
Setelah melewati perjalanan yang lumayan jauh dan lumayan melelahkan, akhirnya Raisa dan Hendrick tiba di kota Bandung, kota asal tempat Raisa dilahirkan dan di besarkan. Butuh waktu empat jam bagi mereka untuk sampai di tempat tujuan, hingga membuat Raisa merasakan pinggang nya begitu pegal.
Sebelum berangkat tadi, Hendrick sudah membawa Raisa ke dokter kandungan, dan benar saja, Raisa dinyatakan tengah hamil muda oleh sang dokter, dan dokter meminta agar Hendrick menjaga sang istri dengan baik. Hendrick dan Raisa begitu senang mendengar kabar baik itu, mereka tidak menyangka kalau kerja keras mereka membuahkan hasil begitu cepat. Hendrick sudah mengabari kedua orang tuanya, ia mengatakan kalau ia akan keluar kota beberapa hari untuk urusan pekerjaan, dan orang tuanya pun percaya.
***
''Sayang, ini ke mana lagi?'' tanya Hendrick saat mereka tiba di dekat persimpangan jalan.
''Belok kanan, Mas. Habis itu lurus, lalu laju lagi lumayan jauh, dan saat melewati rumah yang paling besar dan paling bagus, itu adalah rumah orang tua ku.'' Kata Raisa, kepalanya bersandar pada bahu tegap sang suami, berulangkali Hendrick mengecup pucuk kepala sang istri yang tepat berada di bawah dagu nya. Ia merasa begitu senang bisa berduaan dengan sang istri. Di belakang mobil mereka, dua buah mobil melaju mengiringi mobil mereka, dua mobil yang merupakan mobil anak buah Hendrick, yang di tugaskan Hendrick untuk membantu kalau ada masalah yang datang.
__ADS_1
''Baiklah Sayang ku. Ternyata orangtua kamu merupakan orang kaya di tempat ini.''
''Iya, Mas. Tapi semenjak kecelakaan yang menewaskan nyawa kedua orang tuaku, semuanya berubah Mas. Kehidupan aku dan Yumna berubah seratus delapan puluh derajat, kami begitu menderita karena di jadikan babu oleh tante kami sendiri dan di rumah kami sendiri. Harta keduaorangtua kami di rebut olehnya, dan bahkan aku juga di paksa untuk menikah dengan juragan tanah yang usianya sudah kepala lima. Untung saja aku dan Yumna bisa kabur dari tempat ini waktu itu, kalau tidak, mungkin ...,''
''Mungkin kamu akan menikah dengan juragan itu, dan mungkin kamu tidak akan bertemu sama Mas. Tapi itu hanya mungkin, karena kenyataannya sekarang kamu adalah istri dari seorang Hendrick, Sayang. Siapapun tidak akan bisa menyakiti kamu karena suami mu ini akan selalu ada untuk melindungi mu.''
''Iya, Mas. Aku tidak menyangka waktu itu kamu bersedia untuk membantu aku. Padahal antara kita perbandingan nya bagaikan langit dan bumi. Aku upik abu dan kamu adalah pangeran.''
''Iya. Oh ya, Mas. Seingat aku, kata Ibu dan Ayah dulu, mereka ada kenalan orang Jakarta, kenalan yang merupakan sahabat dekat Ayah, mereka sudah lama tidak bertemu dan kata Ayah, saat mereka masih muda dulu, mereka pernah membahas tentang suatu perjodohan. Kalau anak mereka sudah sama-sama besar, maka mereka akan menikahkan anak mereka. Tapi sayangnya aku tidak tahu siapa sahabat Ayah itu,''
__ADS_1
''Oh, jadi, kalau kamu tahu siapa sahabat dekat Ayah kamu itu, kamu mau di jodohkan sama anaknya,''
''Bukan begitu maksud aku, Mas.''
''Udah. Jangan banyak mengkhayal lagi Sayang. Sekarang kamu sudah menjadi istri Mas. Dan sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi istri Mas. Mas akan menjaga kamu dan anak kita.''
''Terimakasih karena kamu sudah mencintai aku tanpa syarat.''
''Sama-sama Sayang.'' Ucap Hendrick. Tidak lama setelah itu mereka tiba di tempat tujuan. Di depan rumah yang mewah. Raisa memandang rumah yang ada di depannya dengan perasaan campur aduk, antara senang dan sedih. Ia tidak menyangka dirinya akan datang lagi ke tempat ia dilahirkan dan di besarkan. Kali ini Raisa begitu yakin untuk membalas perbuatan sang tante, dengan di bantu oleh sang suami yang tampan lagi terkenal kejam saat berhadapan dengan musuh.
__ADS_1
Bersambung.