ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
286


__ADS_3

"Nanti Ayah bawa boneka buat Zie, tapi sekarang Bunda sama Ayah pergi dulu ya" kata Damar menurun kan Zie dari gendongan nya.


"Um, tua ya" Zie mengangkat empat jari nya.


"Zie dua begini" Damar menunjukan dua jari Zie, dan Zie tersenyum.


"Tua" tutur Zie lagi dengan bangga.


"Dua Zie bukan tua, kalau tua Oma, Oma tua" seloroh Damar.


Mama Sinta yang mendengar Damar mengejeknya merasa kesal, dan melepar mainan Zie tepat mengenai kepalanya.


"Au" Damar mengosok-gosok kepalanya yang terasa sakit.


"Mulut mu ya" kesal Mama Sinta.


"Dasar Mama durhaka!" kesal Damar.


"Kamu bilang Mama durhaka? Yang ada kamu adak durhaka!" kesal mama Sinta.


"Oma" Zie malah memberikan mainannya ke tangan mama Sinta untuk memukul sang Ayah.


"Zie, udah ya Nak" Yasmin menengahi sebab Zie selalu membela sang Oma.


"Ma Yasmin pergi dulu ya" pamit Yasmin.


"Iya hati-hati ya" kata mama Sinta tersenyum tulus.


"Damar juga ya Ma" pamit Damar.

__ADS_1


"Hem" jawab mama Sinta cuek.


"Perasaan gue kayak anak angkat sama emak gue sendiri" gumam Damar yang kesal sebab mama Sinta selalu ketus padanya.


******


Rumah Sakit.


Kini Yasmin dan Damar sudah berada di ruang dokter untuk melakukan pemeriksaan, Yasmin sedang berbarin sementara Damar berdiri di dekat Yasmin.


"Wah nyonya Yasmin, ke empat bayinya aktif sekali" kata dokter Sintia.


"Apa dok? Empat?" Tanya Damar yang sangat syok.


"Iya tuan"


"Apa benar anak saya kembar empat dok?" Damar masih belum percaya dengan hal itu sebab ia tahu sedari dulu dari pihak mama Sinta maupun papa Hardy tidak ada yang kembar.


"Laki-laki atau perempuan Dok?" tanya Damar lagi.


"Laki-laki tuan, keempat bayi anda laki-laki, wah selamat ya tuan" Dokter Sintia malah merasa gemas dengan Yasmin yang hamil empat bayi kembar.


"Wah, sayang makasih ya," Damar menciumi wajah Yasmin dengan bahagia.


"Mas" Yasmin mendorong tubuh Damar agar berhenti menciuminya.


"Malu" Yasmin kesal dan menunjuk dokter yang tersenyum melihat tingkah Damar.


"CK" Damar mundur dan menggaruk tengkuknya, presdir yang super dingin itu mendadak kehilangan wibawa karena kebahagiaan yang ia rasakan.

__ADS_1


"Nyoya Yasmin sudah selesai, saya bantu bangun ya" tutur Dokter Sintia berusaha bangun.


"Iya Dok, makasih ya" jawab Yasmin.


Damar dan Yasmin keluar dari ruangan dokter Sintia keduanya tersenyum bahagia.


"Mas" Yasmin memeluk lengan Damar dan telunjuknya menunjuk orang-orang yang mengantri.


"Kapan-kapan kita juga ngantri aja ya Mas" pinta Yasmin.


"Sayang, yang punya rumah sakit Suami mu, kenapa harus mengantri" kata Damar dengan angkuhnya.


Yasmin hanya memanyunkan bibir sambil terus melangkah dengan Damar, Yasmin kesal Damar kembali menjadi orang sombong.


"Tapi Yasmin pengen loh Mas" kata Yasmin lagi.


"Sayang kamu lagi hamil pewaris rumah sakit ini ya, jadi jangan turunkan harga diri keempat jagoan Mas itu" tutur Damar dengan begitu bangga.


"Mas apa sih" tutur Yasmin sambil terus memeluk lengan Damar.


"Yang" Damar berhenti melangkah dan kini menatap Yasmin begitu juga Yasmin.


"Mas hebat kan? Empat loh yang, laki-laki semua lagi waww" Damar mencolek hidung Yasmin dan tersenyum dengan sombongnya.


"Ck" Yasmin menggeleng-geleng mendengar betapa sombongnya sang suami.


"Gimana Yasmin nggak hamil empat, Mas ngapel aja setiap hari" ketus Yasmin.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2