
"Berhubung aku tengah berbaik hati kepada kalian, aku akan memberikan kalian dua pilihan... Pilihan pertama, kalian dapat meminum racun yang telah aku persiapkan. Pilihan kedua, kalian memilih dieksekusi oleh para Kesatria yang berada di belakang kalian. Jadi bagaimana? Apa kalian telah memutuskannya?" ucap Haruki menatapi mereka satu-persatu.
"Terlalu lama... Aku tidak bisa menunggu lebih lama dari ini. Potong leher mereka semua, dan gantung mayat mereka di tengah kota selama satu hari penuh!" teriak Haruki kembali.
Satu Kesatria melepaskan genggamannya pada lengan musuh, diangkatnya tinggi pedang yang tergantung di pinggangnya seraya satu Kesatria lainnya masih menggenggam erat lengan musuh...
Kualihkan pandanganku ke sekitar, semua Kesatria yang tadinya memegangi musuh melakukan hal yang sama. Pedang yang diangkat Kesatria tadi, berayun kuat menyentuh leher musuh...
Sebelah tangannya terlihat menarik rambut hingga kepala Kesatria musuh tersebut mendongak ke atas, digeseknya pedang yang tertempel di leher Kesatria musuh tadi ke arah kanan dan kiri seraya bergantian...
Darah mengucur deras membelah pedang yang digenggam Kesatria tadi, teriakan pilu yang dikeluarkan dari mereka seakan mengiris pendengaranku, kutatap mata satu-persatu Kesatria musuh yang membelalak ke atas. Kugenggam kuat kedua telapak tanganku yang gemetar hebat menatap pemandangan di hadapanku itu...
"Kau tidak harus melihatnya," terdengar suara Izumi diikuti pandangan gelap yang ada di sekitarku.
"Paman," terdengar tangisan pilu Raja Dante mengetuk telingaku.
"Hentikan tangisan tak berguna itu! Untuk apa kau menangisi seseorang yang ingin membunuh dirimu sendiri!" ikut terdengar suara teriakan Haruki yang memekakkan telinga.
"Nii-chan," bisikku pelan, kuangkat kedua tanganku seraya kugenggam kuat lengan Izumi yang menutup mataku itu.
"Tidak apa-apa, semuanya akan segera berakhir," ucap Izumi pelan kepadaku.
"Jika kalian telah selesai, gantung mayat-mayat mereka di tengah kota!" teriak Haruki kembali.
"Apa kau harus melakukannya?" terdengar isakan yang di keluarkan Raja Dante.
__ADS_1
"Itu untuk peringatan kepada rakyat-rakyatmu jika mereka berani berkhianat, itulah hukuman yang akan mereka dapatkan," balas Haruki menanggapi perkataannya.
_________________
"Minumlah," ucap Izumi yang telah duduk di sampingku, diarahkannya segelas air ke arahku.
"Terima kasih," ungkapku padanya, kuraih gelas berisi air yang diberikan olehnya seraya meminumnya perlahan.
"Bagaimana kalian mengetahuinya?" ucap Raja Dante yang masih mengelap air matanya menggunakan lengan pakaiannya.
"Aku sudah mengatakannya bukan? Jika aku bekerja dibawah pengawasan langsung oleh Putri Takaoka Sachi, saat itu... Putri bercerita jika, Raja Kerajaan Paloma memohon pada Ayahnya agar Putri dapat membuatkan segel Kerajaan yang nantinya dapat menyelamatkan anaknya..."
"Raja sebenarnya sudah mencurigai Duke, akan tetapi... Karena Duke telah berhasil merebut hati anaknya, ia tidak yakin jika perkataannya akan dapat didengarkan oleh anaknya atau tidak..."
"Kau harus bersyukur memiliki ayah yang sangat peduli akan hidupmu," sambungku kembali menatap Raja Dante yang tengah duduk tertunduk di meja kerjanya.
