Fake Princess

Fake Princess
Chapter XLII


__ADS_3

"Ayah, bolehkah aku ikut denganmu saja?" ucapku seraya mengalihkan pandanganku ke arah Raja


"Kau ingin bersamaku?" balasnya yang kubalas dengan anggukan kepala


"Baiklah, aku mengerti." Tukasnya seraya kembali menepuk-nepuk pelan kepalaku


"Cih!" cibir Izumi seraya membuang pandangannya ke samping


Kusandarkan kepalaku di lengan Raja, kutatap Haruki yang duduk dihadapanku dengan sebuah buku tebal bersampul biru di pangkuannya. Sedangkan Izumi, dia sendiri tampak hanyut mengarahkan pandangannya ke luar jendela.


Kereta berhenti bergerak diikuti berhentinya juga derap langkah kaki yang mengikutinya. Pintu kereta terbuka pelan dari luar, beranjak aku duduk seraya menatap bayangan yang membuka pintu tersebut. Tampak Duke Masashi telah berdiri di samping daun pintu kereta, lengkap dengan baju zirahnya yang berwarna hitam.


"Salam, Yang Mulia," tukas Duke Masashi seraya membungkukkan tubuhnya ke arah kami


Beranjak Raja dari tempat duduknya, melangkah ia mendekati pintu kereta seraya kembali melangkahkan kakinya menuruni kereta. Duke Masashi sendiri kembali berdiri tegap di samping Raja, berbalik Raja seraya menatapku dan menjulurkan kedua lengannya ke arahku.


Berjalan aku mendekatinya, diraih dan digendongnya aku ke pelukannya. Izumi dan Haruki sendiri mengikuti langkah kami menuruni kereta...


Kuarahkan pandangan mataku ke sekitar, tampak sebuah tenda berukuran besar terbuat dari kain berwarna biru berdiri kokoh di hadapan kami dengan beberapa buah tenda berukuran lebih kecil berwarna senada di kanan dan kirinya.


"Salam, Yang Mulia." ucapan mereka tampak serasi satu sama lain terdengar


Semua orang yang ada di sana baik laki-laki maupun perempuan berlutut di hadapan kami. Para laki-laki berbagai usia serempak memakai baju zirah yang hanya dibedakan dari warnanya saja sedangkan para perempuan, mereka terlihat sangat anggun dengan mantel-mantel berbulu yang menyelimuti gaun-gaun mereka.


"Berdirilah!" tukas Raja seraya menatap ke arah mereka


Satu persatu dari mereka terlihat bangkit berdiri. Kalian sendiri akan dapat melihat hembusan nafas yang mereka keluarkan akibat semakin menurunnya suhu di sekitar...


Ya, udara di sekitar entah kenapa tiba-tiba berubah menjadi semakin dingin menusuk. Kupeluk erat tubuh Raja, hangat dari tubuhnya tampak mengalir juga di tubuhku...


"Apa semua persiapannya telah selesai?" Raja tiba-tiba kembali bersuara

__ADS_1


"Semuanya telah selesai, Yang Mulia. Kita dapat langsung memulai acaranya." Terdengar suara laki-laki yang akupun tidak tahu itu siapa.


Diturunkannya aku dari gendongannya, digenggamnya tangan kecilku olehnya. Ditatapnya satu persatu orang yang ada di hadapan kami...


"Atas nama Deus, aku berharap festival ini dapat membawa keberkahan untuk Kerajaan kita. Semua yang hidup di hutan ini, tidak lain tidak bukan ialah berkah terbesar yang Deus berikan untuk kita dan akupun, akan selalu berdoa di tahun-tahun kedepan kita tetap bisa mendapatkan berkah-berkah seperti ini dari-Nya..."


"Dengan ini aku nyatakan... Festival berburu telah dibuka." Sambung Raja seraya kembali menatap mereka


"Laksanakan, Yang Mulia." Ucap semua orang yang ada disini secara bersamaan


Semua orang berpencar menuju ke tenda-tenda mereka masing-masing, dituntunnya aku oleh Raja menuju ke sebuah tenda berukuran paling besar yang ada di sini. Duduk Raja di kursi yang telah disediakan, diraih dan diangkatnya aku duduk di pangkuannya.


