
"Aku telah memerintahkan semua pasukan untuk berkumpul," ucap Gil yang berjalan masuk ke dalam ruangan.
"Benarkah? Kalau begitu, aku akan memikirkan rencananya setelah adikku kembali," balas Haruki yang duduk berdampingan dengan Raja Dante.
"Aku kembali," terdengar suara Izumi diikuti pintu ruangan yang ikut terbuka.
Berjalan Izumi masuk ke dalam, melangkah ia mendekatiku seraya duduk ia disampingku. Kutatap Haruki, Gil dan juga Raja Dante yang mengalihkan pandangannya pada Izumi.
"Pasukan mereka bergerak mendekati empat penjuru Kerajaan, terutama yang berada di gerbang utama... Pasukan yang bergerak mendekatinya, dua kali lipat banyaknya daripada pasukan yang bergerak menuju sisi utara, timur dan juga barat."
"Apa kau yakin Haruki, kita bisa pergi dari sini... Lagipun, untuk apa kita membantu mereka," sambung Izumi menatap balik Raja Dante.
"Kau benar, sebaiknya kita pergi dari sini..."
"Aku menyerahkan segel Kerajaan kalian kepadamu lagi Raja," sambung Haruki, diangkatnya bungkusan segel tadi dihadapan Raja tersebut.
"Kumohon, jika kalian dapat menyelamatkan Kerajaan ini... Aku akan melakukan apapun," ucapnya seraya berlutut dihadapan Haruki.
"Benarkah? Walaupun aku memintamu menjadi budak untukku?"
"Jangan bercanda!"
"Gil!" balas Raja Dante berteriak, terdiam Gil menatap pilu Rajanya itu.
"Bagaimana menurutmu Sa-chan?"
"Jangan mempermainkan mereka nii-chan, musuh semakin mendekat. Kita tidak bisa membuang-buang waktu," ucapku balas menatapnya.
"Baiklah, Adikku telah membuat keputusan. Bawa kami semua menemui pasukanmu Gil!" ucap Haruki mengalihkan pandangannya pada Gil.
__ADS_1
Berjalan kami semua mengikuti langkah Gil yang menuntun kami menyusuri Istana, kulirik Raja Dante yang tak henti-hentinya memainkan jari-jemarinya karena cemas...
Langkah kaki kami terhenti di sebuah lapangan luas yang ada dibelakang Istana, lanjut berjalan kami semua melewati pandangan dari ribuan Kesatria yang berbaris rapi disamping kami...
Ikut berdiri kami dihadapan mereka, tatapan beserta bisik-bisik mengiringi kami yang ada di depan mereka. Balas aku menatap tatapan salah satu Kesatria yang menatapku...
"Dengarkan baik-baik kalian semua! Apapun yang terjadi, dengarkan dan patuhi apa yang laki-laki ini ucapkan. Apa kalian paham?!" teriak Gil pada mereka.
"Laksanakan, Kapten," suara riuh mereka yang serempak menggetarkan pendengaran.
Maju Haruki beberapa langkah dari kami, para Kesatria tadi terdiam menatapnya. Aura kedewasaan yang ia pancarkan semakin menguat di usianya yang sekarang menginjak enam belas tahun tersebut.
"Perkenalkan semuanya, namaku Aki. Yang ada disebelah sana ialah adik laki-lakiku Kei, dan itu adik perempuanku Sakura, sedangkan yang kecil bernama Kenta," ucap Haruki menatap kepada Izumi, aku dan juga Eneas bergantian.
"Aku ingin kalian membagi pasukan menjadi empat kelompok, tiga kelompok berjumlah dua ribu orang sedangkan satu kelompok lainnya berjumlah empat ribu orang."
"Siapa dia?"
"Apa yang ingin mereka lakukan?" bisik mereka bergantian seraya menatap kami berempat satu persatu.
