
Langkah kaki Zeki yang menarik tanganku itu berhenti di sebuah pintu. Zeki membuka pintu tersebut dengan mengajakku masuk ke dalamnya. Dia melepaskan gengaman tangannya lalu berjalan dan berbaring di atas ranjang yang ada di balik pintu tadi. “Kemarilah!” pintanya sambil menepuk-nepukkan telapak tangannya di atas ranjang tersebut.
Aku berjalan dengan duduk di samping ranjang, Zeki sedikit bergerak dengan merangkulkan lengannya di pinggangku, sedangkan kepalanya sendiri berbaring di belakangku, “perempuan itu, memintaku untuk menikahi Putri Takaoka Sachi, jika aku ingin merasakan kebahagiaan. Saat dia memainkan piano tersebut, ruangan di Istana berubah menjadi tempat yang sangat asing. Aku tidak tahu, di mana tepatnya tempat itu … Namun, di sana banyak sekali benda-benda aneh.”
“Aku, menuruti apa yang perempuan itu katakan, aku mengikuti benang merah yang ada di tanganku … Hingga aku, bertemu dengan seorang perempuan cantik. Dia memanglah cantik, namun aku tidak menyukainya, pandangannya sama seperti orang-orang yang melihatku dengan tatapan rendah. Hingga, aku bertemu dengan seorang perempuan yang sedang berbicara dengan anak-anak kucing di dalam sebuah kotak yang ada di tempat seperti Taman.”
“Saat pertama kali mata kami saling bertatap, aku berpikir dia akan sama seperti yang lain. Namun, sesuatu yang tak terduga malah sebaliknya terjadi … Dia, malah terlihat begitu antusias walau aku sendiri pun tak mengerti apa yang ia katakan.”
“Apa kau, mengenakan atribut Kerajaan saat pergi ke tempat asing tersebut?”
“Bagaimana kau mengetahuinya? Apa kau mengingatnya?”
Apa perempuan itu aku? Jika iya, itu pasti karena aku menganggapnya sebagai seorang yang sedang melakukan cosplay sebagai Raja atau Pangeran. Sifat Otaku sia-
“Tapi entah kenapa, aku langsung jatuh cinta padanya. Dia tidaklah cantik seperti perempuan yang selalu mengelilingiku dulu, namun setiap kali dia tersenyum … Selalu ada sesuatu hangat yang mengalir ke dalam tubuhku. Aku, tidak mengerti apa yang ia katakan, namun aku merasa setiap kata-katanya yang keluar selalu terselip ketulusan dan juga rasa sayang. Aku ingin menghabiskan hidupku dengannya, pikirku saat itu,” ucap Zeki, rangkulan yang ia lakukan di pinggangku itu semakin menguat.
“Jadi, aku mengabaikan perintah perempuan tersebut. Aku, lebih memilih untuk membunuh perempuan yang ada di hadapanku itu dibanding perempuan cantik yang memiliki ikatan benang merah yang sama denganku. Saat aku melakukannya, aku kembali menjadi Zeki kecil berusia lima tahun. Aku pergi menghadiri pertunangan saat usiaku menginjak sembilan, aku bertemu dengan Putri yang bertunangan denganku … Aku tidak terlalu memperhatikan wajahnya, namun saat dia berbicara-”
“Aku membawa seseorang yang tepat, ucapku dalam hati ketika itu.”
“Jadi, yang ingin kau katakan-”
“Kau benar,” sambungnya memotong perkataanku, “aku selalu membunuh Miyuki Sakura untuk membawanya kembali terlahir menjadi Takaoka Sachi. Entah, aku membunuhnya secara langsung, atau aku membayar seseorang untuk melakukannya. Maafkan aku, tapi itu kesalahanmu telah membuatku jatuh cinta seperti ini.”
__ADS_1
“Apa kau, mengetahui alasannya? Ryu, jelaskan kepadaku! Aku, bisa merasakan sihirmu dari sini,” ungkapku dengan nada bicara sedikit meninggi sambil menatap ke arah pintu.
Gagang pintu bergerak, kutatap bayangan yang masuk ke dalam saat pintu tersebut terbuka, “kita sudah membuat perjanjian untuk tidak menceritakan hal ini kepadanya, bukan?”
“Dia tidak terlalu terkejut akan apa yang terjadi, itu berarti … Kau yang pertama kali mematahkan perjanjian tersebut,” timpal Zeki, aku melirik ke arahnya yang berbaring menyamping dengan salah satu tangannya memangku kepalanya.
