ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
238


__ADS_3

"Tapi kali ini kau sudah menang dengan mendapatkan apa yang kau inginkan" kata Damar.


"Mana Yasmin kenapa kau tidak membawanya"


Saat Handoko menghubungi Damar ia memerintahkan Damar untuk ikut membawa Yasmin juga, sebab Handoko ingin Yasmin menandatangani berkas yang ia bawa.


Sejak dari dulu ia mencari Yasmin tapi ia tidak menemukan di mana, hingga akhirnya terkuak Yasmin menjadi istri simpanan Damar Wijaya. Saat itu Handoko mulai mencari peluang untuk bisa menculik Yasmin, namun karena Yasmin dikelilingi orang-orang yang menjaganya Handoko tidak pernah berhasil.


"Untuk Apa lagi bukankah kau sudah mendapatkan berkas itu, lagi pula saat ini tanda tangan Yasmin tidak akan berarti apa-apa!" Kata Damar.


"Apa maksudmu?" Handoko mulai bingung.


"Kau pengacara atau bukan?" Ejek Damar.


"Jangan kurang ajar!"


"Owaaaa" Zie menangis saat dengan teganya Handoko menarik rambut Zie.


"Kurang ajar!" Teriak papa Hardy.


"Yasmin masih memiliki dua adik laki-laki yang lebih berhak atas harta itu, jadi tanda tangan Yasmin sama sekali tidak berguna" jelas Damar.


BUUUUK.

__ADS_1


Tubuh Handoko terjatuh di tanah dengan terlungkup karena hantaman benda keras. Dengan cepat ada memijat punggung Handoko dan menodongkan senjata api.


"Cepat lepaskan mereka!" Kata Adam.


"Tidak akan!" teriak Handoko ia tidak mau kalah.


"Lepas kan anak saya!" Kata Damar.


"Jangan, habisi saja!" Teriak Handoko yang masih terlungkup di tanah.


BUKKK


Lagi-lagi Adam menendang Handoko.


"Kalian habisi saja mereka, kalaupun kita mati semua tidak sia-sia. Mereka juga akan berduka karena bayi dan wanita tua itu mati!" Teriak Handoko pada anak buahnya itu.


Terdengar suara benda keras kembali menghantam seorang pria yang menggendong Zie, dengan cepat gambar melompat merebut Zie Zie tirtindih tubuh besar sang preman.


"Aak" pria itu tertelungkup di tanah.


"Owaaaa" Zie menangis karena merasa syok, Damar memeluk Zie dan menciumi Zie dan menciumi nya tapi Zie tetap saja tidak mau berhenti. Damar mengerti pasti Zie mencari Yasmin.


"Kamu bawa Zie pulang" kata Papa Hardy Iya takut judul nya itu malah tidak bernyawa karena tidak berhenti menangis akibat haus dan lapar.

__ADS_1


"Tapi Mama pa?" Damar aku meninggalkan mama Sinta yang masih terikat dengan seorang preman yang menodong benda tajam di leher Mama Sinta.


"Biarkan mamah menjadi urusan papa, sepertinya Zie haus. Jangan sampai..... " Papa Hardy tidak bisa melanjutkan ucapan nya sebab mata Zie sudah sangat merah dengan tenggorokan kering.


"Tapi pa"


"Cepat, kamu kasih roti sama air mineral dulu di mobil nanti kalau kamu jumpa warung di jalan kamu beli susu formula" kata Papa Hardy.


"Iya pa" dengan berat hati Damar pergi membawa Zie yang tengah menangis, bersama dua orang pengawal yang menunggu nya di luar.


"Hiks, hiks" mama Sinta menangis tat kala merasa benda tajam itu akan segera mengiris nya.


"Ayo habisi dia!" Perintah Handoko.


"Jangannn!!!" Teriak papa Hardy.


"Aku akan memberikan apa pun yang kau inginkan asal kau lepaskan istri ku!" Teriak papa Hardy.


"Apapun tuan Hardy?" Handoko berdiri dengan memegang punggung nya yang terasa sakit akibat hantaman Adam.


"Iya apa pun, asal jangan sakiti istri ku" Handoko merasa bahagia, ternyata ia bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2