Fake Princess

Fake Princess
Chapter CCCXIII


__ADS_3

"Aku tidak tahu, aku tidak mengerti apa yang dimaksudkan," ucapnya sembari melepaskan cubitan yang ia lakukan di pipiku.


"Aku tidak merasakan apapun, jika ada Kou aku pasti akan tahu... Ini batu biasa ataupun bukan," ucapku kembali menatapinya.


"Aku akan menjelaskannya," terdengar suara perempuan dari arah belakang, kugerakkan lengan kiriku meraih lengan pakaian Zeki lalu menggenggamnya kuat.


Aku melirik ke arah Zeki yang juga dibalas oleh lirikan yang Zeki lakukan padaku. Zeki berbalik ke belakang, tak ada respon apapun darinya semakin membuatku penasaran akan apa yang terjadi.


Aku ikut berbalik ke belakang, kutatap Ratu Alelah telah berdiri di hadapan kami dengan beberapa orang perempuan di belakangnya berserta Haruki, Izumi dan juga Aydin di samping kanan dan kiri tubuhnya.


"Apa yang kalian berdua lakukan di sini?" Ucap Haruki tersenyum ke arah kami.


"Apa kau yang mengajak adikku ke sini, Zeki?" Sambung Izumi menimpali perkataan Haruki.


"Kami tak melakukan apapun, aku hanya menunjukkan ukiran batu yang ada di belakang kami," ucap Zeki mengarahkan ibu jarinya menunjuk ke belakang.


"Ukiran batu?" Ungkap Haruki sambil tetap tersenyum dingin ke arahku.


"Ukirannya tertulis menggunakan bahasa kuno nii-chan, jika kau tak mempercayainya... Kau bisa memeriksanya sendiri," ucapku balas tersenyum padanya.


"Itu adalah salah satu peninggalan dari Ratu pertama," ucap Callia kembali menerjemahkan perkataan Ratu Alelah, kutatap dirinya yang melangkah mendekati.


"Peninggalan?"

__ADS_1


"Benar, peninggalan. Ini cerita turun-temurun yang diceritakan oleh Ratu kepada calon Ratu berikutnya..."


"Dikisahkan, jika Ratu pertama memiliki kekasih yang sangat ia cintai, lebih tepatnya... Mereka saling mencintai. Akan tetapi," ucap Callia kembali menerjemahkan perkataan yang diucapkan Ratu Alelah, Ratu tersebut melangkah melewati kami berdua menuju ke lempengan batu yang ada di belakang kami.


"Akan tetapi, karena Ratu pertama adalah seorang Putri dari sebuah Kerajaan kecil, ia dipaksa oleh Ayahnya untuk menikah dan menjadi selir dari seseorang yang sangat berkuasa. Ratu pertama menolak, lalu memilih menikah dengan kekasihnya diam-diam tanpa sepengetahuan siapa pun..."


"Karena kekecewaan orang yang berkuasa tadi akibat penolakan yang dilakukan Ratu pertama padanya..."


"Pada akhirnya, kekasih Ratu pertama kehilangan nyawanya karena terbunuh, lalu Ratu tersebut diasingkan ke sebuah tempat tak berpenghuni. Ratu berdoa, setiap hari ia berdoa... Hingga ia menemukan air terjun ajaib itu..."


"Setelah Ratu menceburkan dirinya ke dalam air terjun tersebut, sang Ratu tiba-tiba hamil lalu melahirkan, saat itu juga... Ratu tersadar jika ada kekuatan lain yang mengalir di tubuhnya..."


"Karena Ratu tidak ingin Putri yang ia sayangi mengalami nasib yang serupa, ia menggunakan semua kekuatannya menciptakan dunia baru di mana Putrinya itu tak akan disakiti oleh dunia luar. Dengan kata lain, dunia yang dimaksudkan adalah tempat ini sendiri," ucap Callia kembali menjelaskan apa yang diucapkan Ratu Alelah, Ratu Alelah meletakkan telapak tangannya di atas lempengan batu itu.