“Perjanjian?”
“Perjanjian, jika kami berkomplot membunuh Miyuki Sakura.”
“Apa kau tidak bisa menutup mulutmu!”
“Punya apa kau sampai memintaku untuk menutup mulut?”
Ryuzaki menundukkan kepalanya, ikut terdengar pula helaan napas yang ia keluarkan, “perempuan yang ia maksudkan itu nenek. Dunia ini, tidak berpihak pada perempuan. Laki-laki, tidak mempunyai alasan yang kuat untuk melakukan pemberontakan. Dan juga, satu-satunya anak perempuan di keluarga Takaoka, hanyalah kau Sachi. Dan yang bertunangan denganmu, adalah laki-laki tersebut,” ucap Ryuzaki sambil menunjuk ke arah Zeki.
“Walau sejujurnya, aku sangat berterima kasih padanya karena telah membawa jiwa yang salah. Di kehidupan pertama, aku tidak mengenal keluargaku … Tidak ada yang menjemputku seperti yang kau lakukan. Semua peninggalan nenek menjadi sia-sia belaka, karena tak ada seorang pun dari keluarga Takaoka yang berhasil menemukan dan memanfaatkannya.”
“Dan aku sendiri pun mati, karena saudariku tidak memberikan nama untuk rusa miliknya.”
“Apa yang kau maksudkan Ryu?” tanyaku kepadanya.
Ryuzaki berjalan maju lalu duduk berlutut dengan menggenggam erat kedua tanganku, “karena aku memiliki kekuatan yang sama seperti nenek, aku akan selalu mengingat apa yang terjadi di setiap kehidupanku walau bukan aku sendiri yang melakukan sihir terlarang itu. Aku masih mengingat jelas, saat nenek menangis di sampingku … Dia, sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk memperbaiki kesalahannya meninggalkan Robur Spei.”
__ADS_1
“Yang jelas, yang akan aku katakan … Kehidupan mulai berubah saat Miyuki Sakura yang menggantikan jiwa Takaoka Sachi yang sebenarnya.”
“Apa yang kau katakan? Dia kakakmu-”
“Dan kau pun kakakku,” tukasnya yang dengan cepat memotong perkataanku, “kau pun, telah menjadi kakakku sejak beberapa kehidupan sebelumnya. Aku bahkan, baru mengenal Takaoka Sachi, sejak kau menggantikan jiwanya. Ini kesempatan terakhir kita, kali ini … Kita harus menghancurkan Kaisar. Karena, jika kita tak melawan pun, dunia akan tetap hancur oleh Robur Spei yang dihancurkan Kaisar. Kau sendiri yang dulu sempat mengatakannya kepada kami,” ucap Ryuzaki sambil tersenyum menatapku.
“Pembicaraan kalian telah selesai, bukan? Jadi untukmu, silakan keluar … Biarkan kami beristirahat,” tukas Zeki yang membuatku menoleh ke arahnya.
“Kau belum resmi menikah dengannya, apa kau ingin aku mengadukan perbuatanmu ini pada kedua kakakku?”
“Lakukan saja. Hanya keluar! Akhir-akhir ini, terasa sangat melelahkan untukku.”
“Apa itu karena kau, bertemu dengan kakek kami?” tanya Ryuzaki sambil beranjak berdiri menatapnya.
“Apa kau telah memaafkan mereka atas semua yang terjadi dulu?”
“Tentu saja belum, aku baru akan memaafkan jika saja aku dapat melihat sendiri apa yang ia lakukan kedepannya,” ungkap Ryuzaki menjawab perkataan Zeki.
“Baiklah, aku sedikit bisa menerima ini semua. Namun, apa kalian bisa memberitahukan … Siapa yang dinikahi Takaoka Sachi dulu?”
“Kau tidak memberitahukannya?” sambung Ryuzaki dengan melirik ke arah Zeki.
“Dia menikahi Tsubaru, karena aku menolak untuk menikahinya. Namun, aku sama sekali tidak menyesal, karena yang dulu menikah bukanlah kau … Hanya saja, aku tidak bisa menerimanya saat terakhir kali kau mengatakan jika Tsubaru merupakan cinta pertamamu. Kau, hanya boleh menikah denganku … Aku, tidak ingin lagi kehilanganmu.”
__ADS_1
“Bantu aku, untuk menentang takdir, aku … Sungguh-sungguh, hanya ingin menghabiskan usiaku bersamamu,” ucapnya yang kembali merangkulkan kedua lengannya di pinggangku.