
" Sudah cukup." Ucap papa Hardy.
" Sekarang apa Yasmin dan Celin mau di poligami?." Tanya Hardy.
" Tidak." Jawab Celin.
" Yasmin, apa kamu mau di poligami?." Tanya papa Hardy.
Yasmin tidak menjawab, ia hanya menunduk dan menggeleng kan kepala nya, ia bingung harus bagaimana karena ia masih menghargai ke dua mertua nya dan apa pun keputusan nya ia akan menerima.
Yasmin merasa kalau pun ia banyak bicara itu hanya akan semakin membuat orang di hadapan nya beranggapan kalau ia wanita perebut suami orang. Karena orang ke tiga tetap lah bersalah di mata orang lain.
" Yasmin bicara nak, di sini kamu juga berhak berbicara. Kami tidak membedakan kamu dan Celin, posisi kalian sama di rumah ini " kata mama Sinta.
Sinta bangun dari duduk nya dan ia duduk di samping Yasmin. Tangan nya memegang bahu Yasmin.
" Saya tida hati bu harus berbuat apa." Kata Yasmin.
" Panggil saya mama, kamu juga menanti saya." Kaya mama Sinta.
__ADS_1
" Mama kenapa mama membela pelakor ini." Kata Celin.
" Dia bukan pelakor, kalau dia pelakor dia yang memohon untuk di nikahi, tapi suami mu yang mengancam Yasmin." Kata mama Sinta.
" Biar, Yasmin saja ma pergi ma, Yasmin ...." Tiba tiba Yasmin pinsan.
" Yasmin." Mama Sinta mulai menggoyang goyang kan tubuh Yasmin.
" Sayang." Teriak Damar.
" Bawa ke kamar." Kata mama Sinta. Damar mengangkat Yasmin ke dalam kamar nya, Damar tidak perduli Celin yang berteriak tidak mengijinkan nya.
Kini semua ada di dalam kamar Damar dan hanya papa Hardy yang masih duduk di ruang keluarga itu, hanya 15 menit dokter keluarga datang dan mulia memeriksa Yasmin.
" Sebentar tuan." Kata dokter itu, karena Damar terus berusaha membangun kan Yasmin dan tidak berniat pergi dari samping Yasmin.
" Bagaimana dok?." Tanya Damar yang sudah tidak sabar mengetahui keadaan Yasmin.
" Nona ini sedang mengandung tuan, dan untuk lebih jelas nya lagi anda bisa membawa ke rumah sakit agar di periksa oleh dokter kandungan." Kata dokter itu.
__ADS_1
" Hamil dok?". Tanya Damar.
" Iya, kondisi nona ini dan kandungan nya sangat lemah tuan, dan saya harap dia lebih banyak beristirahat dan tidak banyak pikiran. Karena seperti nya dia tertekan dan itu dpaat berdampak buruk pada janin nya." Kata dokter Riana menjelaskan pada semua yang ada di kamar itu.
Damar diam dan ia mulai menyadari selama ini Yasmin bekerja dan malam Damar selalu membuat nya bergadang di tambah lagi banyak keributan yang sering terjadi antar ia dan Yasmin.
" Saya permisi nyonya " dokter Riana berpamitan pada mama Sinta.
" Iya terima kasih dokter." Kata mama Sinta.
Mama Sinta dari tadi hanya diam, dan ia sangat bingung mendengar apa yang di katakan dokter Riana yang mengatakan Yasmin hamil, ada rasa bahagia yang ia rasakan di balik semua ketegangan yang tadi terjadi. Namun ada rasa bersalah juga karena kejadian tadi membuat Yasmin semakin tertekan.
Yasmin mulai mengerjakan mata nya dan ia mulai sadar, mata nya memandang ruangan itu. Ia menyadari itu bukan kamar nya, lalu Yasmin melihat Damar yang berada di samping nya, dan wajah mama Singa yang tersenyum pada nya dan di sebelah mama Sinta ada Celin yang sangat jelas sekali menatap nya tajam.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1