
6 Bulan Kemudian.
"Al" Panggil Zie.
Kini mereka tengah duduk di atas ranjang yang sama. Dengan di pangkuan Zie terdapat camilan yang ia bawa tadi, sedangkan Alfi sibuk memainkan ponsel milik nya.
"Hmm.." Jawab Alfi namun tatapan nya tidak teralih kan dari ponsel yang di genggam nya, membuat Zie semakin kesal lalu dia menaruh piring yang dia pangku tadi ke atas meja kecil di samping nya.
"Kamu yakin nggak mau sama cewe cantik yang mau kakak kenalin?" Tanya Zie berhati-hati karena adik nya sama sekali tidak mau di perkenalkan dengan perempuan.
"Tidak" Jawab Alfi yang masih sama menatap ke arah ponsel.
"Ihh Alfi...." Rengek Zie membuat Alfi mengalihkan pandangan nya dan tertuju pada kakak nya itu.
"Apa kakak?" Jawab Alfi dengan menatap Zie.
__ADS_1
"Nggak jadi, udah males" ucap Zie, lalu ia menurunkan kaki nya ke lantai dan ingin beranjak dari sana.
"Loh mau kemana kak?" Tanya Alfi yang sudah bisa menebak kalau kakak nya itu sedang ngambek dengan nya.
Zie tidak menjawab pertanyaan Alfi, namun saat di dekat pintu tiba-tiba saja perut nya terasa kencang dan kram membuat Zie mengadu kesakitan.
"Aduhhh.." rintih Zie yang kesakitan.
Alfi langsung panik saat ada cairan yang mengalir di kaki kakak nya, Alfi dengan sigap mengangkat tubuh Zie dan melangkah keluar dari kamar nya.
"Ayah, Bunda, Kak Langit" Alfi berteriak memanggil seluruh penghuni rumah karena panik, sedangkan melihat wajah Zie yang kesakitan membuat Alfi semakin mempercepat langkah nya.
"Ada apa Al?" Tanya Langit yang ikutan panik melihat Zie yang berada di gendongan Alfi.
"Kak Zie seperti nya mau melahirkan kak!" Ucap Alfi kemudian menuruni anak tangga satu per satu dengan hati-hati dan di ikuti Langit di belakang nya.
__ADS_1
Sementara itu ayah Damar dan bunda Yasmin yang berada di lantai bawah, datang menghampiri mereka dengan wayah yang khawatir.
"Ada apa ini Al, Lang?" tanya Ayah Damar, sementara bunda Yasmin melihat tubuh bagian bawah Zie yang sudah basah.
"Buruan siap kan mobil yah, dan bawa Zie ke rumah sakit kita. Dia seperti nya mau melahirkan" Ucap bunda Yasmin dan ayah Damar pun langsung menyiapkan mobil untuk mereka.
Malam ini semua keluarga di buat panik oleh Zie, Langit juga langsung menghubungi orang tua nya dan orang tua angkat Zie agar mereka segera datang ke rumah sakit yang mereka tuju.
Semua orang menunggu dengan begitu gelisah menanti kelahiran cucu pertama dari keluarga Wijaya dan Bagaskara.
Terlihat ayah Damar dan papa Dion mondar-mandir di depan ruang bersalin Zie, Sementara bunda Yasmin dan mama Diana duduk bersebelahan memanjatkan do'a untuk Zie agar di perlancar proses persalinan nya.
Sementara itu Alfi masih shock, baru kali ini dia melihat orang yang kesakitan akan melahirkan. Terlebih lagi orang itu adalah kakak nya sendiri, Alfi takut jika terjadi hal yang tidak di ingin kan.
Ayah Damar menepuk pelan pundak Alfi, mencoba menyuruhnya agar tenang.
__ADS_1
"Semua akan baik-baik saja, dia akan kuat seperti bunda mu dulu" ucap ayah Damar mencoba menenangkan anak laki-laki nya itu.
Samuel dan Edwin yang juga datang ke rumah sakit menunggu dengan cemas akan kelahiran tuan muda mereka. Dan mereka dapat memastikan tuan muda mereka kelak akan lebih merepotkan dari bos nya saat ini.