
"Tapi Mas kelitiknya nggak pakek ampun, Yasmin kalau lama ke kamar mandi aja kalau udah kebelet banget bisa nggak tahan, apa lagi Mas klitikin" lanjut Yasmin dengan kesal dan menutupi malu nya.
"Kamu jorok banget yang" Seloroh Damar, padahal ia mengerti sangat mengerti. Yasmin hamil empat bayi kembar berbeda saat dulu hamil Zie, kini Yasmin lebih gampang lelah mungkin karena berjalan sambil membawa empat bayi.
"Udah Yasmin nggak mau lagi nurutin maunya Mas, Mas nya gitu padahal ini ulah Mas loh. Pas itunya merem melek udah begini ngejek terus" Tutur Yasmin kesal.
"Yang kamu apa sih, Mas becanda tau" Damar kembali berusaha merayu Yasmin agar luluh.
"Nggak lucu!" Ketus Yasmin sambil bangun dari ranjang untuk membersikan diri.
"Yang Mas aja yang bersihin kamu diem ya" Damar mengangkat Yasmin tanpa mendapat persetujuan dari sang istri, ia juga tau itu karena ulahnya dan ia ingin sedikit berguna membantu sang istri meringankan rasa lelah.
Damar memandikan Yasmin, tidak lupa menggosok dengan sabun, bahkan sampai kaki Yasmin di bersihkan oleh Damar. Setelah selesai memandikan sang istri Damar melilit tubuh Yasmin dengan handuk dan membaringkannya di ranjang.
"Mas abis mandi seharusnya pakai baju kan? Tapi kok Yasmin malah di suruh tidur?" Tanya Yasmin bingung.
__ADS_1
Namun Damar tak menjawab ia hanya menjawab dengan perlakuannya, menghisap habis dua gundukan Yasmin yang luar biasa.
"Ssst Mas" Yasmin menutup mata merasakan indahnya pagi yang penuh damba, suaminya memang sangat pandai dalam hal itu dan Yasmin pun tidak munafik untuk mengatakan sangat menyukai hal itu.
"Yang Mas mau" Pinta Damar dan Yasmin mengangguk.
Dengan semangat Damar melakukan hal yang sudah mendapat izin dari sang istri, tidak ada yang lebih indah bagi Damar selain sesuatu yang di tawarkannya itu. Dan kini selesai sudah permainan keduanya hingga Damar harus kembali membersihkan tubuh Yasmin
Kini Yasmin dan Damar keluar dari kamar, keduanya tersenyum bahagia. Lalu Zie tiba-tiba berlari memeluk kaki Yasmin.
"Unda..." Teriak Zie.
"Sini Ayah gendong" Damar mengangkat Zie dan Zie menciumi pipi sang Bunda.
"Unda angan buanyak mamam agi ya," Zie malah menasehati Yasmin.
__ADS_1
"Kok Bunda banyak mamam?" Tanya Yasmin bingung.
"Itu" Zie menunjuk perut buncit sang Bunda, Zie yakin Bundanya kekenyangan karena terlalu banyak Makan.
Yasmin dan Damar saling lempar senyuman, menanggapi kelucuan Zie.
Kini Yasmin dan Damar sedang bebelanja perlengkapan bayi mereka, Yasmin yang ingin memilih sendiri untuk keperluan bayinya. Damar sebenarnya melarang dan biar semua di selesaikan oleh pekerjanya saja, namun Yasmin sekarang ingin mengelilingi mall dan membeli sendiri sesuai dengan keinginannya.
Yasmin ingin mempersiapkan semua lebih awal karena ia berencana untuk tidak lagi bepergian bila usia kandungannya sudah memasuki bulan ke tujuh, Yasmin kini lebih hati-hati ia takut apa yang dulu terjadi saat melahirkan Zie terulang kembali. Bahkan ada dokter yang selalu menemaninya setelah usia kandungannya memasuki bulan ke tujuh.
"Mas warna ungu bagus ya" Yasmin menunjukan kaos kaki pada Damar.
"Yang anak Mas cowok, apa iya warna ungu?" Damar malah kesal di buat sang istri yang malah memilih warna aneh menurutnya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...