Fake Princess

Fake Princess
Chapter XXXVIII


__ADS_3

"Tunggulah sebentar lagi, mereka tengah mempersiapkannya." Ungkap Duke Masashi seraya duduk di hadapan kami


"Aku juga telah mengirim pasukan ku untuk memberitahukan pada pasukanmu jikalau kau berada disini, Yang Mulia." lanjut Duke Masashi seraya menatap ke arah Zeki


"Terima kasih." Ucap Zeki seraya berbalik menatap ke arah Duke Masashi


Beberapa orang Ksatria tampak membawakan kami berbagai macam makanan yang memenuhi tangan mereka masing-masing. Diletakkannya makanan tersebut oleh mereka di tengah-tengah kami...


Kuraih buah Apel yang terletak di sebuah keranjang berisi penuh dengan buah. Kugigit dan kukunyah secara perlahan buah Apel tersebut seraya menatap ke arah Zeki yang mematung diam melihat makanan yang disajikan dengan tatapan yang sendu.


"Apa kau tidak menyukai makanannya?" tukasku seraya meletakkan apel yang telah aku gigit ke hadapanku


"Aku menyukainya." ucapnya seraya meraih sebuah roti dan menggigitnya


"Apa kau baik-baik saja memakannya langsung seperti itu? Kami mempunyai selai, apa kau ingin mencobanya?" ucapku seraya beranjak berdiri dan meraih sebotol selai strawberry beserta pisau kecil yang tergeletak tidak jauh dari tumpukan roti itu sendiri


"Benda ini dinamakan selai Strawberry, apa kau sudah pernah mencobanya?" ungkapku kembali seraya duduk dihadapannya


"Aku belum pernah mencobanya." ucapnya seraya menatap ke botol berisi selai yang aku bawa


"Benarkah? Apa selai sendiri belum maksimal pemasaran nya, Ayah?" ungkapku seraya mengalihkan pandangan ke arah Raja yang tengah menyeruput secangkir kopi


"Selai sendiri telah kita pasarkan sejak sekitar satu tahun yang lalu, jadi sangat tidak mungkin kalau pemasaran nya tidak maksimal." ungkap Raja seraya berbalik menatapku


"Benar juga. Tapi, kena..." ucapanku tertahan sembari menatap ke arah Zeki yang tertunduk


"(menghela nafas) Roti mu, aku akan mengoleskan selai ini ke dalamnya..." ucapku seraya menadahkan sebelah tanganku ke arahnya


Diletakkannya roti yang ia pegang tadi di telapak tanganku, kubelah roti tersebut menjadi dua bentuk memanjang. Kuambil sedikit demi sedikit selai menggunakan ujung pisau yang aku pegang seraya ku oleskan merata selai tersebut di kedua sisi roti. Kugabungkan kembali roti yang telah aku belah sebelumnya, kuberikan kembali roti tersebut kepada Zeki.

__ADS_1


"Rasanya lebih manis bukan?" ucapku tersenyum menatapnya yang dibalas anggukan kepala darinya


"Kerajaan Yadgar ya?" ungkap Duke Masashi seraya mengelus jenggot hitam yang tumbuh di wajahnya


"Kerajaan di sebelah barat yang sangat loyal kepada Kekaisaran. Aku sendiri banyak sekali mendengar rumor tentang Kerajaan Yadgar." sambung Duke Masashi seraya melirik ke arah Zeki


"Aku sendiri tidak akan semudah itu menyerahkan Putriku pada seseorang." lanjut Raja yang ikut melirik tajam ke arah Zeki


"Aku tidak peduli jika ia seorang Pangeran atau itu ialah keputusan dari para Pendeta. Akan tetapi, aku tidak akan menyerahkan Putriku pada seorang laki-laki yang aku anggap lemah..."


"Putriku sangatlah jenius, ia sendiri telah menciptakan banyak benda selama satu tahun terakhir. Termasuk selai yang kau makan itu..."


