
Sementara Damar yang sedang merebahkan diri nya di atas tempat tidur mulai mengeluarkan keringat dingin.
" Di kasih tidak ya." Batin Damar yang masih menatap Yasmin penuh damba
" Apa mungkin aku harus bermain solo lagi, Yasmin kamu sungguh sangat sangat menyiksa adik ku ini." Batin Damar.
Damar terus memandangi tubuh Yasmin dengan tatapan haus, sementara Yasmin sama sekali tidak memperdulikan Damar, setelah ia mengambil piyama nya, ia kembali masuk ke dalam kamar mandi dan memakai piyama di sana.
" Sayang mas lapar." Kata Damar setelah Yasmin keluar dari kamar mandi.
" Makan lah." Jawab Yasmin ketus.
" Temenin yank." Kata Damar.
Yasmin memutar bola mata nya dengan sangat malas, ia melangkah keluar dari kamar, tapi Damar masih setia rebahan di atas tempat tidur. Yasmin berbalik ke belakang karena ia menyadari Damar tidak mengikuti nya.
" Ayo kata nya lapar." Kata Yasmin dengan nada cukup tinggi.
Damar tersenyum dan bangun lalu berjalan mendekati Yasmin, ke dua nya berjalan ber iringan.
" Yank aku haus juga." Bisik Damar sambil berjalan.
" Nanti di dapur minum." Jawab Yasmin dengan ketus.
__ADS_1
" Mau nya minum susu yank." Jawab Damar.
" Ya aku buatin." Jawab Yasmin dengan jutek.
" Tapi aku mau nya bukan yang di dapur yank." Ucap Damar
Yasmin yang mendengar perkataan Damar, mulai menghentikan langkah nya, dan menatap Damar yang berada di samping nya, Yasmin bertolak pinggang dan memandang tajam Damar.
" Terus yang mana?." Tanya Yasmin dengan emosi namun suara nya pelan.
" He he." Damar menggaruk tengkuk nya dan memandang intens Yasmin, sambil menarik turun kan ke dua alis nya.
Yasmin mengangguk mengerti. Yasmin maju dan mendekati Damar.
Yasmin terus mendekat dan semakin dekat lalu ia sedikit berjinjit mendekati wajah Damar dan Yasmin berbisik.
" Mau?." Tanya Yasmin dengan sangat lembut.
" Iya." Jawab Damar dengan senyuman yang lebar. Yasmin tersenyum dan mengambil gelas yang ada di meja dan memberikan nya pada Damar.
" Pakai ini saja." Ucap Damar.
" Bagaimana cara nya yank." Tanya Damar yang bingung
__ADS_1
" Pikir sendiri." Kata Yasmin.
Yasmin mulai menata makanan di meja makan dan membuat kopi untuk Damar, lalu Damar mulai duduk dan Yasmin mulai mengambil nasi dan lauk untuk Damar, Damar tersenyum bahagia, ia semakin yakin dengan hati nya untuk memilih Yasmin, apa pun yang akan terjadi ia tidak akan pernah melepaskan Yasmin.
Ke dua nya mulai makan dan tidak ada yang bersuara sama sekali, hanya Damar yang sesekali memandang wajah Yasmin.
" Sayang." Panggil Damar sambil menyuapi nasi ke dalam mulut nya.
" Em." Jawab Yasmin dengan malas.
" Sabar tahan ini ujian." Ucap Damar dalam hati nya. Damar tidak lagi berani berbicara karena takut dengan kemarahan Yasmin.
Setelah selesai makan malam nya Yasmin mulai membereskan meja makan dan Damar juga ikut membantu nya. Setelah itu ke dua nya kembali ke kamar.
" Mas kamu ngapain?." Tanya Yasmin karena Damar juga ikut merebahkan diri nya di samping Yasmin.
" Tidur." Jawab Damar.
" Bangun." Ucap Yasmin. Damar bangun dan berdiri di samping tempat tidur, Yasmin mengambil bantal dan memberikan nya pada Damar.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...