Berselang, Haruki dan Izumi mengikuti langkah kami dan duduk di kursi yang ada di sebelah kanan dan kiri Raja. Satoru, Tatsuya, Tsutomu dan juga Tsubaru tampak mengikuti langkah mereka berdua dari belakang dengan sebuah busur panah berbeda ukuran di tangan-tangan mereka.


Haruki dan Izumi mengambil busur panah yang diberikan oleh Tatsuya dan Tsutomu pada mereka sedangkan Tsubaru dan Satoru, mereka berdiri tepat dibelakang aku dan Raja.


"Apa kita tidak ikut berburu, Ayah?" ucapku seraya menatap kearahnya


"Kita mengikutinya, kita hanya tengah menunggu para Kesatria menyiapkan kuda yang akan kita tumpangi." balasnya yang ikut berbalik menatapku


Dipeluk dan digendongnya aku oleh Raja, beranjak ia berjalan menuju ke arah Kuda berwarna hitam yang ditarik oleh salah satu Kesatria.


Diangkatnya tubuhku ke atas kuda berwarna hitam tersebut, turut naik dan duduk ia dibelakangku. Kuda hitam itu berjalan mengikuti arahan Kesatria yang menariknya, Satoru dan Tsubaru tampak terlihat berjalan mengiringi kami dari belakang.


Suara derap langkah kaki kuda terdengar beriringan dengan suara besi-besi yang dihasilkan oleh baju-baju zirah yang mereka kenakan, semua suara itu tampak bergabung menjadi satu mengikuti suara angin yang berhembus menembus pori-pori kulit kami.


"Apa kau baik-baik saja? Apa kau kedinginan?" tukas Raja seraya memfokuskan pandangannya ke depan, terlihat asap putih keluar dari kedua bibirnya


"Aku baik-baik saja, Ayah." balasku seraya mengarahkan pandanganku ke atas menatapnya


Kualihkan pandanganku ke arah kanan, tampak terlihat pepohonan yang telah gugur daunnya berbaris rapi. Terjatuh pandanganku ke sebuah kilapan cahaya yang berasal dari salah satu akar pohon yang tumbuh disana...

__ADS_1


Walaupun sekarang memasuki musim dingin akan tetapi salju sendiri belum turun menjatuhi kami, karena itulah kilapan cahaya itu semakin terlihat bersinar di mataku...


"Ayah..."


"Bisakah aku ke sana sebentar?" sambungku seraya menunjuk ke arah kilapan cahaya tadi


"Apa yang ingin kau lakukan disana?" tukas Raja seraya mengikuti arah yang aku tunjuk


"Apa Ayah tidak melihatnya?" ucapku seraya mengalihkan pandanganku menatapnya


"Melihat apa?" balasnya diiringi ekspresi bingung yang memenuhi wajahnya


Apa Raja tidak melihatnya? Apa semua orang tidak melihatnya? Apa hanya aku yang dapat melihatnya?


"Tidak apa-apa Ayah. Aku hanya ingin... Kau tahu? buang air kecil." ungkapku pelan seraya mengalihkan pandangan mataku darinya


"Aku mengerti..."


"Tsubaru, temani dia." ucap Raja kembali seraya mengalihkan pandangannya ke arah Tsubaru


"Laksanakan, Yang Mulia" tukas Tsubaru seraya melangkahkan kaki mendekati Raja


Diangkatnya tubuhku oleh Raja, disambut dan diturunkannya kembali tubuhku oleh Tsubaru. Berjalan ia menuntunku semakin mendekati kilapan cahaya yang mencuri perhatianku tadi...


"Tsubaru, tunggu disini sebentar. Aku akan segera kembali." Ucapku seraya melepaskan genggaman tanganku di tangannya


" Aku mengerti, Putri."


Kulangkahkan kakiku semakin mendekati akar pohon yang bersinar tadi, udara disekitar terasa semakin menusuk ke tulang-tulang ku...


Sebuah kumpulan salju jatuh tepat di pandanganku. Kuperhatikan kanan dan kiriku, semua permukaan telah diselimuti salju tebal...

__ADS_1


Bagaimana bisa salju turun sebanyak ini di hari pertama musim dingin? Tubuhku menggigil, aku tahu kalau ada sesuatu yang salah disini. Berbalik aku hendak kembali...


"Eh?" tukasku terpaku seraya menatap hamparan luas salju yang berhamburan di belakangku


__ADS_2