
"Apa kau ingin menyanggul rambutmu, Putri?"
"Tidak perlu, hanya rapikan saja sedikit." Ucapku menatap bayangannya yang dipantulkan oleh cermin di hadapanku
Diambilnya kedua sisi rambutku seraya diletakkannya ke arah belakang, dijepitnya rambutku tadi menggunakan jepitan kayu yang kami buat sendiri. Rambut cokelatku tampak menyatu dengan warna biru muda dari gaun yang aku kenakan...
Berlutut Tsubaru disampingku, kuputar tubuhku menghadap ke arahnya. Diraih dan dikenakannya sepatu kaca di kedua kakiku, diambilnya lagi seperangkat perhiasan dengan hiasan batu-batu mulia berwarna senada yang tergeletak di atas meja, dikenakannya perhiasan-perhiasan tadi ke tubuhku...
Berdiri Tsubaru dihadapanku, diarahkannya telapak tangan kirinya ke arahku. Kuraih dan kugenggam telapak tangannya tadi seraya beranjak berdiri...
Berjalan ia mendahului seraya dibukakannya pintu untukku, tampak Zeki yang mengenakan setelan jas hitam dengan rambut dikuncir ke belakang tengah berdiri menunggu dengan kedua lengan yang disilangkan nya ke dada...
Berjalan Zeki mendekati kami, berdiri ia menyamping seraya ditekuk nya lengan kanannya ke pinggang. Kuraih dan ku lingkarkan tangan kiriku ke lengan kanannya, menoleh ia ke arah kami berdua...
"Terima kasih." Ucap Zeki seraya menatap ke arah Tsubaru, membungkuk Tsubaru ke arahnya
"Aku pergi dulu, Tsu nii-chan." ucapku yang juga menatap ke arah Tsubaru
"Bukankah ia pelayanmu?" tukas Zeki menatap bingung kepadaku
"Tsubaru, sudah seperti kakakku. Tidak, dia memang kakakku. Sekali lagi kau memanggilnya pelayan, aku akan menendang jauh tubuhmu."
"Aku mengerti..."
"Aku meminjam adikmu sebentar, Kak Tsubaru." Sambung Zeki mengalihkan pandangannya ke arah Tsubaru
"Tentu, tolong awasi Putri, Pangeran. Dia suka lupa diri jika dihadapkan dengan makanan yang manis."
"Aku mengerti..."
"Kita pergi?" ucap Zeki yang kubalas dengan anggukan kepala
Berjalan kami berdua beriringan menuju ke sebuah pintu besar berwarna putih yang terbuka lebar. Masuk kami berdua ke dalam ruangan, dentingan piano terdengar mengalun di telinga...
Berjalan kami berdua ke arah Raja Ismet yang tengah berdiri di tengah-tengah tamu undangan, membungkuk kami berdua ke arahnya seraya memberikan hormat...
"Kalian telah datang... Kau terlihat cantik." Tukas Raja Ismet seraya menatapku
"Terima kasih, Ayah." balasku, tersenyum aku balik menatapnya
"Ajaklah tunanganmu berdansa disana seperti saudara-saudaramu yang lain." Ucap Raja Ismet mengalihkan pandangannya ke arah Zeki
"Aku mengerti."
Berbalik dan berjalan kami mendekati sekumpulan pasangan yang tengah hanyut berdansa,
"Apa kau bisa berdansa?" bisik Zeki pelan
"Bagaimana denganmu?" ucapku, yang dibalas keheningan dari Zeki
"Pfftt" tukas Zeki menahan tawa, diletakkannya kepalanya di bahuku
"Apa kau ingin membuatku tidak bisa berjalan lagi?"
"Sepuluh kali, sudah sepuluh kali kau menginjak kakiku." Sambungnya
"Kau sendiri, gerakanmu seperti robot."
