Fake Princess

Fake Princess
Mohon dibaca


__ADS_3

Assalamu’alaikum.


Semoga kalian semua baik-baik saja di mana pun berada.


Setengah dari kisah petualangan Sachi, berakhir di sini ya. Maaf, kalau pemberitahuannya mendadak. Namun, aku memiliki alasan tersendiri kenapa harus membagi kisahnya menjadi dua.


Alasannya, aku ingin meredam komenan negatif mengenai alur cerita ini yang dikira sengaja dibuat berputa-putar.


Jadi gini loh wahai dikau Barbara, ini novel itukan sekaligus ber-genre slice of life, jadi petualangan mereka juga bertahap. Mengumpulkan sekutu itu nggak mudah, kasarnya itu gini-


Coba kamu bayangkan, sedang berada di halte bus. Saat kamu lagi asik duduk, tiba-tiba di depan kamu banyak sekali orang-orang yang jalan baris berdemo. Lalu, salah seorang dari mereka datang menghampiri, sambil berkata, “yuk demo! Ikut kami demo masalah ini.”


Apakah, kalian akan langsung jawab, “ayok, aku ikut!”


Enggak, kan? Dalam hati kalian pasti mikir, “ini orang apaan sih? Aku aja nggak tahu masalahnya, masalahnya nggak ada hubungannya dengan aku. Malah ngajak-ngajak demo.”

__ADS_1


Iya, kan? Iya, enggak?


Nah, seperti itulah kira-kira bayangan mereka yang sedang mencari sekutu. Mereka tidak bisa tiba-tiba bilang ke Raja dari Kerajaan lain, “ikut kami memberontak melawan Kaisar!” Bisa-bisa, mereka langsung didepak sebelum sempat merundingkan apa pun. Dengan kata lain, mereka butuh pendekatan terlebih dahulu untuk masuk ke sebuah Istana dari Kerajaan lain. Nggak bisa nyelonong gitu aja tanpa persiapan yang matang.


Allahu Akbar, Barbara, hal seperti ini saja harus dijelaskan agar kalian mengerti. Nangis akutuh … Aku tahu, kalau kalian nggak sabar cerita ini cepat tamat, tapi nggak gitu juga. Semuanya butuh proses, dipikir berkeliling dunia bisa dilakukan dengan sekejap mata. Tolonglah, jangan buat aku nangis darah baca komenan seperti itu.


Kalau kalian pikir, ini novel kepanjangan. Silakan tinggalkan, dan cari novel lain dengan alur yang lebih ringan. Kalau kalian pikir, ini ceritanya muter-muter kek sinetron, ya silakan tinggalkan juga. Karena, aku sendirian tidak akan bisa memuaskan banyak orang secara bersamaan.


Aku tahu, kalau novel ini jauh dari kata sempurna. Tapi aku selalu berusaha memberikan kalian yang terbaik. Aku nggak anti kritik, tapi aku anti nyinyir. Aku justru berterima kasih dengan beberapa reader yang mengingatkan kesalahan aku, contoh jika kalian menemukan komenan dari akun “Ariel” (Semoga kau membaca ini, Ariel.) Aku berterima kasih kepadanya, karena dia mengkritikku dengan baik, kritikannya disertai saran, yang secara tidak langsung membuatku ikut belajar. Dan aku menyukainya, dibanding kritikan tanpa saran yang jatuhnya menjatuhkan mentalku sendiri.


Kadang, aku menuliskan over detail itu untuk menyisipkan petunjuk. Penjelasan yang menurut kalian nggak penting itu, merupakan hal penting untukku karena di sana aku bisa menyisipkan petunjuk sebanyak apa pun. Tapi sayangnya, hal itu tidak diterima baik oleh beberapa orang, yang di mana komenan mereka malah justru menghancurkan semangatku. Jujur loh aku sedih, terlebih setiap kata yang aku ketik itu, menghabiskan waktu yang bisa aku gunakan untuk beristirahat.


Aku nggak ngusir, tapi aku memberikan pilihan kepada kalian untuk lanjut atau tidak membacanya nanti.


Dan juga untuk para Juliders yang menjunjung Author kesayangannya, percayalah bahwa aku tidak pernah membaca novel bergenre sama sepertiku di sini. Jadi, misal ada reader yang komen, “kok ceritanya mirip Fake Princess?” ke novel junjungan kalian itu, ya jangan nyinyirin aku juga dong dari belakang. Lihat tanggal publish! Lebih dulu novel ini atau itu? Lagi pun, aku memiliki alurku sendiri, menyusun plot cerita itu nggak mudah, jadi ya tak perlulah aku perjelas.

__ADS_1


Dan, kapan aku akan melanjutkannya? Sayangnya, aku belum bisa melakukannya dalam waktu dekat. Karena aku sendiri, ingin merevisi tulisan di novel ini dari awal, agar kalian yang ingin membaca ulang FP, lebih dimanjakan matanya. Ya, karena aku mengakui, betapa memusingkannya ketikan yang aku buat di zaman dulu.


Aku udah janji kan mau ngasih kenang-kenangan? Iya, aku akan kasih Tumbler ke beberapa reader, aku akan mengumumkannya di pengumuman selanjutnya, sekalian ngasih tahu kapan novelnya akan mulai dilanjutkan.


Selagi nunggu, bisa dong kasih komenan kesan-kesan kalian membaca FP sejauh ini, siapa tahu kan? Berkat komenan kalian itu, aku jadi lebih bersemangat untuk merampungkan semuanya. Dan juga, buat yang bolong-bolong like, mohon bantuannya gengs untuk jangan melakukannya.


Terima kasih juga, untuk semua dukungan kalian ke FP untuk satu tahun ini. Ya, karena mungkin tanpa dukungan kalian, aku mungkin akan sulit melanjutkannya. Dan aku berharap, kalian dapat memaklumi keputusanku ini. Karena ini yang menurut aku terbaik, agar aku juga bisa lebih tenang mengetik lanjutannya.


Mohon jangan di-unfav terlebih dahulu bagi kalian yang masih ingin mengikuti kelanjutannya, karena aku akan memberikan pengumuman kapan kelanjutannya aku publish.


Sekali lagi terima kasih, apalah arti petualangan Sachi dan yang lainnya, tanpa dukungan kalian semua.


Jangan lupa ya, aku membutuhkan komenan kesan-kesan kalian membaca novel ini. Karena, suntikan semangat dari kalian itu benar-benar aku butuhkan.


Jaga diri kalian semua gengs, di mana pun kalian berada. Peluk dan cium virtual untuk kalian semua. Aku sayang kalian semua gengs, jauh dari dalam lubuk hatiku.

__ADS_1


Wassalamu’alaikum.


Sampai bertemu di pengumuman selanjutnya, luv~


__ADS_2