
"Kak udah ya, Sela kenyang" Tutur Sela.
"Kan baru tiga sendok, apa iya sudah kenyang?" Tanya Adam dengan bingung sebab piring yang di tangan Adam masih penuh makanan.
"Udah!"
"Kok bisa?" Adam tau bagaimana porsi makan Sela bahkan dari sebelum menikah, makan bakso saja Sela habis dua mangkok dan rasanya seperti aneh jika sekarang Sela makan hanya sedikit.
"Kan Sela bukan cuman makan nasi Kak?"
"Terus kamu makan apa selain nasi?"
"Makan gombalan Kakak" Tutur Sela dengan pasti.
"Ahahahaha" Keduanya tertawa lucu, bunda Lesti yang berdiri di pintu dengan pintu yang setengah ia buka merasa bahagia, Sela yang biasa murung kini sudah tertawa bahagia. Seketika bunda Lesti merasa bersalah sudah memarahi Adam, bunda Lesti juga ingin berbicara berdua dengan menantunya itu perihal apa yang di alami Sela sebelum bayinya meninggal, namun sulit untuk bisa berbicara dengan Adam sebab Sela tidak mau di tinggal.
"Makan lagi ya?" Adam kembali menyuapi Sela hingga nasinya habis, setelah itu Sela meminum obat dan Adam membantu Sela untuk berbaring.
"Kak Sela pengen pulang, Sela pengen istirahat di rumah aja" Sela sudah rindu dengan suasana rumah dan juga segarnya udara di luar sana.
__ADS_1
"Iya sayang, kata Gita kamu besok sudah boleh pulang, nanti Gita yang ganti perban kamu kalau udah di rumah ya" Adam mengelus kepala Sela mengecup kening sang istri.
"Kakak mau ke mana?" Sela takut Adam pergi meninggalkannya lagi hingga ia selalu bertanya ke mana pun Adam pergi.
"Kakak keluar sebentar" Adam yang ingin merokok di luar rumah sakit berniat diam-diam keluar namun ternyata Sela mengetahui gerak-geriknya.
"Kakak pasti mau tinggalin Sela" Mata Sela kembali berkaca-kaca membuat Adam mengurungkan niatnya dan kembali mendekati Sela yang berbaring di ranjang.
"Tidur yuk" Adam juga ikut naik ke ranjang dan memeluk Sela berniat hingga sang istri tertidur karena setelah Sela tertidur ia baru akan keluar sebentar untuk melakukan apa yang sempat tertunda.
"Kak Adam" Sela kesal, niat hati ingin tidur di peluk tapi malah Adam meremas gundukannya.
"Maklum, kan kakak udah puasa lama" Adam kembali memeluk Sela sambil menahan hasrat kelelakian yang terasa menggelora.
"Kak kok paha Sela nyentuh benda kayak keras gitu, apa di kantong Kakak ada kayunya?" Sela yang masih polos kembali bertanya.
Udah sering di polosin, tapi masih nggak ngerti juga.
"Iya" Adam menutup mata dan semakin memeluk Sela.
__ADS_1
"Udah ayo tidur abaikan aja ya" Adam tak ingin membahas itu, tangan Sela saja masih terpasang infus di tambah istrinya baru selesai operasi jadi tidak mungkin ia bisa berbuka dalam waktu dekat ini.
"Kak, jenggot Kakak bisa di cukur aja nggak" Sela merasa geli saat jenggot Adam menyentuh wajahnya.
"Kenapa?"
"Sela geli tau Kak, rambutnya juga sekalian di potong" Tutur Sela.
"Nanti sekalian kamu potong yang bawah juga udah panjang banget" Jawab Adam santai.
"Kakak apa sih" Kesal Sela.
"Diam, Kakak ngantuk" Adam tertidur lelap sambil memeluk Sela, niat hati hanya menidurkan sang istri tapi malah ia yang terlelap tidur dan Sela tak bisa tidur karena Adam mendengkur Adam yang begitu keras.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1