
" Oh begitu?." Damar tidak menanggapi Celin sedikit pun, di kepala nya hanya ada Yasmin.
" Yasmin apa kamu masih mengacuhkan ku." Batin Damar.
" Damar!!! Kamu kenapa sih? Kamu sudah tidak cinta lagi sama aku iya?." Celin berbicara sambil berteriak di wajah Damar.
" Celin cukup." Damar mulai membentak Celin.
" Kamu, kamu membentak aku, kamu sudah tidak sayang lagi aku." Ucap Celin.
" Cukup Cel, apa kamu pernah berfikir bagaimana aku, aku sangat lelah tapi kamu sama sekali tidak perduli sama aku, bahkan aku meminta anak saja, kamu tidak mau memberikan nya, Karena kamu takut tubuh seksi mu itu akan rusak." Kata Damar ia sudah tidak tahan lagi menahan kemarahannya, ia sudah cukup sabar menghadapi Celin, tapi kali ini habis sudah kesabaran nya.
" Kamu kenapa Damar, bukan kah kamu tidak pernah mempermasalahkan nya, lalu kenapa ku mempermasalahkan anak." Kata Celin yang tidak mau kalah.
__ADS_1
" Aku sudah muak Celin, kamu sama sekali tidak pernah mau tau tentang keinginan ku." Damar mengeluarkan emosi nya.
Damar mulai malas berdebat dengan Celin, karena ia merasa itu percuma saja, mau bagaimana pun Damar berbicara , Celin tetap lah Celin yang keras kepala nya yang egois, yang ia tahu ia hanya mementingkan diri nya sendiri, tanpa memikirkan orang lain.
Damar melangkah ke arah pintu, dan keluar dari kamar itu, Damar tidak perduli dengan Celin yang terus memanggil nya, ia ingin pergi dan menenangkan diri, saat ini ia lebih memilih sendiri dari pada di rumah ia pusing dengan tingkah Celin.
Pagi ini Damar merasa perut nya lapar, karena dari kemarin siang ia tidak makan apa apa, semalam setelah ia terlibat cek cok dengan Celin, Damar memutuskan pergi ke kantor dan menginap di ruang istirahat nya, dan kini Damar sudah siap dengan setelan baju kerja nya.
Damar keluar dari ruangan istirahat nya itu, ia menduduki diri nya, di kursi kebesaran nya, setelah Damar duduk, Damar Inging menghubungi Adam untuk membawakan nya sarapan, tapi belum sempat Damar menghubungi Adam, Damar melihat seseorang yang membuka pintu.
Orang itu mulai masuk, ya yang masuk itu adalan Yasmin, dan bukan Adam, penampilan Yasmin hari ini masih memikat hati siapa saya yang melihat nya, Yasmin menggunakan rok mini berwarna hitam, blazer berwarna Maron, dada nya sedikit terbuka, rambut nya terurai dengan sedikit gelombang, dan tidak lupa hiks yang cukup tinggi melekat di kaki nya.
Yasmin terus berjalan, menuju meja kerja nya, ia sama sekali tidak menyapa Damar, Damar mulai menahan gairah di diri nya, karena Yasmin membuat sesuatu milik Damar mulai meronta ronta, minta di keluarkan dan di bebas kan dari sarang nya.
__ADS_1
Yasmin mulai mendudukkan diri nya di kursi kerja nya.
Dan ia mulai memeriksa jadwal Damar, Damar melihat tadi nya Yasmin meletakkan sesuatu di meja kerja nya, ya tadi Yasmin memang menenteng kontak bekal nya.
" Yasmin." Damar memanggil Yasmin dari meja kerja nya, Damar duduk di sana dan tidak bangun sama sekali.
" Ya mas." Jawab Yasmin dengan suara lembut nya.
" Uhhh Yasmin suara mu." Batin Damar.
" Apa itu kotak bekal? Apa boleh kamu memberikan nya untuk ku? aku lapar sekali dan belum sarapan." kata Damar.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...