"Apa kalian tidak ingin mempertahankan Kerajaan kalian? Apa kalian tidak ingin mempertahankan harga diri kerajaan?!" teriak Haruki yang membungkam mereka semua.
"Musuh tengah bergerak ingin menghancurkan kalian semua dari empat penjuru mata angin. Apa saling berbisik-bisik dan menggunjing salah satu sikap para Kesatria Kerajaan Paloma?!" teriak Haruki kembali, ditatapnya Haruki oleh mereka semua dengan tatapan tidak menyenangkan.
"Jika kalian memang berniat mati terkubur bersama runtuhnya Kerajaan kalian, maka lakukan saja semuanya seperti yang kalian lakukan sekarang," sambung Haruki balas memicingkan mata kepada mereka.
"Katakan saja apa maksud kalian mengumpulkan kami?" ucap seorang laki-laki yang menatapku sebelumnya, maju ia ke depan beberapa langkah.
"Siapa dia?" ucap Haruki menoleh kepada Gil.
__ADS_1
"Savon, wakil kapten," balas Gil menatapi Haruki.
"Maksud kami? Kami ingin membantu kalian berperang melawan mereka," ucap Haruki kembali seraya mengalihkan pandangannya kepada Savon.
"Apa kalian bercanda?"
"Apa aku terlihat bercanda di matamu?" balas Haruki menatapnya.
"Savon, hanya dengarkan saja perintahnya... Ia mempunyai segel Kerajaan," ucap Gil padanya, laki-laki yang bernama Savon itu tampak menggenggam kedua telapak tangannya diiringi tatapan marah yang ia tunjukkan pada Kaptennya.
"Apa kalian tidak mendengar apa yang dikatakan Kapten? bentuk masing-masing kelompok seperti saat latihan, kelompok satu, empat, lima dan tujuh akan bergabung menjadi satu..."
"Kelompok dua dan delapan akan bergabung menjadi satu. Kelompok tiga dan juga sepuluh juga akan bergabung menjadi satu. Sedangkan kelompok tiga dan juga sembilan, kalian akan menjadi kelompok terakhir," ucap Savon dengan suara lantang, tampak kulihat para Kesatria itu berhamburan lalu berbaris kembali seperti sebelumnya.
"Semuanya telah selesai Kapten," sambungnya berbalik, ditatapnya kembali wajah Gil olehnya.
"Kalian melakukannya dengan sangat cepat, kerja bagus Savon," ucap Haruki, dibalasnya tatapan mata Haruki dengan tatapan tajam yang ia hasilkan.
"Dengarkan aku baik-baik semuanya, musuh yang akan menyerang kita berjumlah..." ucapnya terpotong, dialihkannya tatapan matanya pada Izumi.
"Dua kali lipat dari jumlah mereka sekarang," balas Izumi menimpali ucapan Haruki.
"Tepat seperti yang ia katakan, dan musuh dengan jumlah terbanyak berada di gerbang utama yang ada di sebelah selatan..."
"Jadi, kelompok yang ada disebelah sana, kalian akan berada langsung dibawah perintah Kapten Gil menjaga benteng yang ada di sebelah Barat," ucap Haruki seraya menunjuk jari telunjuknya ke arah barisan Kesatria yang ada di sebelah kanannya.
"Kelompok yang ada di sebelahnya lagi, akan menjaga benteng sebelah timur, kalian akan berada langsung dibawah perintah adikku Kei," ucap Haruki kembali seraya mengalihkan pandangannya kepada Izumi.
"Dan kalian yang ada disana, akan menjaga benteng sebelah utara, kalian akan berada langsung dibawah perintahku."
__ADS_1
"Dan sisanya, termasuk kau Savon. Akan menjaga gerbang utama, benteng sebelah selatan dan akan berada langsung dibawah perintah adikku, Sakura. Apa kalian mengerti?!"
"Eh?" ucapku tertegun terkejut, kulirik para Kesatria dan juga Savon yang menatapku dengan tatapan yang tak kalah terkejutnya dariku.