
"Sakit hiks hiks hiks" tangis Sela pecah saat Adam mengambil sesuatu yang berharga pada diri nya. Namun Sela tidak larut dalam kesakitan nya, setelah itu ia sangat menikmati hal yang diberikan Adam pada nya.
Malam itu seolah menjadi malam pengantin bagi kedua pasangan yang baru saja menikah itu, kamar kedap suara itu seakan menjadi saksi saat suara-suara manja Sela yang menggelegar di ruangan itu.
Hingga akhirnya Sela tertidur karena lelah dengan permainan panasnya sampai pagi pun datang. Sela tidak lagi mampu membuka mata bahkan saat permainannya belum selesai. Adam merengkuh tubuh polos Sela ke dalam pelukannya, mengecup mesra kening sang istri dengan rasa sesal di hati.
Andai saja seorang karyawan klub malam itu tidak menghubunginya mungkin saja Sela sudah habis dinikmati oleh pria brengsek yang memasukkan obat pada minuman Sela. Namun karena klub itu milik itu dan semua karyawan disana hadir ke pernikahannya membuat mereka mengenali siapa Sela nggak Adam dengan mudah menemukan Sela.
"Au" Sela merasa kepalanya berat dan ia reflek menundukkan tubuhnya sambil memijat dahinya, sejenak ia mengingat kejadian semalam di mana seorang pria menindih tubuhnya.
Dengan perasaan wawas Sela menunduk dan terlihat tubuhnya yang polos dan hanya tertutup selimut.
"Enggak!" Sela berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri ia mengira telah ternodai oleh pria itu semalam.
"Hiks hiks hiks" Sela menangis dengan tubuh bergetar dan meremas selimut.
Adam yang masih tertidur lelap pun mulai terusik mendengar suara Sela yang menangis, dengan perasaan cemas Adam juga mendudukan tubuhnya menyentuh pundak Sela yang membelakanginya.
__ADS_1
"Sayang" tutur Adam.
"Lepas hiks hiks" Sela malah semakin menjerit ia sama sekali belum mengingat di mana Adam menjemputnya.
"Sayang ini kakak" kata Adam memutar tubuh Sela agar menatapnya.
Dengan perlahan Sela dan nafas yang tak beraturan membuka mata dan melihat Adam yang kini memegang lengan bagian atasnya.
"Kak, hiks hiks hiks" Sela reflek memeluk Adam ia benar-benar takut.
"Udah jangan nangis" Adam mengelus kepala Sela dan menciumi pucuk kepala Sela.
"Sayang lihat kakak" Adam menangkup wajah Sela dengan kedua tangannya dan menghapus jejak air mata Sela dengan ibu jarinya.
"Kak, Sela hiks hiks hiks" Sela lagi-lagi hanya menangis.
"Jangan takut tidak ada yang terjadi antara kamu dan pria brengsek itu" Adam meyakinkan Sela dan mencoba menenangkan sang istri yang tampaknya sangat terpukul.
__ADS_1
"Tapi semalam Sela ingat dia peluk Sela kak" ingatan Itu lagi-lagi muncul hingga Sela merasa jijik dengan dirinya sendiri.
"Enggak ada, kakak yang semalam lakuin itu sama kamu" tutur Adam membuat Sela reflek menatap Adam dan mencoba kembali.
"Coba kamu ingat semuanya, nggak ada yang terjadi antara kamu dan dia. Kamu semalam sama kakak" Adam kembali merengkuh tubuh kecil Sela ke dalam pelukannya.
"Beneran Kak?" Tanya Sela mulai tenang.
"Iya sayang, kamu jangan takut dia ada kakak di sini" kata Adam kembali membaringkan tubuhnya dan menarik Sela juga ikut berbaring.
"Kok tidur lagi sih?"
"Sayang kita baru 2 jam tidur kakak ngantuk banget, kita tidur lagi ya" tutur Adam dengan memeluk tubuh Sela yang polos di bawah selimut.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...
.......