
" sayang." damar terus berusaha memeluk Yasmin karena ingin ditemani tidur siang.
" mas." Yasmin menjauh ia tetap fokus pada tas yang baru saja ia beli.
" ayolah sayang masa haus." rengek Damar.
" Minum." bentak Yasmin.
" mas mau nya minum yang itu." kata Damar.
" tidak ada." Yasmin menunjukkan wajah masangnya dan tidak lupa bibir manyun yang ia tunjukkan pada damar.
" ayolah sayang besok mas beliin kamu mobil keluaran terbaru." damar terus berusaha merayu Yasmin karena Yasmin sangat susah diajak kerjasama untuk siang ini.
" emas pikir aku jual diri habis ditidurin dibayar." Yasmin mulai berkacak pinggang berdiri di sisi tempat tidur dengan darah yang mulai mendidih betapa damar mulai mengukur harga dirinya dengan uang itu sama saja damar mengingatkan Yasmin pada masa lalunya yang terasa sakit.
" sayang bukan begitu ayolah semua apa yang masih memiliki buat kamu juga jangan sensitif ini dong sayang masih cinta sama kamu dan mas tidak bisa dicuekin sama kamu." kata damar yang terus memeras di hadapan sang istri dan berharap sang pujaan hati tidak lagi marah padanya.
" mas lupa tadi pagi mas maksa Yasmin buat itu terus mas tinggalin Yasmin gitu saja di kamar mandi tanpa meminta maaf ataupun merasa bersalah sedikitpun mas lupa ya." Yasmin merasa jengkel mengingat kelakuan damar saat pagi tadi di mana damar memaksa dirinya untuk melayaninya namun saat ia sudah masuk dalam gairah itu damar malah pergi begitu saja meninggalkan nya.
" mas minta maaf sayang, mas cuma bercanda." ucap damar mendekati Azmi dan memeluk tubuh mungil sang istri terlihat perutnya itu sudah membuncit karena usia kandungannya sudah memasuki bulan keempat.
" tidak ada mas keterlaluan dan nggak lucu." Yasmin terus meluapkan emosi yang sedari tadi ia tahan dengan susah payah gini damar pun harus merasakan apa yang tadi pagi ia rasakan.
" sayang." panggil Damar.
" nggak rasain gimana rasanya enak." ucap Yasmin ketus di hadapan damar berbicara dengan setengah berteriak tidak peduli mau disebut istri durhaka yang jelas damar harus mendapat ganjaran dari perbuatan nya tadi pagi.
Yasmin pergi menuruni anak tangga namun damar masih setia mengikuti tubuh mungil Yasmin yang sedang tidak mau berdekatan dengannya Yasmin mulai mendarat kan pantatnya di atas karpet berwarna putih berbulu tebal dan menyalakan televisi yang berukuran cukup besar dipasang di ruang keluarga dengan tubuh bersandar pada sofa yang terletak tepat di belakangnya.
Yasmin tidak peduli dengan keberadaan damar yang sudah ikut duduk di sampingnya, Yasmin mengambil makanan ringan yang ditata di atas meja tidak jauh darinya menurut Yasmin lebih baik makan daripada pusing menghadapi bahaya besar yang merengek minta sesuatu yang tadi pagi membuatnya jengkel Yasmin mulai menonton kartun kesukaannya dengan sesekali tertawa karena lucu.
" CK!!!!." damar terus merasa kesal karena Yasmin tidak peduli padanya damar berniat ingin menawarkan Yasmin belanja di mall dengan iya yang menemani namun ia takut Yasmin laki-laki salah paham ia tahu ini kebiasaan baru Yasmin adalah berbelanja itu saja yang disukai wanita yang tengah hamil 4 bulan itu.
Plak
Yasmin menepis tangan damar yang sedang meremas gundukannya.
__ADS_1
" sayang belanja yuk shopping bebas." tawar damar memberanikan diri.