"Apa kau pikir kau pantas untuk bersanding dengan Putriku?" ucap Raja kembali, kali ini tatapan matanya terlihat lebih tajam dari sebelumnya


"Ayah.." ucapku tanpa sadar seraya menatapnya


"Aku tidak pantas. Aku mengakuinya..."


"(menghela nafas) baiklah, aku mengerti." tukas Raja kembali menatapnya


"Apa kau tahu kenapa Ayahku melakukannya?" ucapku yang juga ikut menatapnya


"Karena kau adalah anaknya." ungkap Zeki seraya mengalihkan pandangannya ke arahku


"Itu benar. Akan tetapi, alasan yang sebenarnya karena Ayahku berusaha mempercayaimu.." tukasku seraya berjalan dan duduk di samping Raja


"Kau tahu, perilaku dan pilihan seseorang akan berubah menjadi lebih baik ketika mereka mengetahui kalau seseorang memperhatikannya. Aku benar kan, Ayah?" ungkapku kembali seraya menatap ke arah Raja


"Seorang Pangeran haruslah pandai menyembunyikan perasaannya sendiri. Karena perasaan seseorang sendiri adalah titik terlemah dari manusia..."

__ADS_1


"Bagaimana bisa seorang Pangeran tidak percaya akan dirinya sendiri. Kau membuat ekspresi menyedihkan seperti itu dengan sangat jelas, dan aku sangat tidak menyukai pria seperti itu bersanding dengan Putriku..."


"Jika pertunangan kalian berhasil kedepannya, maka kau akan menjadi salah satu Putraku. Aku tidak ingin memiliki Putra yang tidak mampu melindungi dirinya sendiri..."


"Karena itulah, buktikan kalau kau bisa dan juga mampu untuk menjadi salah satu anakku. Aku akan menerimamu dengan tangan terbuka." Ucap Raja kembali seraya menatap Zeki yang tertunduk


"Aku mengerti." Tukas Zeki dengan suara bergetar


"Apa lenganmu baik-baik saja?" ungkap Raja yang disambut dengan anggukan kepala Zeki


"Duke Masashi akan membantu mengobati semua luka di tubuhmu. Ikutilah dia!" ucap Raja kembali seraya menatap ke arah Duke Masashi yang tengah sibuk melahap makanannya


"Aku mengerti. Ikuti aku, Yang Mulia." balas Duke Masashi seraya meletakkan makanannya sembari beranjak berdiri


Berjalan Duke Masashi menjauhi kami diikuti dengan Zeki yang juga ikut berjalan di belakangnya. Masuk mereka berdua ke sebuah tenda terbuat dari kain berwarna hitam...


"Bekas gigitan di tangannya, itu punyamu bukan?" tukas Raja berbalik menatapku


"Bagaimana kau mengetahuinya, Ayah?" ucapku balas menatapnya


"Kalau bukan karena bekas gigitan yang ada di tangannya, aku mungkin akan langsung menghabisinya..."


"Apalagi saat aku melihat, Putriku terlihat bersenang-senang dengan pria yang baru saja di kenalnya." ungkap Raja kembali seraya tersenyum dingin ke arahku


"Aku hanya tidak bisa mengabaikan tatapan matanya, Ayah. Kau lihat sendiri bukan? tatapan matanya terlihat sangat menderita." ucapku seraya menyandarkan tubuhku di lengannya


"Aku mengkhawatirkanmu." ucap Raja seraya berusaha merangkul tubuhku


"Kerajaan Yadgar adalah Kerajaan yang terkenal keji. Aku sangat tidak ingin kau menjadi salah satu dari mereka..." ungkapnya lagi seraya menepuk pelan kepalaku

__ADS_1


"Karena itulah, kau memintanya untuk tumbuh menjadi laki-laki yang kuat. Aku benar kan Ayah?" ucapku seraya memeluk tubuhnya


"Aku tidak punya banyak pilihan setelah mendengar tanggapannya, selain mempercayakan Putriku kepada calon suaminya." Ungkap Raja kembali seraya menepuk-nepuk pelan kepalaku


__ADS_2