
"Kapan? Kapan kau mengetahui tentang pisau itu Sa-chan?"
"Saat pertama kali kita datang ke Kastil, aku tak sengaja menemukannya di dalam tas milikku. Mungkin salah satu dari kalian yang meletakkannya di sana," ucapku balas menatapnya.
"Itu aku, saat membereskan semua barang-barang. Aku tidak suka membuang-buang senjata, jadi berhubung itu pisau, aku memberikannya padamu," sambung Izumi menimpali perkataanku.
"Lagipun, bukan itu yang harus kita pertanyakan sekarang. Melainkan, simbol buaya dan juga monster yang dimaksudkan Egil," ucap Izumi kembali seraya mengangkat kedua lengannya lalu disilangkannya ke dada.
"Buaya? Monster hitam dengan mata merah? Apa kalian memikirkan hal yang sama seperti yang aku pikirkan?" Ucap Haruki menatapi aku dan Izumi bergantian.
"Kekaisaran?" Ungkap Izumi menimpali perkataan Haruki.
"Kekaisaran?" Sambung Niel menatapi kami bertiga bergantian.
"Enam tahun yang lalu. Kami pernah diserang oleh Naga milik Kaisar, tubuhnya penuh sisik berwarna hitam dengan mata merah menyala," ucap Izumi seraya menundukkan kepalanya dengan kedua lengannya yang masih melekat di dada.
"Raja? Monster Hitam? Naga? Membakar habis?" Sambung Haruki ikut mengangkat kedua lengannya menyilang di dada.
"Bagaimana menurutmu, Sa-chan?"
"Entahlah, mungkin perkiraan kita benar. Tapi jika monster tersebut ada di sini, Kou pasti sudah merasakannya," ucapku mengangkat ibu jari mendekati bibir lalu menggigitnya.
"Egil, apa kau mengetahui dimana persembunyian mereka?" Sambungku mengalihkan pandangan padanya.
__ADS_1
"Egil," ucap Niel menatapnya yang masih diam tertunduk.
"Akan tetapi Ayah," sambungnya mengangkat kepala dengan kedua tangan menggenggam telapak tangan Niel.
"Jika Monster yang kau maksudkan itu muncul. Aku sendirilah yang akan mengusirnya dari sini, jadi Egil... Beritahukan semuanya padaku," ungkapku, kutatap dia yang mengalihkan pandangannya menatapku.
_____________________
"Periksa semua ruangan, jangan sampai kehilangan jejak apapun dan tangkap mereka semua yang ada di dalam!" Teriak Tem menggerakkan semua Kesatria memasuki bangunan kayu tua di tengah hutan.
Satu-persatu Kesatria tersebut berjalan masuk sedangkan sisanya berjalan mengelilingi bagian luar bangunan. Haruki menatapku lalu berbalik kembali, kugerakkan kudaku menyusul kuda miliknya yang berjalan menjauhi rombongan.
"Izumi!" Ungkap Haruki dengan nada sedikit meninggi, aku menoleh menatap Izumi yang juga telah menunggangi kudanya di belakangku.
Kuda milik Izumi bergerak maju melewati kami berdua. Keadaan sekitar menggelap diikuti keheningan yang menyelimuti hutan. Kutarik napasku dalam-dalam seraya berusaha fokus mendengar suara langkah kaki kuda yang berjalan di depanku.
"Jejak musuh. Karena, tidak mungkin musuh yang licik seperti itu akan mengajak orang asing ke tempat persembunyiannya," ucap Haruki ikut memecah keheningan.
"Jika begitu, kenapa kau menyetujui untuk pergi ke sini?"
"Apa kau ingin menjadikan mereka semua sebagai umpan, nii-chan?"
"Seperti yang diharapkan dari Adik kesayanganku," ucapan Haruki kembali terdengar.
__ADS_1
"Izumi, bawa kami ke Kastil secepat mungkin!" Sambung Haruki kembali.
"Sialan, pastikan kalian jangan sampai tertinggal," ucap Izumi diikuti suara langkah kaki kuda yang bergerak menjauh.
Kugerakkan kudaku mengikuti suara tadi, saat Izumi berteriak ke kanan... Kugerakkan kudaku secepat mungkin berbelok ke kanan, saat dia mengatakan perlambat kuda kalian. Aku segera menarik tali kekang kuda yang aku genggam agar kecepatannya berkurang.
Langkah kaki kuda kami bertiga semakin cepat tatkala bayang-bayang Kastil yang ada di puncak bukit terlihat. Berkali-kali dan berkali-kali Haruki berteriak agar gerbang Kastil dibuka, tapi tak membuahkan hasil.
"Ah sialan, Sachi panahmu," ucap Izumi seraya mengarahkan telapak tangannya padaku sembari sebelah tangannya yang lain diarahkannya kepada Haruki.
Kuarahkan telapak tanganku meraih busur dan anak panah yang menggantung di punggungku, kugerakkan busur dan anak panah tadi ke atas telapak tangan Izumi seraya pandangan mataku terjatuh pada Haruki yang meletakkan tali di atas telapak tangannya yang lain.
Izumi membuka ikatan tali yang biasanya tersimpan di dalam tas Haruki melilit anak panah yang aku berikan tadi. Diarahkannya anak panah yang telah terikat tali ke atas tembok Kastil.
Izumi turun dari atas kudanya saat anak panah yang ia terbangkan menancap di atas tembok tersebut. Izumi menarik tali tadi untuk memastikan kuat atau tidaknya, maju dia beberapa langkah seraya digerakkannya tubuhnya memanjat seutas tali tadi.
Aku ikut turun dari atas kudaku seraya kulangkahkan kaki melewati jembatan. Aku menoleh saat tepukan pelan Haruki menyentuh pundakku. Kakiku kembali bergerak semakin mendekati seraya tanganku meraih tali yang terbang ke kanan dan ke kiri tertiup angin malam.
Kugerakkan tubuhku memanjat tali tersebut, tampak dari kejauhan kutatap Izumi yang memegang erat tali itu dari atas tembok. Kugerakkan telapak tanganku meraih telapak tangan Izumi yang mengarah padaku sembari ikut kugerakkan kakiku meraih atas tembok lalu duduk di atasnya.
Kualihkan pandanganku pada Haruki yang juga ikut memanjat menyusul kami. Tak sepertiku, mereka berdua terlihat melakukannya dengan sangat mudah. Izumi menggerakkan tubuhnya mundur ke belakang saat Haruki hampir mencapai atas tembok, aku pun ikut menggerakkan tubuhku mundur perlahan dengan sangat hati-hati. Karena jika tidak, semua tulangku akan langsung hancur berkeping-keping karena ketinggian ini.
"Sa-chan, turunlah terlebih dahulu. Kami akan membantumu," ucap Haruki seraya mengarahkan ujung tali tadi ke arahku.
__ADS_1
Kuraih ujung tali tadi seraya kugenggam dengan sangat kuat, aku melompat turun hingga tubuhku beberapa kali bergoyang di udara membentur tembok. Kutatap kedua Kakakku yang menggenggam tali tadi seraya digerakkannya tali tadi menjulur ke bawah dengan sangat pelan oleh mereka.
Aku mundur ke belakang beberapa langkah saat kedua kakiku mendarat kembali ke tanah. Pandangan mataku masih tertuju pada Izumi yang juga bergerak turun menyusulku. Aku menggerakkan kepalaku menoleh ke belakang, pintu Kastil yang semula selalu tertutup... Entah kenapa, terbuka dengan sangat lebar malam ini.