"Apa itu robot?" ucapnya, diangkatnya kepalanya dariku seraya dihapusnya air matanya yang sedikit keluar
"Aku dilatih seperti laki-laki oleh kakak-kakakku... Aahh ini memalukan sekali" ucapku, kututup wajahku dengan kedua tanganku
"Haruskah kita berhenti?" ditariknya lengan kiriku, berjalan ia seraya menarikku ke dekat jendela yang terbuka
__ADS_1
"Aku pikir, kau dapat melakukan apapun." Ucapnya, sesekali ditutup mulutnya menahan tawa
"Aku juga manusia, kau tahu. Kau juga tidak bisa berdansa, kenapa juga harus aku sendiri yang ditertawakan."
"Aku terlalu sibuk berlatih pedang dan memperkuat fisikku. Untuk apa juga aku berlatih berdansa."
"Kochira koso..."
"Itu bahasa Kerajaan kami. Apa kau mempelajarinya?" ucapku menatapnya
"Aku mempelajarinya, sejak tiga tahun yang lalu." tukasnya balas menatapku
"Kenapa?"
"Jika kau menyanyikan ku lagu lagi, aku akan mengerti maksud dari lagu tersebut." Ucapnya tersenyum menatapku
"Apa kau ingin ku nyanyikan lagu lagi, seperti dulu..." balasku tersenyum menatapnya
"Kemarilah." Sambungku, kuraih lengannya seraya kutarik tubuhnya mendekati piano yang diletakkan di sudut ruangan
Meminta izin aku kepada pemain piano untuk meminjam sebentar piano yang dimainkannya. Duduk aku di depan piano dengan Zeki yang berdiri di sampingku, sesekali kutatap Zeki dengan jari-jariku yang sibuk menari di atas tuts piano...
Saat kita berdua bersama
Aku akan mengenakan gaun indah
Kita melangkah dengan langkah yang sama
Jika kau memegang tanganku, maka akan terasa sempurna
Masih ada sesuatu yang tidak ku mengerti
Aku sama seperti anak kecil lainnya, bukan?
Tapi aku tidak pernah merasa ingin mengucapkan selamat tinggal
Jika kita berdua bersama, Darling
Dimana pun, di dunia ini tidak menjadi masalah
Ketika aku bahagia, kamu akan tersenyum
Ketika kamu bahagia, aku akan tersenyum
Sampai sekarang aku telah bertemu banyak orang
Aku bertanya pada diriku sendiri, orang seperti apa aku ini?
Tidak ada seorangpun yang mengizinkan ku untuk mengerti diriku sendiri
Kecuali kamu
Jatuh cinta bukanlah Matematika
Tidak begitu penting tentang keseimbangan
Aku akan melindungimu
Terkadang kamu juga akan melindungiku
Ini mudah
Hari-hari yang dihabiskan bersamamu
__ADS_1
Bagiku yang terkunci dengan kesendirian
Senyuman mu, adalah kunci untuk membuka segalanya
Pengetahuan, naluri, uang dan juga keinginan
Serta pekerjaan yang harus diselesaikan
Semuanya, semuanya, tinggalkan saja untuk Minggu depan
Minggu ini, kamu adalah prioritas utama
Tentu saja, tidak semua akan berjalan mudah
Kita bukanlah lukisan yang digambar oleh seseorang
Kita harus tenang menghadapi masalah
Satu untuk sayang, dua untuk semua
Aku sangat menyayangimu
Setiap saat, aku akan merasa tidak aman
Melemah karena penyakit
Aku menderita melihatmu seperti itu
Tapi tetap saja aku menyukaimu
Ini hanya canggung
Tidak peduli berapa sulitnya itu
Aku ingin berada di sisimu
Darling, kamu tidak perlu mengatakan apapun
Ketika kamu pulang, rangkul aku
Jika kamu ada, aku akan melakukan yang terbaik
Hey Darling, i'm so happy
Terima kasih telah bersama denganku
Ketika tidur, berdebat dan tersenyum
Aku menyukai semuanya
Darling, jangan pergi kemanapun
Jangan biarkan siapapun menyentuhmu
Aku ada disini, berada di sampingmu
Hey Darling, i'm so happy
Jika aku Ratu, maka kamu akan menjadi Raja
Meskipun memalukan dan tidak pernah sempat mengatakannya tapi
Aku menyukaimu
__ADS_1