"Walaupun niat Ratu ingin melindungi Putrinya, akan tetapi dia juga ingin Putrinya itu merasakan cinta. Di dalam kotak ini, terdapat harta berharga dari Ratu pertama, aku memberikan harta ini kepada kalian berdua," suara Callia yang menerjemahkan perkataan Ratu Alelah terdengar, kutatap telapak tanganku yang diraih oleh Ratu sembari diletakkannya kotak kayu yang ada di tangannya kepadaku.


"Tapi," ucapku menatapi Ratu Alelah dan juga Callia bergantian.


"Itu adalah cincin pasangan milik Ratu pertama dan kekasihnya. Sejak dahulu, aku tidak pernah mempercayai adanya cinta antara laki-laki dan juga perempuan sebelum aku melihat kalian berdua secara langsung..."


"Melihat kalian berdua membuatku paham, jika yang diceritakan itu benar adanya... Karena itu, harta ini lebih pantas untuk kalian berdua dibandingkan aku," ucap Callia kembali terdengar, Ratu Alelah menggerakkan tangannya membuka kotak kecil yang ia letakkan di telapak tanganku tadi.


Ku tatap sepasang cincin yang ada di dalam kotak tadi, tak ada yang istimewa dari cincin itu... Cincin tersebut hanya terbuat dari sebuah besi yang dibengkokkan. Tapi, lupakan tentang bentuknya... Cerita dibalik cincin itu sangatlah menggetarkan hati.

__ADS_1


"Terima kasih," ucapku tersenyum menatapnya, Ratu Alelah ikut tersenyum membalas senyumanku padanya.


"Aku berharap kalian berdua bahagia," ucap Ratu Alelah yang diwakilkan oleh Callia, Ratu Alelah melepaskan genggaman tangannya di pergelangan tanganku sembari ia melangkahkan kakinya kembali mendekati rombongannya.


Kugerakkan tanganku menutup kembali kotak kayu berisi cincin tadi, aku menoleh ke arah Ratu Alelah yang terlihat berbisik kepada Callia. Kembali sang Ratu berjalan meninggalkan kami diikuti para perempuan berjalan di belakangnya kecuali Callia.


"Ratu mengatakan, jangan berkeliaran. Dia akan tahu ke mana kalian pergi atau bersembunyi. Dan juga, masih banyak para perempuan di sini yang memiliki pemikiran seperti perempuan berambut pirang yang menyerang kalian kemarin... Ratu mengkhawatirkan keselamatan kalian jika kalian pergi lebih jauh dari Istana," ucap Callia menatapi kami bergantian.


"Dan juga, kalian akan pulang ketika bulan purnama terbit. Karena keempat dari kalian adalah laki-laki, dan sebenarnya para laki-laki ditakdirkan tak bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup. Karena itulah, Ratu akan melakukan upacara pembukaan gerbang agar kalian dapat pergi dari sini," sambung Callia kembali sembari berbalik melangkah mendekati kami.


"Kalian berdua dengar itu!" Teriak Izumi menatap kami dengan kedua tangannya berkacak di pinggang.


"Zeki, aku membutuhkan penjelasan darimu, kemarilah," sambung Haruki melambaikan telapak tangannya, kulirik Zeki yang berjalan melewatiku.


Aku berbalik menatapi lubang tadi yang dengan perlahan menghilang digantikan lempengan batu persegi yang sebelumnya terlihat...


Sekarang aku mengerti, apa arti dari ukiran kecil yang ada di ujung batu...


Dan apa maksud dari ukiran yang menghiasi batu tersebut.


Aku butuh cahaya, cahaya yang dapat memindahkan semua keraguan.


Kehilangannya, sama seperti kehilangan kehidupan.

__ADS_1


Semuanya yang tak lain adalah sebuah hubungan, saat hubunganmu dengan seseorang yang kau sayangi terputus... Kau mungkin akan berpikir, duniaku berakhir.


__ADS_2