ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
325


__ADS_3

"Diam, Kakak ngantuk" Adam tertidur lelap sambil memeluk Sela, niat hati hanya menidurkan sang istri tapi malah ia yang terlelap tidur dan Sela tak bisa tidur karena Adam mendengkur Adam yang begitu keras.


Adam tidur dengan nyenyak, lama ia tak pernah lagi merasa senyaman ini. Selama beberapa hari berpisah dengan Sela kini Adam seakan mendapatkan ketenangannya yang udah hilang.


"Ini pasien yang mana sih" mama Sinta baru saja datang lalu masuk melihat Adam tidur dengan lelap memeluk Sela.


"Hehehe, iya Ma malah Kak Adam yang tidur katanya mau temenin Sela tidur" Tutur Sela dengan rasa malu sebab Adam masih memeluknya dengan erat, menurut Sela tidak boleh menunjukan ke mesraan pada orang lain apa lagi pada orang tua.


"Dasar anak ini" mama Sinta hanya geleng-geleng melihat pasangan di hadapannya.


"Sela" Yasmin datang dan ingin memeluk Sela tapi tidak bisa karena ada Adam yang sudah meneluk Sela.


"Yasmin aku kangen, kamu dari kemarin ke mana aku tungguin" Tutur Sela yang sangat merindukan sahabatnya.


"Aku nggak percaya kamu rindu sama aku" Yasmin juga bepura-pura tak percaya.


"Loh kenapa?" Tanya Sela yang belum mengerti.


"Tuh" Telunjuk Yasmin mengarah pada Adam yang masih terlelap memeluk Sela.

__ADS_1


"Apa hubunganya?" Sela malah kesal pada Yasmin.


"Emang setelah preman kampung ini kembali kamu masih kangen sama aku?" Yasmin memutar bola matanya dengan malas.


"Loh kok preman kampung?" Tanya Sela lagi.


"Yasmin, Adam bukan preman kampung!" Tutur mama Sinta dengan tegas.


"Terus apa Ma?" Tanya Yasmin.


"Orang gila yang duduk di lampu merah" Jawab mama Sinta yang mengundang tawa ketiga.


"Ahahahhaha" Tawa ketiganya menggelegar bahkan Adam sama sekali tak bangun atau pun merasa terganggu dengan keributan ketiga wanita itu.


"Biasa Mbak anak muda" Kata mama Sinta.


Kebahagian kini terasa kembali lagi, mama Sinta dan bunda Lesti pun sibuk bercerita tertawa dengan lepas. Sebab keluarga mereka kembali damai dan terasa tentram, sementara Yasmin juga menunggu sang suami yang akan menjemputnya. Ibu hamil itu kini tak bisa lepas dari sang suami walau hanya satu jam saja.


********

__ADS_1


Rumah Adam


"Bunda" Zie yang baru saja datang bersama mama Sinta langsung berlari untuk mendekati Yasmin.


"Anak Bunda" Kata Yasmin tanpa berjongkok.


"Bunda, Zie duduk cini" Zie menunjuk paha Yasmin dan ingin di pangku.


Mama Sinta duduk di sofa juga, kini mereka semua berada di rumah Adam yang seminggu yang lalu sudah siap untuk di huni, rumah milik Adam terlihat begitu mewah dan sudah di bangun sebelum ia menikah dengan Sela, sebab maa Sinta sudah mengatakan pada Adam untuk mempersiapkan rumah terlebih dahulu barulah menikah.


"Zie pangku Ayah aja ya" Yasmin tidak bisa lagi memangku Zie walaupun usia kandungannya masih enam bulan tapi tetap saja kandungannya sudah sangat besar.


"Enda, Zie cama Bunda" Zie sudah sangat rindu di pangku Yasmin hingga ia kesal karena Yasmin menolak.


"Ayah.." Yasmin memanggil Damar saat Damar mendekati mereka.


"Ayah anak kita minta pangku ni" Yasmin menirukan suara anak kecil dan merayu Zie yang sedang cemberut.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2