ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 105


__ADS_3

Sesampai nya di kantor Opa Hardy, Langit langsung menuju ruangan sang Opa yang sekaligus menjadi rekan nya.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk" jawab Opa Hardy.


Langit pun membuka kenop pintu lalu masuk.


"Duduk nak" ucap Opa Hardy.


"Ada apa ya Opa?" Tanya Langit menatap Opa Hardy bingung.


"Opa tau mengenai masalah yang terjadi di Black Leon saat ini, dan Opa tau kau pasti ingin sekali menyerang dalang semua kejahatan ini kan?" Tanya Opa Hardy.


"Iya Opa" jawab Langit.


"Meski Opa tau jika Black Leon yang kau pimpin merupakan sebuah organisasi yang tak terkalahkan, namun satu hal yang harus kau ketahui yaitu dia merupakan orang yang sangat licik dan saat ini sudah pasti dia menyiapkan pasukan lebih banyak lagi untuk mempersiapkan jika Black Leon mu mulai menyerang markas mereka. Jadi maksud Opa menyuruh kau datang kesini, Opa ingin menawarkan bantuan semua anak buah untuk membantu Black Leon mu menyerang markas mereka" ucap Opa Hardy.


"Tapi Opa.." jawab Langit yang terputus.

__ADS_1


"Jangan kau tolak, Opa menawarkan ini semua bukan sebagai Opa mu tapi sebagai rekan mu. Jadi pikir kan lah baik-baik tawaran ku" ucap Opa seraya menepuk-nepuk pundak Langit.


Kring.. kring.. kring..


Terlihat jika sang istri tercinta yang sedang menelpon Langit saat ini.


"Sudah sana pulang lah, seperti nya dia sudah sangat merindukan mu" ucap Opa Hardy dengan tawa kecil untuk menggoda Langit.


"Baik Opa, Langit pulang dulu" pamit Langit seraya tersenyum malu-malu.


Setelah berpamitan, Langit mempercepat langkah nya karena ternyata ini sudah pukul delapan malam. Zie sudah pasti sangat menunggu nya saat ini karena ia sudah berjanji pada Zie kalau Langit tidak akan lembur hari ini.


"Mas kemana aja sih?" Tanya Zie dengan cemberut, dan benar saja Zie sudah menunggu nya sedari tadi karena saat Langit baru saja masuk rumah Zie sudah berada tepat di depan pintu.


"Iya maaf ya sayang, tadi masih ada urusan sama Opa sebentar" jawab Langit seraya mencium kening sang istri.


"Aduh kak... Ini yang disini para jomblo, tolong mesra-mesraan nya jangan di depan kita. Kita nggak kuat" seloroh Alfi pada Langit seraya memegangi pundak Bastian dengan berlagak sok sedih.


"Sayang" ucap Langit lalu menyenggol bahu Zie dengan tersenyum heran.

__ADS_1


"Udah nggak usah di dengerin mas. Tipe buaya-buaya seperti mereka tidak mungkin kalau jomblo wlee..." jawab Zie seraya menjulurkan lidah nya, lalu berjalan meninggal kan kedua adik nya yang rese itu


Mereka berdua menaiki tangga lalu masuk ke kamar nya, seperti biasa Langit langsung menuju kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu sebelum istri nya protes lagi. Sedangkan Zie masih setia duduk di sofa untuk menunggu Langit selesai mandi, dan setelah Langit selesai mandi ia langsung mengajak Langit untuk turun ke bawah lagi karena tau pasti nya sang suami nya itu belum sempat makan di luar sana.


"Mas ini Zie yang masak tau" ucap Zie seraya mengambilkan nasi untuk Langit.


"Kok kamu masak sih sayang, kan masih belum boleh capek-capek" ucap Langit.


"Capek-capek tuh yang itu maksud nya, bukan masak" jawab Zie dengan menoleh ke arah junior Langit.


"Kamu berani bantah ya sekarang" ucap Langit, lalu berdiri mendekati Zie dan menggelitiki nya.


"Ahahahahaha... Udah mas ampun, aku laper" teriak Zie, Langit pun langsung berhenti.


"Kok laper? Emang kamu belom makan?" Tanya Langit.


"Hehehe.. udah kok, cuman laper lagi" jawab Zie dengan cengengesan.


"Astaga sayang" ucap Langit dengan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Ayah Damar dan Bunda Yasmin melihat mereka dari kejauhan merasa ikut bahagia karena hubungan rumah tangga putri nya itu sudah membaik dan tidak ada pertengkaran lagi di antara mereka.


__ADS_2