Fake Princess

Fake Princess
Chapter CCLXXX


__ADS_3

Kereta berhenti diikuti suara lonceng yang kembali terdengar. Pintu kereta yang ada di samping kami terbuka, Haruki berdiri di samping pintu dengan sebelah tangannya mengarah ke arahku.


"Cia," ucapku berbalik memanggilnya, Cia membalikkan tubuhnya lalu berjalan mendekat.


Haruki meraih Cia lalu menggendongnya, aku bergerak turun dengan menggenggam sebelah tangan Haruki yang masih mengarah ke arahku. Haruki melepaskan genggaman tangannya dariku seraya tangannya itu kembali bergerak ke arah Yoona yang masih duduk di dalam kereta.


"Jangan menyia-nyiakan waktuku," ucap Haruki menatapnya, Yoona melirik ke arahku yang aku balas dengan anggukan pelan.


Yoona meraih lalu menggenggam erat tangan Haruki seraya tubuhnya bergerak menuruni kereta. Yoona melepaskan genggaman tangannya pada Haruki sembari kepalanya terangkat menatapku.


Aku berjalan mendekatinya, kugenggam lalu kutarik tangannya pelan. Dia mengikuti langkah kakiku dari belakang, aku menoleh ke samping saat terdengar suara Eneas meringis kesakitan, tampak terlihat Izumi kembali memukul kepala Eneas... Entah, apa yang sebenarnya mereka ributkan dari tadi.


Kami berjalan masuk ke dalam rumah saat Jabari membukakan pintu rumah tersebut. Tak ada yang spesial dark rumah ini, hanya dinding tanah dengan beberapa ruangan di dalamnya.


"Hanya berikan saja kami satu ruangan untuk kami tempati, sisanya... Aku tidak peduli. Lagi pun, ini rumahmu bukan rumah kami," ucap Haruki menurunkan tubuh Cia yang ia gendong.


"Kalian..."


"Kami tidak mungkin akan tinggal di sini selamanya. Cepat atau lambat, kami akan melanjutkan perjalanan. Apakah ruangan ini ada yang menempati?" Sambung Haruki memotong perkataan Yoona dengan sebelah tangannya terangkat menunjuk ke arah sebuah pintu cokelat di hadapannya.


"Tidak ada yang menempati ruangan itu. Akan tetapi," ucap Yoona terhenti.


"Ada apa? Jangan berbelit-belit, aku ingin secepatnya beristirahat," Izumi ikut menimpali pembicaraan dengan sebelah tangan menggaruk-garuk belakang kepalanya.


"Tidak ada apapun di dalam sana, hanya ruangan kosong," tukas Yoona kembali pada mereka berdua.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, itu bahkan lebih baik," sambung Izumi berjalan membuka pintu cokelat tersebut lalu berjalan masuk ke dalamnya.


"Bagaimana denganmu sendiri Sa-chan?" Haruki menghentikan langkah kakinya di depan pintu.


"Aku lapar, masak sesuatu yang enak untuk kami. Eneas, masuklah!" Sambung Haruki melangkah masuk diikuti Eneas yang berjalan di belakangnya.


Kau hanya harus memintaku untuk menghibur Yoona. Kebiasaannya ketika kecil, kini benar-benar muncul kembali.


"Yoona," ucapku berbalik menatapnya.


"Apakah kau bisa menunjukkan di mana dapur? Dan, bisakah kau membantuku memasak?" Sambungku, tanganku bergerak merangkul Cia yang telah berdiri di samping kakiku.


"Tentu, ikuti aku," ungkapnya berjalan mendahului, kudorong pelan pundak Cia sembari aku berjalan mengikuti langkah kaki Yoona menyusuri lorong rumah.


Langkah kaki kami terhenti di sebuah ruang tanpa pintu, aku berjalan masuk ke dalam mengikuti Yoona yang telah berjalan masuk terlebih dahulu. Mataku tertegun menatapi sekitar... Tak ada apapun di ruangan tersebut, yang ada hanya sebuah meja dengan dua kursi di antaranya.


"Tapi, dimana tungku dan juga semua peralatan untuk memasak?" Balasku kepadanya.


"Tidak ada, karena beberapa penduduk yang akan membawakan makanan untuk aku dan juga Ayahku dulu," ucap Yoona menarik kursi lalu mendudukinya.


"Lalu, apa yang akan kita makan nanti?" Tukasku ikut berjalan mendekati kursi yang lain lalu mendudukinya, kuarahkan tanganku kepada Cia yang masih berdiri di samping dinding.


"Jabari yang akan membawakan makanan nantinya, hanya tunggu saja," sambungnya kembali tertunduk.


"Kau dapat berisitirahat jika lelah," ucapku menatapnya, kuangkat tubuh Cia hingga duduk di pangkuan.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja. Hanya..." Ucapnya terhenti menatapku.


"Katakan Yoona."


"Katakan?"


"Maksudku, kata-kata yang sempat terhenti kau ucapkan di kereta." Balasku kembali menatapnya.


"Perihal Ayahku? Ayahku, pernah menjabat sebagai Kapten salah satu pasukan Kekaisaran. Saat dia menemukanku, dia dan pasukannya yang sekarang... Maksudku, Jabari dan yang lainnya, tengah dalam perjalanan berlibur ke tempat ini."


"Aku menceritakan semua yang aku alami pada mereka. Awalnya, aku tidak tahu jika mereka Kesatria Kekaisaran, jikalau aku tahu... Aku tidak akan berani menceritakannya," sambung Yoona kembali tertunduk.


"Saat itulah, Ayah sangat marah sehingga saat dia membawaku ke sini... Dia langsung mengambil alih tempat ini, memberontak pada Kekaisaran, lalu mengangkat aku sebagai anaknya..."


"Saat pertama kali aku datang ke sini, tempat ini sangatlah buruk kondisinya dibandingkan sekarang. Apa yang dapat dilakukan oleh orang-orang di sini? Maksudku, kau pasti paham benar bagaimana gersangnya tempat ini."


"Tapi para penduduk di sini, benar-benar tidak tahu berterima kasih. Mereka, selalu menjelek-jelekkan kebaikan Ayahku di belakang. Aku benci, kemunafikan mereka semua," ucapnya menggigit kuat bagian bawah bibirnya sedangkan tangannya tak henti-hentinya bergerak mengusap kedua matanya.


"Apa kau dapat menjelaskannya lebih rinci?" Terdengar suara Haruki, aku berbalik menatapnya yang telah berdiri menatapi kami dengan Izumi dan juga Eneas di sampingnya.


"Apa yang kalian lakukan di sini? Bukankah kalian ingin beristirahat?" Ucapku saat mereka bertiga berjalan masuk ke ruangan.


"Bagaimana kami bisa tidur dengan nyenyak dengan semua yang terjadi akhir-akhir ini," sambung Izumi duduk bersandar pada dinding yang tak terlalu jauh dari tempat kami duduk.


"Aku ingin mengetahui semuanya, jika itu menyangkut Kekaisaran, ceritakan semuanya padaku," ucap Haruki ikut duduk bersandar di dinding.

__ADS_1


"Aku, tidak memiliki apapun lagi untuk diceritakan," ucap Yoona beranjak berdiri.


"Anggap saja, di ruangan ini hanya ada kita berdua. Kami memerlukan sedikit apapun informasi mengenai Kekaisaran, karena jika Kekaisaran berulah lagi... Nyawa kita semua yang akan menjadi taruhannya," ungkapku kembali menatapnya.


__ADS_2