"Aku mendengarnya dari Putri juga seperti itu, akan tetapi, sebuah segel diganti dengan satu wilayah... Pertukaran yang cukup menggiurkan bukan?" lanjutku menjawab perkataan Raja Dante.
"Dan kalian berdua, bersiaplah untuk kita berangkat besok," ucap Haruki, menoleh aku ke arahnya yang tengah duduk berseberangan dengan aku dan Izumi.
"Kalian akan segera pergi?" ucap Raja Dante.
"Tentu, pekerjaan kami telah selesai. Dan jangan lupakan bayaran untuk kerja yang kami lakukan," sambung Haruki mengalihkan pandangannya pada Raja Dante.
"Tidak bisakah kalian tinggal di sini saja? Aku akan memberikan apapun pada kalian, hanya bantu aku hingga keadaan Kerajaanku menjadi stabil..."
__ADS_1
"Kami tidak punya..."
"Kalian tahu, aku sangatlah bodoh. Aku tidak bisa mengurus Kerajaanku... Jadi kumohon," ucap Raja Dante kembali memotong perkataannya Haruki.
"Aku akan membantu dan mengajarimu bagaimana caranya mengurus suatu Kerajaan, akan tetapi... Jika kau dapat memenuhi semua persyaratan dariku," ungkap Haruki, ditatapnya Raja Dante yang mengangguk menatapnya.
"Syarat pertama, kau harus membagi sedikit kekayaan yang kau punya sebagai upah kami selama tinggal di sini..."
"Kedua, semua perkataan dariku adalah mutlak. Jika kau ingin memperdebatkannya, setidaknya berikan aku alasan yang kuat..."
"Ketiga, tidak ada yang dapat memerintah adik-adikku kecuali aku sendiri, dan aku ingin kalian juga tidak mengurusi kehidupan pribadi mereka..."
"Keempat, walaupun Gil merupakan seorang Kapten. Aku ingin adikku Kei sendirilah yang mengawasi langsung semua pelatihan yang dilakukan para Kesatria..."
"Kelima, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, mereka semua sama. Akupun menginginkan adanya yayasan untuk para perempuan agar mereka dapat berkembang, dan semua keputusan yang bersangkutan akan berada langsung dibawah pengawasan adikku, Sakura..."
"Keenam, semua pemasukan dan pengeluaran yang berkaitan akan Kerajaan akan langsung berada dibawah pengawasan dariku, dan jika aku menemukan kecurigaan... Aku tidak akan segan-segan menghukum mati orang tersebut, dan kau... Tidak aku perbolehkan untuk menentangnya..."
"Dan yang terakhir, jika kami telah melakukan semua tugas dan pergi meninggalkan Kerajaan ini. Aku ingin, saat aku mengirimkan surat untuk meminta bantuan kalian... Kalian harus datang membantu kami apapun yang terjadi dan siapapun musuh yang kami hadapi..."
"Jika kau setuju semua syarat yang aku berikan, kita akan menandatangani perjanjian. Dan akan aku pastikan, Kerajaanmu ini akan jauh lebih baik hanya dalam beberapa tahun dibawah pengawasan kami. Bagaimana pendapatmu wahai Raja?" ucap Haruki kembali menatapnya, tampak terukir senyum tipis mengukir kedua pipinya.
"Aku setuju, jika itu semua dapat membantu Kerajaanku menjadi lebih baik, maka aku akan menyetujuinya. Aku tidak ingin mengecewakan Ayahku untuk yang kesekian kalinya," jawab Raja Dante, ikut tersenyum ia menatapi Haruki.
"Baiklah jika begitu, kita sepakat," ungkap Haruki, berjalan ia mendekati Raja Dante seraya mengulurkan telapak tangannya pada Raja Dante.
__ADS_1
"Kita sepakat," sambung Raja Dante meraih dan menggenggam telapak tangan Haruki.