Yasmin mulai memutar lehernya ke kanan di mana ada damar di sana mata Yasmin berbinar bibir manis memancarkan senyuman mendengar tawaran yang damar berikan.
" kenapa tidak ngajak dari tadi." kata Yasmin dengan sedikit tersenyum kalau berbelanja ia tidak akan menolak.
" yuk ke kamar ganti baju." kata damar ia tidak menyangka ternyata Ida yang dari tadi ia pikirkan ternyata berhasil.
" tahu begini mulutnya dari tadi aku keluarin itu ini." ucap damar dalam hati nya.
" mas yuk siap-siap ke mall." Yasmin terlihat antusias Dan kini ia terlihat sangat bersemangat.
" yuk." damar memegang tangan Yasmin dan keduanya menaiki anak tangga.
" mas kita naik motor ya." pinta Yasmin yang ingin berjalan-jalan naik motor.
" ok." jawab damar enteng.
" naik motor Didin ya mas." kata Yasmin masih dengan mata yang berbinar dan senyuman yang tidak pernah hilang dari bibir nya.
" sayang." gambar ingin mengajukan penawaran tapi ia melihat senyum Yasmin mulai hilang.
" ya sudah." kata Yasmin yang mengerti damar tidak mau Yasmin menunduk dan keluar dari kamar dengan wajah cemberut namun dengan cepat damar menarik tangan istri nya dan tersenyum.
" ya sudah kita naik motor Didin." tidak ada salahnya mencoba menurut damar lagipula damar ingin melihat ingin memeluknya lama dari motor Didin apalagi solusi yang terbaik karena kalau biasanya kemal hanya memerlukan perjalanan 15 menit saja dari kediaman mereka berbeda bila mengendarai motor canggih Dikin besar kemungkinan perjalanan terasa panjang memakan waktu 60 menit itung-itung pacaran setelah menikah.
" serius mas?." tanya Yasmin dengan bahagia.
" iya tapi bayar nya di depan ya." kata damar.
Yasmin hanya diam saja saat damar mulai merengkuh manis madu bibirnya Yasmin juga membalas apa yang damar berikan pada nya.
" ssst." Yasmin mulai mendesah saat damar mulai meremas gundukan milik nya.
" enak sayang?." tanya damar dengan senyum bangganya karena berhasil membuat Yasmin mendesah.
setelah 40 menit keduanya melakukan olahraga siang hari ini keduanya sudah bersiap-siap untuk pergi sesuai dengan janji damar tadi.
__ADS_1
"Dorong bos" Adam mulai menggoda Damar yang sedang mendorong motor milik Didin agar menyala.
"Kurang ajar" gumam Damar tidak terima Adam.
"Bisa mas?" Tanya Yasmin.
"Bisa sayang kalau dikasih kiss" kata Damar pada Yasmin.
Cup!
Yasmin mencium pipi Damar dihadapan Adam.
"Huek huek huek" Adam berpura-pura muntah melihat Damar.
"Kau!!" Damar menatap tajam Adam yang terus mengejek nya.
"Mas ayo dorong" ucap Yasmin karena ia ingin motor nya segera menyala dan segera jalan-jalan naik motor itu.
"Bos lebih serem mafia kejam di luar sana atau istri?" Tanya Adam dari kejauhan.
"Istri" teriak Damar karena ia ingin Adam berhenti mengejeknya.
"Aha ha ha" tawa Adam.
"Heh awas kamu kalau nanti takut istri juga, beliin aku jet pribadi" teriak Damar mengajak taruhan.
"Nggak sekalian beli istri yang ketiga bos" kata Adam.
"Adam!!!" teriak Yasmin dengan berapi-api. Kali ini bukan lagi Damar yang menjadi lawan Adam namun Yasmin.
"Nah kalau berani jangan hadapi, nih ada istri ku." Damar menunjuk Yasmin yang bersiap-siap melempar sandal milik nya pada Arman.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1