
" Apa boleh saya meminta no ponsel anda?." Kata Fadil. Yasmin menatap Damar yang sedang duduk dan menatap tajam, dan Yasmin kembali menatap Fadil.
" Boleh tuan." Jawab Yasmin.
Yasmin memberikan no ponsel nya pada Fadil, Fadil sangat bahagia karena bisa mendapatkan nomer ponsel Yasmin.
" Nanti malam kalau kamu tidak sibuk, kita makan malam bersama, bagaimana?." Tanya Fadil.
" Oke, tapi tuan harus menjemput saya." Jawab Yasmin
" Tentu saja." Jawab Fadil.
Yasmin keluar dari ruangan rapat itu, karena ia merasa bisa dan basi dengan tingkah laki laki yang selalu menggoda nya
" kalau bukan buat manas manasin Damar, Ogah." Batin Yasmin.
Yasmin hanya mengiyakan ajakan Fadil di hadapan Damar, sedangkan kini otak nya bagaimana cara menggagalkan acara makan malam itu.
Yasmin terus berjalan dan memasuki ruang nya, ternyata Damar juga masuk tapi Yasmin tidak menyadari, kalau Damar mengikuti nya sejak tadi.
Damar menarik tangan Yasmin dan menyudutkan di dinding, Yasmin merasa sedikit terkejut tapi dengan cepat ia kembali menormalkan diri nya.
" Kamu, kenapa kamu jadi semurahan ini." Kata Damar sambil menggigit gigi nya sendiri karena menahan emosi.
__ADS_1
" Kenapa bertanya, bukan nya kamu tahu aku memang murahan." Jawab Yasmin
" Dan berhentilah menjadi murahan." Kata Damar
" Oh, tidak bisa, murahan itu sudah melekat dalam diri ku " jawab Yasmin santai.
Damar terus menyudutkan Yasmin bahkan Damar mengikis jarak di antara mereka berdua, Damar bisa merasakan tubuh Yasmin, karena Damar mulai menghimpit istri ke dua nya itu, pandangan Damar fokus pada bibir Yasmin, ia sudah sangat merindukan nya. Damar terus mendekat kan wajah nya, tapi sayang tiba tiba pintu terbuka.
Ceklek.
Dengan cepat Damar memundurkan tubuh nya dan menjauh dari Yasmin, karena seseorang masuk ke ruangan nya.
" Mengganggu sekali." Ucap Damar dalam hati nya.
Yasmin tersenyum dan tertawa dalam hati nya, karena melihat wajah frustasi Damar, yang gagal lagi melepaskan hasrat nya.
" Sayang." Sapa Celin, ya yang masuk adalah Celin.
" Em." Jawab Damar
" Hari ini kita fitting, jadi ayo kita berangkat." Kata Celin dan memeluk lengan Damar.
" Iya." Jawab Damar dengan malas.
__ADS_1
Resepsi pernikahan Damar dan Celin memang akan di selenggarakan dalam beberapa hari lagi, sebenarnya Damar sudah mulai malas dan ia tidak berniat melanjutkan resepsi itu, akan tetapi semua nya sudah jauh jauh di rencanakan, dan ke dua orang tua nya sudah mempersiapkan segala nya.
Dan Damar tidak ingin mengecewakan keluarga besar nya. Dan pesta itu tidak mungkin lagi di batalkan, sebab undangan juga sudah di sebar, namun bila ada cara untuk membatalkan nya Damar akan memilih cara tersebut.
Karena ia merasa sudah mulai jengah dengan tingkah laku Celin.
" Em, kamu nama nya siapa?." Tanya Celin yang menunjuk Yasmin.
" Saya Yasmin Nyonya " jawab Yasmin sopan.
" Kamu ikut kami, karena kamu harus membawa barang belanjaan saya nanti nya." Kata Celin dengan angkuh nya.
" Celin, tidak usah mengajak Yasmin, dia banyak pekerjaan yang harus di selesaikan." Kata Damar.
Damar membuat alasan seperti itu, sengaja agar Yasmin tidak merasa lelah karena Celin pasti nya akan memerintah Yasmin terus menerus.
" Iya nyonya, saya akan ikut anda " jawab Yasmin.
" Ha ha ha, tunggu saja apa yang akan aku lakukan." Batin Yasmin.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...