Fake Princess

Fake Princess
Chapter CLVI


__ADS_3

Kutatap Kou yang telah berbalik membelakangi kami, melangkah ia seraya digerakkannya kepalanya ke kanan dan ke kiri menatap lempengan es yang ada di bawah kakinya.


Kou mengangkat tinggi-tinggi ekornya, diarahkannya dengan kuat ekornya tadi memukul lempengan es yang berada di bawah kakinya. Dilakukannya hal itu berulang-ulang hingga membentuk lubang besar menganga di sekitarnya.


Terbang Kou menggerakkan sayapnya di udara, masih kutatap dia yang menggerakkan kepalanya ke kanan dan juga kiri tubuhnya. Dibukanya mulutnya selebar mungkin, serpihan-serpihan es yang keluar dari mulutnya membentuk dinding tinggi nan transparan di hadapan kami...



Kou menukik terbang melewati lubang yang ia buat sebelumnya, maju aku bergerak mendekati samping kapal seraya kugenggam kuat papan kayu yang ada di hadapanku itu. Kuarahkan pandanganku pada lempengan es yang ada di bawah kapal...


"Kou, kumohon," gumamku pelan, semakin kuat genggaman tanganku di papan tadi.


Sesuatu muncul dari lubang yang dibuat Kou sebelumnya, kutatap dia yang terbang dengan makhluk raksasa berada di mulutnya. Digerakkannya kepalanya seraya dilemparkannya oleh Kou makhluk tadi hingga membentur keras dinding es yang ia buat sebelumnya.


Turun Kou menapaki kakinya di hamparan es tadi, melangkah ia mendekati makhluk berbadan gurita dan berkepala hiu tersebut. Makhluk tadi bergerak mencoba menghindari Kou yang semakin mendekatinya...


Diinjak dan dicengkeramnya salah satu tentakel makhluk tadi olehnya, Kou kembali membuka mulutnya membekukan tentakel makhluk tadi... Terdiam Kou beberapa saat akibat pukulan salah satu tentakel di kepalanya...


Bergerak Kou mendekati tentakel yang ia bekukan sebelumnya, diinjaknya es tadi seraya dicengkeramnya hingga hancur berkeping-keping sembari diigigitnya tentakel yang berusaha melarikan diri tadi...


Kou memutarkan tubuhnya, ikut terbang makhluk tadi mengikuti putaran yang dilakukan Kou. Kutatap dinding es yang telah runtuh sebagian itu...

__ADS_1


Tubuh makhluk tadi terpental jauh jatuh ke air, masih kutatap mulut Kou yang masih menggigit tentakel dari makhluk tadi. Diletakkannya tentakel yang masih bergerak tadi di hamparan es yang ada di hadapannya... Duduk Kou menatapi tentakel tadi seraya lama ia menatapku.


"My Lord, bisakah?" kubalas tatapannya dengan anggukan kepala dariku.


Kembali ia menoleh ke arah tentakel tadi, digigitnya tentakel yang masih bergerak tadi sedikit demi sedikit. Lama kami menatapnya yang masih sibuk melahap tentakel tadi.


"Apa Monster milikmu kelaparan?" terdengar suara Aydin, menoleh aku menatapnya yang telah berdiri di sampingku.


"Itu karena dia terlalu lama berada di dunia manusia, aku tidak bisa memarahinya. Karena bagaimanapun, usianya baru sebelas tahun," ucapku seraya kembali mengalihkan pandangan ke arah Kou yang telah terbang kembali.


Kupandangi Kou yang bergerak terbang memutari lautan yang telah berwarna merah di sisi sebelah kanan kami. Kembali Kou menukik turun menembus air berwarna merah tadi...


Kembali Kou membuka mulutnya, kutatap kepala makhluk tadi yang berbentuk seperti hiu telah membeku dengan lempengan es yang mengelilinginya. Tubuhnya yang terjatuh tadi kembali terlempar ke depan oleh ayunan ekor yang dilakukan Kou.


Kuarahkan pandanganku pada makhluk tadi, kutatap tentakelnya yang berusaha bergerak di atas hamparan es milik Kou seraya kualihkan pandanganku menatap matanya yang masih bergerak walau berada di dalam bongkahan es tebal yang menyelimuti kepalanya...


Kou kembali mendarat di hadapannya, digerakkannya kepalanya menggigit tentakel tadi seraya sebelah cakarnya menggenggam tentakel tadi agar tak bergerak. Putus salah satu tentakel makhluk tadi dari tubuhnya, darah segar mengucur keluar membasahi tubuh Kou.


Dilemparkannya tentakel yang masih berada di dalam mulutnya tadi ke sebelah tubuhnya. Digigitnya kembali tentakel yang lain hingga putus seperti sebelumnya, kutatap Kou yang masih melakukan hal yang sama...


Tumpukan tentakel yang ada di sampingnya tampak menggeliat dan membelit satu sama lain. Kuarahkan kembali pandangan mataku ke arah Kou yang telah mengangkat kembali ekornya yang runcing tersebut.

__ADS_1


Berkali-kali digerakkannya ekornya tadi membentur bongkahan es yang menyelimuti makhluk tadi. Bongkahan es tadi terbelah menjadi dua...


Dicengkeramnya kepala makhluk tadi oleh Kou, kutatap ia yang mencoba melepaskan kepalanya dari cengkeraman Kou sebelumnya. Kepala makhluk tadi semakin terbenam ke dalam hamparan es akibat hentakan yang Kou buat di kepalanya...


Kou menggerakkan kepalanya mendekati kepala makhluk tadi, digigitnya berkali-kali leher makhluk itu. Darah dari makhluk tersebut mengucur keluar menampar wajahnya...


Kutatap tubuh makhluk tadi yang mengejang-ngejang di bawah cengkeraman Kou, diangkatnya sebelah kakinya yang lain oleh Kou ke atas tubuh makhluk tersebut seraya ekornya yang berduri tak henti-hentinya mencambuk tubuh makhluk itu...


Hamparan es yang ada dihadapan kami telah berubah menjadi lautan darah dalam sekejap. Beranjak Kou menatapku, melangkah ia perlahan berjalan mendekati...


Kuangkat kedua lenganku ke arahnya seraya kupeluk dengan erat lehernya yang masih dipenuhi darah yang telah membeku, bau amis darah yang memenuhi tubuhnya semakin membuat pelukanku padanya menguat...


"Kau berhasil melakukannya Kou, kerja bagus," ucapku dengan suara bergetar, kuangkat telapak tangan kananku mengusap pelan lehernya.


"My Lord, kalian tidak membutuhkannya bukan? Bisakah aku memakannya? Baru kali ini aku menemukan ikan sebesar itu."


"Aydin, kalian tidak membutuhkan tubuh makhluk itu bukan? Nagaku menginginkannya," ungkapku mengalihkan pandangan padanya.


"Tentu, dia bisa memilikinya," ucapnya balas menatapku.


"Kau bisa memakannya Kou, jika kau mau... Kita bisa sedikit lebih lama di sini. Kami akan memberikan banyak ikan untukmu. Aku benar bukan, nii-chan?" ungkapku seraya menoleh ke belakang menatap Haruki.

__ADS_1


__ADS_2