Fake Princess

Fake Princess
Chapter LIV


__ADS_3

"Apa kau ingin menyanggul rambutmu, Putri?"


"Tidak perlu, hanya rapikan saja sedikit." Ucapku menatap bayangannya yang dipantulkan oleh cermin di hadapanku


Diambilnya kedua sisi rambutku seraya diletakkannya ke arah belakang, dijepitnya rambutku tadi menggunakan jepitan kayu yang kami buat sendiri. Rambut cokelatku tampak menyatu dengan warna biru muda dari gaun yang aku kenakan...


Berlutut Tsubaru disampingku, kuputar tubuhku menghadap ke arahnya. Diraih dan dikenakannya sepatu kaca di kedua kakiku, diambilnya lagi seperangkat perhiasan dengan hiasan batu-batu mulia berwarna senada yang tergeletak di atas meja, dikenakannya perhiasan-perhiasan tadi ke tubuhku...


Berdiri Tsubaru dihadapanku, diarahkannya telapak tangan kirinya ke arahku. Kuraih dan kugenggam telapak tangannya tadi seraya beranjak berdiri...


Berjalan ia mendahului seraya dibukakannya pintu untukku, tampak Zeki yang mengenakan setelan jas hitam dengan rambut dikuncir ke belakang tengah berdiri menunggu dengan kedua lengan yang disilangkan nya ke dada...


Berjalan Zeki mendekati kami, berdiri ia menyamping seraya ditekuk nya lengan kanannya ke pinggang. Kuraih dan ku lingkarkan tangan kiriku ke lengan kanannya, menoleh ia ke arah kami berdua...


"Terima kasih." Ucap Zeki seraya menatap ke arah Tsubaru, membungkuk Tsubaru ke arahnya


"Aku pergi dulu, Tsu nii-chan." ucapku yang juga menatap ke arah Tsubaru


"Bukankah ia pelayanmu?" tukas Zeki menatap bingung kepadaku


"Tsubaru, sudah seperti kakakku. Tidak, dia memang kakakku. Sekali lagi kau memanggilnya pelayan, aku akan menendang jauh tubuhmu."


"Aku mengerti..."


"Aku meminjam adikmu sebentar, Kak Tsubaru." Sambung Zeki mengalihkan pandangannya ke arah Tsubaru


"Tentu, tolong awasi Putri, Pangeran. Dia suka lupa diri jika dihadapkan dengan makanan yang manis."


"Aku mengerti..."


"Kita pergi?" ucap Zeki yang kubalas dengan anggukan kepala


Berjalan kami berdua beriringan menuju ke sebuah pintu besar berwarna putih yang terbuka lebar. Masuk kami berdua ke dalam ruangan, dentingan piano terdengar mengalun di telinga...


Berjalan kami berdua ke arah Raja Ismet yang tengah berdiri di tengah-tengah tamu undangan, membungkuk kami berdua ke arahnya seraya memberikan hormat...


"Kalian telah datang... Kau terlihat cantik." Tukas Raja Ismet seraya menatapku


"Terima kasih, Ayah." balasku, tersenyum aku balik menatapnya


"Ajaklah tunanganmu berdansa disana seperti saudara-saudaramu yang lain." Ucap Raja Ismet mengalihkan pandangannya ke arah Zeki


"Aku mengerti."


Berbalik dan berjalan kami mendekati sekumpulan pasangan yang tengah hanyut berdansa,


"Apa kau bisa berdansa?" bisik Zeki pelan


"Bagaimana denganmu?" ucapku, yang dibalas keheningan dari Zeki


"Pfftt" tukas Zeki menahan tawa, diletakkannya kepalanya di bahuku


"Apa kau ingin membuatku tidak bisa berjalan lagi?"


"Sepuluh kali, sudah sepuluh kali kau menginjak kakiku." Sambungnya


"Kau sendiri, gerakanmu seperti robot."


