
Sesampai nya Langit di kantor, Langit langsung memasuki ruangan nya. Dan benar saja Bryen lah yang datang, dia sudah menunggu Langit disana.
"Lang" panggil Bryen, namun hanya dijawab senyuman menyeringai dari Langit.
"Mungkin lo bakal bertanya kenapa gue kabur dan sekarang gue malah temuin lo lagi" ucap Bryen.
"Gue udah tau" jawab Langit dengan singkat.
Langit sudah mengetahui alasan sahabat nya itu kabur sekaligus datang lagi kepada nya. Namun saat ini ia masih menguji sahabat nya itu, apakah ia akan sungguh-sungguh membunuh nya sesuai perintah Simon.
"Lang, aku sudah banyak melakukan dosa pada mu. Tidak perlu kau sekap aku lagi, tapi bunuh saja aku" pinta Bryen seraya menyodorkan pisau tajam pada Langit, namun Langit tidak menerima nya karena tidak mungkin ia bisa membunuh sahabat nya sendiri apalagi Bryen bukan lah dalang sesungguh nya.
"Jika kau tak mau membunuh ku, aku yang akan bunuh diri ku sendiri" ucap Bryen seraya mengambil pisau itu kembali.
"Tunggu, kau jangan gila!" Teriak Bryen.
"Kau pasti sudah tau jika aku kesini dengan niat untuk membunuh mu Lang, tapi aku tidak akan lakukan itu. Lebih baik aku saja yang mati, aku juga sudah memiliki dosa yang banyak pada mu Lang. Aku tidak pantas untuk hidup" ucap Bryen lagi.
Di luar ruangan banyak sekali karyawan Langit yang mengintip untuk menyaksikan itu semua, mereka sangat takut jika benar akan adanya pembunuhan nanti nya disana.
"Aku bisa membantu mu untuk menyelesaikan semua ini!" Teriak Langit agar Bryen menghentikan aksi nya.
__ADS_1
"Itu semua percuma Lang, jika aku masih hidup aku akan terus di paksa si gila Simon itu untuk terus menghabisi mu" jawab Bryen.
"Tidak tidak..." Ucap Langit yang berjalan medekat pada Bryen.
"Jangan mendekat Lang" Teriak Bryen dan sontak Langit berhenti.
JLEB..
Pisau itu tertancap di perut Bryen dan Bryen pun langsung terjatuh.
"Selamat tinggal Lang" Ucap Bryen dengan lirih.
Bryen kini sudah tak sadar kan diri, dan banyak sekali darah yang bercucuran dari luka tusuk Bryen.
Setelah Bryen di bawa oleh ambulans untuk di larikan ke rumah sakit, Langit tidak menemani nya karena ia harus ke kastil markas Black Leon untuk menemui semua anak buah nya.
Sesampai nya Langit di kastil, semua anak buah nya merasa ketakutan karena lolos nya Bryen dari sekapan bawah tanah.
"Maaf kan kami bos" ucap Samuel untuk mewakili semua anak buah Langit.
Langit tak menjawab permintaan maaf mereka karena Langit sudah tau apa yang akan bicarakan.
__ADS_1
"Kita perlu menyusun strategi untuk menyerang si b*jingan itu" teriak Langit.
"Siapa bos?" Tanya Samuel.
"Simon, dialah dalang di balik semua kejahatan ini" jawab Langit.
"Kita langsung serang saja bos, pasukan kita sangat banyak dan tak mungkin terkalahkan" ucap Samuel.
"Kita tidak bisa langsung menyerang nya begitu saja, kita harus memikirkan strategi yang matang karena dia bukan orang sembarangan. Dia orang yang sangat licik" jawab Langit dengan penuh penekanan.
Kring.. kring.. kring..
Ponsel Langit tiba-tiba berbunyi.
"Ada apa Opa?" Tanya Langit karena bingung tiba-tiba Opa Hardy menelepon nya.
"Kau bisa temui aku sekarang nak?" Jawab Opa Hardy.
"Bisa Opa, saya akan segera kesana sekarang" jawab Langit dengan sigap meski ia belum mengetahui apa tujuan Opa Hardy menyuruh nya menemui Opa Hardy.
Langit pun menutup telepon nya dan langsung menuju kantor Opa Hardy sesuai pinta nya.
__ADS_1
Kira-kira apa tujuan Opa Hardy menyuruh Langit untuk menemuinya ya?