ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 58


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, Langit pun bangun dari tidurnya. Ia memandangi wajah cantik istrinya yang masih tertidur pulas karena ulahnya semalam.


Langit bangun dari tidurnya dan bergegas mandi, usai mandi ia berinisiatif memasak untuk sang istri tercintanya. Meski Langit sedang marah karena masalah kemarin, namun ia merasa tidak tega dengan istrinya yang sangat lelah karena ulahnya.


Saat jam menunjukkan pukul satu siang, Zie mengerjap kan matanya dan terbangun dari tidur pulas nya.


"Mas.." Zie memanggil-manggil suami nya karena ia merasa bingung, tempat tidur Langit sudah kosong dan dimana keberadaan sang suaminya itu.


"Mas.." Zie masih memanggil-manggil Langit seraya mengecek semua sudut kamar serta kamar mandi.


Setelah tidak menemukan keberadaan Langit, Zie langsung keluar kamar dan saat keluar kamar Zie mencium aroma masakan yang sangat harum dan menggoda. Zie mempercepat langkahnya menuju dapur karena ia sangat penasaran siapa yang memasak, dan betapa terkejutnya ternyata sang suami nya lah yang sedang memasak di sana.


"Morning sayang, udah bangun?" Sapa Langit pada Zie.


"Mas kok kamu masak sih, biar aku yang masak" Protes Zie.


"Ngga papa, aku ngga tega lihat kamu capek banget karena ulah aku" Ucap Langit sambil tersenyum pada Zie, lalu ia menyajikan masakan nya untuk disantap bersama.


"Aku cobain ya" Ucap Zie seraya menatap masakan Langit dengan mata berbinar.


"Ih kamu kan belom mandi, jorok banget" Ledek Langit.


"Biarin, aku udah laper wlee" Jawab Zie dengan menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


Setelah sendokan pertama, Langit langsung menanyakan pada Zie.


"Gimana rasanya?"


"Emm, gimana ya" Ucap Zie pura-pura bingung menilai.


"Ngga enak" Bohong Zie.


"Oh ngga enak ya? Oke sini aku ambilin lebih banyak lagi" Sahut Langit seraya mengambilkan masakannya lebih banyak lagi di piring Zie dan langsung berinisiatif menyuapi istri nakalnya.


"Ayo buka mulut"


"Ih mas, pelan-pelan dong" Pasalnya Langit menyuapi Zie dengan sendokan yang sangat penuh.


"Oh iya mas, tadi Shinta sempet Chat dan bilang kalau aku suruh masuk" Ucap Zie di sela-sela kunyahannya.


"Tapi kan tadi kamu udah izin ngga enak badan?" Jawab Langit dengan mengernyitkan dahi nya.


"Iya mas, tapi kata Shinta aku tetep suruh masuk aja meskipun cuman sebentar disana. Lagian kemarin aku udah sempet izin ngga masuk kan, aku ngga enak izin terus. Aku juga takut kalau nilai magang aku nanti jelek" Ucap Zie dengan memanyunkan bibirnya.


Melihat Zie yang sangat menggemaskan, Langit secara reflek langsung mengecup bibir Zie.


"Ih mas apa sih" Zie yang langsung menghindar setelah Langit mengecupnya.

__ADS_1


"Ya udah, kamu siap-siap bentar lagi. Tapi habisin makannya dulu" Jawab Langit.


"Iyaaa!!!" Jawab Zie yang geram dengan sang suami.


Setelah makan Zie langsung bersiap-siap menuju rumah sakit tempat ia magang, Zie yang memilih di antar oleh supir karena ia tau Langit juga pasti masih lelah.


"Mas" Panggil Zie seraya menarik tangan sang suami lalu mencium punggung tangan nya.


"Kamu bener ngga mau di antar mas?"


"Engga, udah mas lanjut istirahat aja" Ucap Zie dengan berjalan meninggalkan Langit.


Sesampainya di rumah sakit, Zie berpapasan dengan Diego dan betapa kagetnya Zie karena muka Diego yang di penuhi memar-memar serta ada luka robekan di bagian sudut bibirnya.


...**Jangan lupa mampir di cerita ku yang lain nya ya kak....


...Jodoh pilihan Istri...


...First Love Story**'...


...💐💐💐💐💐💐...


...Yuk yuk Komen, Like dan Vote nya supaya Author lebih semangat lagi...

__ADS_1


__ADS_2