"Apa itu robot?" ucapnya, diangkatnya kepalanya dariku seraya dihapusnya air matanya yang sedikit keluar


"Aku dilatih seperti laki-laki oleh kakak-kakakku... Aahh ini memalukan sekali" ucapku, kututup wajahku dengan kedua tanganku


"Haruskah kita berhenti?" ditariknya lengan kiriku, berjalan ia seraya menarikku ke dekat jendela yang terbuka

__ADS_1


"Aku pikir, kau dapat melakukan apapun." Ucapnya, sesekali ditutup mulutnya menahan tawa


"Aku juga manusia, kau tahu. Kau juga tidak bisa berdansa, kenapa juga harus aku sendiri yang ditertawakan."


"Aku terlalu sibuk berlatih pedang dan memperkuat fisikku. Untuk apa juga aku berlatih berdansa."


"Kochira koso..."


"Itu bahasa Kerajaan kami. Apa kau mempelajarinya?" ucapku menatapnya


"Aku mempelajarinya, sejak tiga tahun yang lalu." tukasnya balas menatapku


"Kenapa?"


"Jika kau menyanyikan ku lagu lagi, aku akan mengerti maksud dari lagu tersebut." Ucapnya tersenyum menatapku


"Apa kau ingin ku nyanyikan lagu lagi, seperti dulu..." balasku tersenyum menatapnya


"Kemarilah." Sambungku, kuraih lengannya seraya kutarik tubuhnya mendekati piano yang diletakkan di sudut ruangan


Meminta izin aku kepada pemain piano untuk meminjam sebentar piano yang dimainkannya. Duduk aku di depan piano dengan Zeki yang berdiri di sampingku, sesekali kutatap Zeki dengan jari-jariku yang sibuk menari di atas tuts piano...


Saat kita berdua bersama


Aku akan mengenakan gaun indah


Kita melangkah dengan langkah yang sama


Jika kau memegang tanganku, maka akan terasa sempurna


Masih ada sesuatu yang tidak ku mengerti


Aku sama seperti anak kecil lainnya, bukan?


Tapi aku tidak pernah merasa ingin mengucapkan selamat tinggal


Jika kita berdua bersama, Darling


Dimana pun, di dunia ini tidak menjadi masalah


Ketika aku bahagia, kamu akan tersenyum


Ketika kamu bahagia, aku akan tersenyum


Sampai sekarang aku telah bertemu banyak orang


Aku bertanya pada diriku sendiri, orang seperti apa aku ini?


Tidak ada seorangpun yang mengizinkan ku untuk mengerti diriku sendiri


Kecuali kamu


Jatuh cinta bukanlah Matematika


Tidak begitu penting tentang keseimbangan


Aku akan melindungimu


Terkadang kamu juga akan melindungiku


Ini mudah


Hari-hari yang dihabiskan bersamamu

__ADS_1


Bagiku yang terkunci dengan kesendirian


Senyuman mu, adalah kunci untuk membuka segalanya


Pengetahuan, naluri, uang dan juga keinginan


Serta pekerjaan yang harus diselesaikan


Semuanya, semuanya, tinggalkan saja untuk Minggu depan


Minggu ini, kamu adalah prioritas utama


Tentu saja, tidak semua akan berjalan mudah


Kita bukanlah lukisan yang digambar oleh seseorang


Kita harus tenang menghadapi masalah


Satu untuk sayang, dua untuk semua


Aku sangat menyayangimu


Setiap saat, aku akan merasa tidak aman


Melemah karena penyakit


Aku menderita melihatmu seperti itu


Tapi tetap saja aku menyukaimu


Ini hanya canggung


Tidak peduli berapa sulitnya itu


Aku ingin berada di sisimu


Darling, kamu tidak perlu mengatakan apapun


Ketika kamu pulang, rangkul aku


Jika kamu ada, aku akan melakukan yang terbaik


Hey Darling, i'm so happy


Terima kasih telah bersama denganku


Ketika tidur, berdebat dan tersenyum


Aku menyukai semuanya


Darling, jangan pergi kemanapun


Jangan biarkan siapapun menyentuhmu


Aku ada disini, berada di sampingmu


Hey Darling, i'm so happy


Jika aku Ratu, maka kamu akan menjadi Raja


Meskipun memalukan dan tidak pernah sempat mengatakannya tapi


Aku menyukaimu

__ADS_1


__ADS_2