
Nenek Mirna terdiam mendengar apa yang di katakan Yasmin, tadinya ia sangat berharap dengan memohon ia akan terbebas dari semua hukuman yang akan ia terima.
Namun ternyata salah, luka itu sudah sangat dalam hingga tak ada kata ampun dan maaf lagi yang pantas untuk di ucapkan, nenek Mirna juga kini ikhlas menerima hukuman apa pun yang akan ia terima dari pada ia terus di hantui rasa bersalah karena sudah melenyapkan dua nyawa tak bersalah.
"Baiklah Yasmin, Nenek akan terima apa pun hukuman yang akan kau berikan. Nenek sadar salah Nenek sangat banyak sekali, namun saat ini Nenek sangat menyesali semua yang telah terjadi" ucap nenek Mirna penuh penyesalan.
"Percuma Nek, menyesal pun sudah tidak ada artinya. Kalau dengan memaafkan Nenek bisa mengembalikan Mama dan Papa aku yang akan meminta maaf pada Nenek. Tapi itu mustahil, yang ada sekarang keadaan Ghaffar sangat memprihatinkan dan itu karena kalian bahkan Tante masih belum puas semakin menjadi-jadi" Yasmin tak habis pikir mengapa nenek Mirna dan Tante Tina tak pernah puas untuk menyakiti mereka, keadaan Ghaffar sudah parah dan Tante Tina masih memperparah juga.
"Maaf Yasmin" kata nenek Mirna.
"Nggak akan pernah!" Yasmin memeluk Danar melepaskan segala tangisnya di dada bidang sang suami, tak ada yang lain yang dapat menopangnya saat ini selain dada sang suami yang setia selalu ada untuknya.
"Kita apakan dia bos?" tanya Tomi adalah orang kepercayaan Adam.
"Kita sate saja, lalu kita bagikan untuk berbuka puasa para hewan buas" jawab Adam santai.
__ADS_1
Nenek Mirna dan Tante Tina tau bagaimana cara Handoko mati, sebab Adam sewaktu itu memang memerintahkan Tomi menunjukan sedikit rekaman Handoko saat bersama hewan buas itu berniat ingin memperingati keduanya, agar menjauh dari kehidupan Yasmin dan kedua adiknya. Namun Adam salah justru Tante Tina malah semakin mencari masalah dengannya.
"Bos benar sekali, aku sangat suka bagian menyincang dan membuat bumbu" seloroh Tomi.
"Dan aku yang akan melempar hewan yang kelapan itu!" tandas Adam lagi.
"Tidak! aku mohon jangan ampunilah kami, kami sangat menyesal, sangat menyesal" ucap Tante Tina bergidik ngeri.
"Menyesal? Ahahahhahaha" semua anak buah Adam tertawa lepas mendengar jawaban Tante Tina.
Yasmin juga merasa takut dengan pembicara para lelaki bertubuh kekar itu, ia menatap Damar sambil mendeguk saliva bertanya tentang kebenaran pembicaraan mereka.
"Mas, mereka nggak sekejam itu kan?" Yasmin takut dan kembali memeluk Damar dengan erat.
"Sudah, jangan dengarkan mereka" kata Damar ingin menutupi siapa mereka di sana.
__ADS_1
"Yasmin tante mohon, suami tante sudah di habisi dengan cara yang sadis bersama seekor binatang, jangan lakukan itu pada tante juga" kata Tante Tina dengan melas.
"Mas apa itu benar?" Yasmin mendeguk saliva sambil bertanya pada Damar, kalau benar ia berarti selama ini ia hidup dengan seorang mafia. Ia juga mendadak takut melihat Damar.
"Sayang, kenapa menjauh" Damar menarik Yasmin kembali.
"Kalian semua bawa mereka ke kantor polisi, biarkan mereka seumur hidup di sana. Bila perlu sampai busuk, pastikan itu!" perintah Damar pada Tomi.
"Nggak jadi di sate bos" seloroh Tomi sebab ia tau Damar mencoba menutupi jati dirinya dari Yasmin.
"Kau yang ku buat sate mau!" bentak Damar dengan nada tinggi, Tomi masih saja menggodanya padahal mereka sudah melihat Yasmin ketakutan.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...