ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 80


__ADS_3

" Zie." satu kata yang keluar dari bibir papa Hardy.


" iya opa, tadi ayah kecelakaan dengan kak Zie." jawab Devanno dengan menggendong tubuh kakak perempuan nya.


mereka berdua menjalankan mobil nya dengan cepat, bahkan banyak orang yang membantu untuk membuka jalan yang tadi sempat macet total.


Setiba nya di rumah sakit Devanno langsung keluar untuk meminta bantuan, setelah itu damar dan Zie di bawa ke UGD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Papa Hardy dan Devanno duduk dengan gelisah, namun papa Hardy masih bisa lebih tenang dari pada devanno.


di rumah damar


Ponsel Chandra berbunyi, menandakan ada pesan masuk.


" opa." ucap Chandra lirih sambil melirik wajah ke dua wanita yang ada di depan nya ini.


πŸ“© Opa.


" Chan, kamu kalau sedang bersama dengan Oma dan bunda Bu, tolong pergi sebentar, ada yang mau opa bicarakan."


Chandra yang membaca pesan dari opa nya bergegas ke kamar, namun sebelum pergi Chandra berpamitan kepada Oma dan bunda nya.

__ADS_1


setiba di kamar Chandra langsung menelpon opa nya.


" Opa, ada apa, seperti nya penting banget." ucap Chandra.


" Opa di rumah sakit sekarang." ucap Papa Hardy.


" apa!!!! opa sakit apa, tunggu Chandra ke sana sekarang." ucap Chandra.


" Chan, dengarkan opa baik baik." ucap papa Hardy langsung menceritakan apa yang telah terjadi, papa Hardy juga berpesan kepada Chandra agar membawa pakaian untuk ganti Devanno di sini, setelah itu menutup telepon nya.


Chandra turun kebawah dengan membawa paper bag di tangan nya, Oma dan bunda yang melihat Chandra bingung.


" Chan mau kemana?." tanya bunda.


" kemana, tadi ayah tidak memperbolehkan bunda keluar nak, nanti kalau kita keluar terus ayah mu pulang gimana?." ucap bunda Yasmin.


" tenang saja Bun, ayah tidak akan marah sama kita kok, Oma juga ikut ya, karena barusan opa telp Chandra kata nya suruh mengajak Oma juga." ucap Chandra, baik mama Sinta atau Yasmin hanya mengangguk kan kepala nya saja, tanpa menaruh curiga kepada Chandra.


Mama Sinta dan Yasmin bingung, kenapa malah mereka sekarang berada di rumah sakit.


" Chan memang kita mau kemana?." tanya Yasmin.

__ADS_1


" bunda dan Oma ikut saja ya, nanti pasti tahu sendiri." jawab Chandra, ia tidak mau memberikan kabar terlebih dahulu, biarkan nanti opa nya saja yang memberitahukan kepada Oma dan bunda nya


Sedangkan di dalam mobil Langit.


Langit marah marah, karena ia mobil seperti berjalan lamban, biasa nya dari kantor sampai apartemen nya tidak perlu waktu 30 menit, bahkan sekarang sudah lebih dari 30 menit.


" Ben, ada jalan lain tidak, biar kita cepat sampai." ucap Langit.


" Tidak ada pak, karena hanya jalan ini saja yang bisa kita lewati." jawab Beni dengan rasa takut nya.


tidak butuh waktu lama, 5 menit kemudian Langit sudah sampai di apartemen, dengan langkah cepat Langit masuk ke apartemen nya, bahkan Beni di buat bingung oleh atasan.


Ceklek.


" Sayang, sayang, sayang, Zie kamu dimana sayang." panggil Langit yang melihat di kamar, kamar mandi, dapur, sepi tidak ada seorang pun yang berada di sana


" Pak." panggil Beni dengan nafas ngos ngosan.


" Ben, istri ku tidak ada, kita cari dimana?."tanya Langit yang ngeblang.


" Maaf pak, tadi apa ibu tidak bilang ke bapak mau kemana begitu pak, karena setahu saya, kemana pun ibu pergi selalu meminta ijin kepada Bapak." jawab Beni, Beni sangat ingat dengan istri atasan nya itu, bahkan Langit sering bercerita tentang istri nya kepada Beni

__ADS_1


" ****.... supermarket Ben, kenapa saya seperti ini, iya tadi istri ku sempat telp kalau mau ke supermarket depan, ayo kita kesana sekarang." ucap Langit yang langsung meninggalkan Beni di apartemen nya.


Maaf ya kak, segini dulu, badan lagi tidak enak sama sekaliπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2