
"Makanya jangan sok" mami Ratih memberi handuk pada Ghani sambil mengomel ala emak-emak seperti biasanya.
"Alah....kalian semua takut sama aku kan!" Kata Ghani masih saja kesal pada semua nya.
"Udah-udah ayo siapa yang mau lomba renang cepat, Mami sama Mama jadi juri" Kata mami Ratih yang di angguki mama Sinta.
"Mama setuju" Kata mama Sinta berdiri dari duduknya.
"Siapa aja yang ikut?" Tanya juri mami Ratih.
"Semua ikut Mi, kecuali dua Opa yang lemah yang sering encok itu" Kata Damar menatap papa Hardy dan papi Rianda yang sedang duduk santai dengan menyeruput kopi.
"Siapa bilang Papa lemah, ayo Papa ikut" papa Hardy berdiri membusungkan dada tidak terima di katai Damar.
"Papi juga" papi Rianda ikut berdiri bergabung dengan keluarga adalah hal yang jarang terjadi jadi, hal seperti ini harus di manfaatkan dengan baik.
"Lihat, suami Mama ikut kan?" Mama Sinta merasa bangga walau pun sudah tua tapi tetap saja masih berjiwa muda.
"Papi juga sini Mami bantu buka kemejanya?" Mami Ratih membuka kemeja sang suami dengan bangga, hingga menimbul kan tawa dari yang lainnya.
"Wahahahaha" Tak ada yang bisa menahan tawa melihat kelakuan aneh pasangan di hadapannya.
__ADS_1
"Yang Mas juga mau dong." Damar meminta Yasmin melepas kemejanya, tapi Yasmin tidak mau karena malu.
"Mas buka sendiri aja ya" Yasmin cengengesan pada Damar.
"Ahahaha, sok mesra lu" Kata Edo menertawai Damar yang di tolak Yasmin.
Yasmin mendekati Damar dan berbisik.
"Jangan dengerin, nanti kalau Mas menang Yasmin kasih sampek Mas nyerah" Bisik Yasmin membuat Damar kembali tersenyum.
"Makasih sayang ku" Tutur Damar mencubit pipi sang istri dengan gemas.
"Ah lebay, ayo semua kita mulai" Teriak Ghaffar yang muak melihat pasangan di hadapannya, sebab ia tidak memiliki pasangan.
"Okey setuju Papa juga begitu ya" kata papa Hardy tak mau kalah.
Setelah perdebatan dan sedikit tawaran kini semua peserta lomba sudah bersiap-siap meloncat ke air, mama Sinta dan mami Ratih menjadi juri sedangkan Yasmin tidak mungkin menjadi juri sebab ia sedang hamil tua, sedangkan Sela baru selesai oprasi masih terlalu rentan Adam tidak membolehkan istrinya terlalu aktif hingga akhirnya Sela hanya duduk manis di kursi berdekatan dengan Yasmin.
"Siap!" Teriak mami Ratih memasukan peluit pada mulutnya.
PRIIIIT.
__ADS_1
Pluit di bunyikan mami Ratih, artinya pertandingan sengit itu sudah di mulai.
BUUURR.
Semua peserta lomba melompat dan mulai berenang dengan tenaga extra.
"Mas semangat, demi apartemen baru!" Teriak Yasmin agar di dengar Damar.
"Papi semangat!" Teriak mami Ratih tak mau kalah.
"Papa semangat" mama Sinta juga mengikuti Yasmin dan mami Ratih yang memberi semangat pada sang suami.
"Bini gue nggak ngasih semangat ya" Edo membatin, Gita tidak akan mau berteriak ia sangat malu untuk hal demikian.
"Enak yang punya bini" Gumam Ghani kesal di sela berenang hingga ia dengan dengan cepat sampai dan kembali lagi.
"Yeeeee" Ghaffar berdiri di darat karena ia beehasil menjadi pemenang.
"Jatahnya gue" Ghani kesal pada hal hanya sedikit berselisih dengan Ghaffar.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...