Fake Princess

Fake Princess
Chapter CCXCIX


__ADS_3

Aku duduk di pinggir ranjang dengan air yang masih menetes, kedua tanganku yang memegang kain berwarna putih bergerak mengusap rambutku yang basah berulang-ulang. Kugerakkan tubuhku berbaring di ranjang sembari mataku menatap pada kulit di telapak tanganku yang sedikit mengelupas...


"Apa kau telah selesai?" Terdengar suara Zeki pelan dengan ketukan pintu yang menyertai.


"Kau masih di sana?" Ucapku kembali beranjak duduk, kugerakkan kain putih tadi menutupi pahaku yang terlihat karena gaun pendek yang aku kenakan.


"Bisakah aku masuk?" Ucapnya lagi, kali ini tanpa ketukan pintu yang ia lakukan.


"Masuklah," ucapku, meraih tas besar yang diantarkan Izumi sebelumnya kepadaku.


"Aku pikir kau pergi bersama Kakakku Izumi," ungkap ku saat pintu kamar terbuka dan ia melangkah masuk ke dalam.


"Izumi berkata ingin mengistirahatkan tubuhnya di kamar sebelah," ucapnya menutup pintu kamar dengan sebelah tangannya bergerak mengusap bagian belakang lehernya.


"Perjalanan kami kali ini benar-benar menghabiskan tenaga," ucapku meraih sebuah sisir kayu dari dalam tas.


"Aku membawakan sesuatu untukmu," ucapnya membaringkan tubuhnya di samping.


"Apa yang kau bawa?" Jawabku tanpa menoleh ke arahnya, kedua tanganku bergerak menyisir pelan rambutku.


"Lihatlah sendiri," ungkapnya, aku berbalik menatapnya yang tengah mengarahkan sebuah kotak kayu kecil ke arahku.


"Apa ini?" Ucapku meraih kotak kayu tadi lalu membukanya.


"Anting? Terima kasih, aku menyukainya," ucapku mengangkat sebuah anting dengan batu mulia kecil berwarna biru dari kotak tadi.


"Apa kau tidak ingin memakainya?" Ucapnya beranjak duduk menatapku.

__ADS_1


"Aku sudah lama tidak memakai anting lagi," ucapku membalas tatapannya, kuarahkan telinga kananku ke arahnya.


"Aku akan memakainya," ucapku lagi saat kutatap dia yang diam membisu melihatku.


Kuarahkan anting yang aku pegang tadi sembari kuletakkan kotak kayu yang aku pegang dengan sebelah tanganku yang lain ke atas paha. Sebelah tanganku bergerak meraba-raba mencari lubang kecil yang ada di daun telinga.


"Aku akan membantumu," ucapnya meraih anting yang ada di tanganku.


Zeki mendekatkan wajahnya ke arahku, saking dekatnya... Embusan napas yang ia keluarkan menyentuh kulitku. Aku menggigit pelan bibirku saat jari-jari tangannya menyentuh telingaku, aku sedikit mengedipkan mataku saat kurasakan suatu benda menembus daging di telingaku itu.


Aku sedikit tersentak saat kurasakan telapak tangan Zeki menyentuh sebelah pipiku yang lain. Aku menoleh ke arahnya saat kurasakan jari-jemarinya bergerak perlahan mengusap lembut telinga sebelah kiriku beberapa kali...


Matanya yang biru lama menatapku, Zeki menggerakkan telapak tangannya menyentuh bagian belakang leherku. Perlahan, ia menggerakkan wajahnya mendekat, semakin dekat hingga embusan napasnya yang hangat menyentuh kulit wajahku.


"Sa-chan," suara Haruki tiba-tiba terdengar, suara itu diikuti dengan ketukan pintu yang juga beberapa kali terdengar.


Zeki membenamkan kepalanya di pundakku, ikut terdengar suara decakan lidah yang ia keluarkan. Ia menggerakkan tubuhnya berbaring menelungkup di ranjang, dibenamkannya kepalanya semakin dalam pada kasur tipis di ranjang yang kami duduki.


"Apa yang dia lakukan di kamarmu?" Ucap Haruki berjalan masuk dengan sebelah tangannya kembali menutup pintu kamar yang sebelumnya ia buka.


"Kakak ipar, bagaimana perjalanan mu?" Ucap Zeki tanpa membalikkan tubuhnya, hanya kepalanya saja yang bergerak ke samping.


"Jika kalian melakukan sesuatu sebelum sah menikah, aku akan membunuhnya, Sa-chan," ucap Haruki berjalan semakin mendekati kami berdua.


"Kami tidak melakukan apa-apa," ucapku memasang sebelah anting yang ada di tanganku ke telinga.


"Apa kau melihat pakaianku," ucapnya melangkah mendekati tas besar yang ada di samping tubuhku, kulirik Haruki yang menggerakkan kedua tangannya merogoh ke dalam tas besar tersebut.

__ADS_1


"Kau masih menyimpannya?" Ucap Haruki mengeluarkan sebuah syal berwarna hitam dengan bordiran bunga yang dahulu pernah aku dapatkan dari Savon.


"Itu syal pemberian dari Savon sebelum kita meninggalkan Paloma dulu," ucapku meraih syal tadi dari tangan Haruki.


"Savon? Kalau dipikir-pikir, bukankah kalian dulu menggunakan nama itu untuk menyamar?" Ucap Zeki berbaring menyamping dengan sebelah tangan memangku kepalanya.


"Dia temanku saat di Paloma, bisa dikatakan... Dia sangat membantuku saat kami masih tinggal di sana," ucapku kembali melipat kembali syal hitam tadi.


"Laki-laki?" Ungkap Zeki menyipitkan matanya menatapku.


"Dia wakil Kapten Kerajaan Paloma, dan dia sangat membantuku memimpin sebuah pasukan dahulu," ucapku membalas tatapan matanya.


"Heh," ucapnya beranjak berdiri lalu berjalan mendekati pintu kamar.


"Apa yang terjadi padanya?" Ucapku mengalihkan pandangan pada Haruki saat Zeki melangkah keluar dari kamar.


"Entahlah. Kau dapat memikirkan alasannya sendiri," ucapnya berbalik melangkah dengan sebelah tangannya menggenggam lipatan pakaian di tangannya.


Aku beranjak berdiri saat Haruki melangkah keluar lalu menutup kembali pintu kamar. Aku melangkah mendekati sebuah jendela kecil berbentuk bundar yang ada di samping dinding, kutatap hamparan air laut yang membentang di balik jendela kecil itu.


Tubuhku kembali berbalik dengan kedua tanganku bergerak membuka gaun yang aku kenakan. Kuraih pakaian milikku yang ada di dalam tas, dengan cepat ku kenakan pakaian tersebut di tubuhku...


Aku melangkah cepat membuka pintu kamar, kedua kakiku melangkah cepat berlari menyusuri lorong kapal lalu menaiki sebuah tangga yang ada di sana. Kepalaku bergerak ke arah kanan dan juga kiri...


Ku tatap Zeki yang tengah berdiri bersandar di dinding kapal dengan kepalanya menatap lurus ke lautan. Aku berjalan cepat mendekati Zeki yang tengah berbincang dengan Aydin di sampingnya...


"Aydin," ucapku menghentikan langkah di belakang mereka.

__ADS_1


"Bisakah," ucapku terhenti mengatur napas, kutatap mereka yang telah berbalik menatapku.


"Bisakah, kau membawaku ke arah sana?" Ucapku kembali dengan mengarahkan sebelah tangan ke arah belakang tubuhku.


__ADS_2