Haruki kembali menggerakkan tubuhnya ke kiri mengikuti gerak kuda miliknya seperti sebelumnya... Kualihkan pandanganku pada para pasukannya yang juga menggerakkan kudanya ke kiri seperti dirinya.


Berulang dan berulang Haruki berserta pasukannya melakukannya, ribuan anak panah yang ditembakkan berkali-kali seakan menjadi angin lalu bagi mereka...


Teriakan keras laki-laki membuat pandanganku teralihkan, kutatap Zeki berserta Aydin yang membawa pasukan mereka masing-masing ke sisi kanan dan juga kiri musuh... Pandangan di hadapanku yang dibuat mereka layaknya sekumpulan air yang terpecah menjadi tiga lalu bergerak menyatu kembali...

__ADS_1


Pertempuran dari ketiga sisi musuh tak terelakkan... Haruki menyerang sisi depan, Zeki menyerang sisi kanan dan Aydin menyerang sisi kiri mereka...


Kualihkan pandanganku pada seorang perompak yang melayangkan kapak besar miliknya ke kepala musuh, hancur terbelah menjadi dua kepala laki-laki tadi terkena kapak milik perompak itu, darah milik laki-laki tadi memecah ke samping mengikuti kapak tersebut.


Pandangan mataku tertuju kepada Haruki yang menggerakkan kudanya menerjang Kesatria musuh di hadapannya... Haruki mengayunkan tombak miliknya melempar jauh kepala Kesatria musuh yang berdiri di samping kuda miliknya... Kutatap leher Kesatria tadi yang mengucurkan darah hingga mengenai lengan pakaian Haruki yang ada di atasnya...


Kuarahkan pandanganku pada beberapa pasukan pejalan kaki yang membentuk kelompok masing-masing lima orang, mereka berdiri saling membelakangi... Tak ada celah untuk musuh menyerang mereka dari arah belakang, satu-persatu pasukan musuh jatuh terkena sabetan pedang yang mereka lakukan.


Pandangan mataku kembali teralihkan kepada Zeki yang masih mengayunkan tombak miliknya ke arah pasukan musuh... Beberapa kali ia tertunduk sebentar di atas kudanya dengan sebelah lengannya sesekali menyentuh punggungnya...


Beberapa pasukan pejalan kaki tampak terlihat berdiri di kanan dan kirinya, percikan-percikan darah yang terbang di sekitar mereka menambah warna di pandanganku.


Kembali aku melangkah maju beberapa langkah, kuarahkan telapak tanganku ke udara seraya kugerakkan perlahan meraba udara yang berembus pelan...


"Tidak ada, aku hanya mencari tahu... Apakah angin dapat bersahabat dengan kita atau tidak hari ini, sepertinya para pasukan kita harus berusaha lebih keras dari sebelumnya," ucapku seraya ikut kutatap Dirga yang juga menoleh ke arahku.


"Wakil kapten Ryker telah dibunuh oleh Kesatria Izumi!"


Teriakan tersebut terdengar berulang-ulang, kualihkan pandanganku pada pertempuran yang tiba-tiba menghening sekejap. Angin segar kembali berembus diikuti teriakan gemuruh dari para pasukan kami...


Senjata yang ada di genggaman mereka terangkat dan berayun-ayun pelan ke udara, kutatap para pasukan musuh yang tertunduk dengan senjata di genggaman mereka masing-masing...


"Bagaimana?"


"Apa kita menang kembali?"

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" ucap para Kesatria yang berdiri di hadapan kami bergantian, menoleh mereka ke belakang menatapku.


"Apa kalian tidak menyadarinya?" ucapku seraya balas menatap mereka.


"Menyadari?"


"Menyadari apa?" ucap mereka kembali padaku.


"Kuda di depan sana, kehilangan pemiliknya," ungkapku lagi, seraya kuarahkan jari telunjukku ke arah kuda milik Izumi yang dijaga oleh seorang pasukan pejalan kaki.


"Apa kau mengerti apa yang aku maksudkan?" sambungku kembali, dibalasnya perkataan dariku dengan sebuah gelengan kepala dari mereka.


"Apa maksudmu?"


"Kaupun tidak paham apa yang terjadi Lintang?" ucapku, kuarahkan pandanganku menoleh ke arahnya.


"Aku tidak begitu mengerti, apa kau memerintahkan Kakakmu untuk mengendap-endap mendekati musuh tersebut?"


"Kau benar," balasku singkat padanya.


"Aku memerintahkan Kakakku Haruki untuk memusatkan perhatian musuh pada pasukannya, karena itu aku memintanya menunggangi kuda miliknya dengan kecepatan tinggi mendekati musuh..."


"Lalu, saat perhatian musuh telah berpusat padanya. Saat itu aku meminta Zeki dan Aydin untuk membelah pasukannya agar perhatian musuh terpecah kembali..."


"Sebelum mereka berdua menyerang, Kakakku Izumi telah turun dari kudanya dan bergabung di tengah-tengah pasukan pejalan kaki... Aku hanya meminta padanya, untuk membawakan kepala Wakil kapten pihak musuh untukku," ucapku lagi seraya kuarahkan kembali pandanganku pada Izumi yang telah terangkat ke udara oleh beberapa pasukan pejalan kaki di bawahnya.

__ADS_1


__ADS_2