ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
207


__ADS_3

Sela yang sudah tidak kuat melihat sahabatnya mulai turun dari mobil dan berlari ke tengah kerumunan dia berteriak sehisterisnya di sana hingga membuat orang-orang bertanya ada apa dengan gadis itu.


"Tolong berikan kami jalan!!!" Teriak Sela seperti orang gila.


"Menyingkir biarkan kami lewat!!!" Sela terus berteriak hingga semua mobil menyingkir memberikan jalan untuk mobil yang ditumpangi Yasmin bisa kembali berjalan.


"Tolong sahabat saya mau melahirkan berikan jalan" teriak Sela.


Lalu beberapa orang di sana ikut berteriak karena merasa kasihan dan ikut prihatin.


"Biar kan mereka lewat!" Seru seorang yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Hai semua biarkan dia lewat ada pasien" teriak yang lainnya.


"Sela cepat naik" seru Adam saat semua mobil sudah memberikan jalan untuk mobil mereka lewat.

__ADS_1


Beberapa mobil bahkan sedikit tergores oleh mobil Adam, namun mereka tidak peduli jalan sangat padat dan keselamatan nyawa yang sedang menahan sakit di mobil itu jauh lebih berharga menurut mereka.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam Yasmin berhasil dibawa ke rumah sakit milik Damar. Yasmin segera ditangani oleh beberapa dokter namun Yasmin sudah tidak sadarkan diri setelah sampai di rumah sakit bahkan lima menit sebelum mereka sampai Yasmin sudah tidak sadarkan diri.


Yasmin memang akan melakukan operasi sesar namun masih terhitung tujuh hari lagi, entah apa yang terjadi hingga Yasmin mengalami kontraksi yang begitu hebat sehingga membuatnya tak sadarkan diri.


Damar terus menangis berdiri di depan ruangan di mana sang istri telah berjuang antara hidup dan mati demi anak mereka. Damar terlihat lemah ia bahkan beberapa kali membenturkan kepala nya melihat keadaan sang istri yang lemah tak berdaya.


Kedua orang tua Damar sudah berada di sana setelah beberapa saat lalu ada menghubungi mereka. Mama Sinta dan papa Hardy memang sudah menghadiri peresmian sebuah restoran rekan bisnis papa Hardy. Dan tempatnya cukup dekat dengan rumah sakit milik papa Hardy, sehingga hanya membutuhkan waktu sepuluh menit mereka sudah berada di sana.


"Damar kamu sholat nak" ujar mama Sinta mengelus bahu sang anak yang dipenuhi dengan kecemasan.


Sudah satu jam berlalu namun belum ada tanda-tanda dokter yang keluar membawa kabar bahagia untuk keluarga yang menunggu di luar. Damar sudah tidak sanggup walau hanya menopang tubuhnya, ia mendudukan diri nya di lantai dan menopang kepala nya.


"Dokter bagaimana dengan menantu dan cucu saya?" Tanya mama Sinta saat melihat dokter yang menangani Yasmin sudah keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Ibu dan bayinya baik-baik saja nyonya, beruntung pasien cepat ditangani dan kamu bisa mengambil tindakan dengan cepat" ujar sang dokter setelah berjam-jam menangani istri pewaris rumah sakit itu.


"Anak saya juga sudah lahir dok?" Tanya Damar dengan suara bergetar.


"Sudah tuan, selamat bayi anda Perempuan." ucap sang dokter bertag Alfin itu.


"Saya boleh masuk?"


"Silahkan tuan" sang dokter mempersilahkan Damar masuk melihat istri dan anaknya.


POV Damar.


Dengan kaki yang terasa berat aku terus berjalan masuk dengan hati yang bergetar. Aku terus mendekati enggak aku dapat melihat seorang wanita yang kuikat dalam pernikahan sepuluh bulan yang lalu. Iya dia adalah kekasih halalku, kulihat dia sedang berbaring bersama seorang makhluk kecil yang dibalut dengan kain. Hatiku berdesir seakan tubuhku terasa hangat, aku melihat wanita yang aku cintai sudah memberikan seorang malaikat kecil untukku.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2