
"Ra..."
"Hmmm..."
"Beneran kamu bisa setia?"
"Maksud nya?"
"Itu tadi, kamu bilang kalau kamu di posisi dia saat itu,kamu bakal setia mati-matian, apa itu benar?" tanya Alfi sambil memegang dagu Azura hingga mata mereka saling bersirobok.
"Iya kalau aku jadi dia, aku bakal setia sama pak dokter"
"Yang aku tanya itu kamu Ra, istri aku Azura Karenina. Apa istri ku ini akan benar-benar setia bila berada di posisi seperti itu?" ucap Alfi lagi.
__ADS_1
Jantung Azura tersentak, apalagi saat perlahan tangan Alfi merayap di belakang tubuh nya lalu menarik nya hingga tubuh mereka berdua merapat.
"Pak... pak dokter... " Azura kikuk sendiri dengan posisi mereka saat ini. Apalagi nafas Alfi tepat menerpa wajah nya membuat Azura nyaris kehabisan oksigen karena menahan nafas.
"Jangan panggil saya pak dokter, saya bukan dokter kamu tapi suami kamu" tekan Alfi dengan sorot mata teduh.
"Pak dokter, tolong jangan permainkan saya!" cicit nya dengan wajah tertunduk dalam.
"Pak dokter, tolong jangan permainkan saya! Saya tahu pak dokter tak pernah menginginkan saya, jadi jangan beri saya harapan kalau hanya demi menghibur saya, saya mohon" imbuh Azura lagi dengan mata berkaca-kaca.
"Dokter sendiri yang bilang kalau dokter tidak akan mungkin menyukai saya apalagi tertarik dengan saya meskipun saya telanjang sekali pun" ujar Azura mengingatkan perkataan Alfi tempo hari.
"Dokter takkan mungkin mau tidur sama saya apalagi saya... " nafas Azura tiba-tiba tercekat saat teringat peristiwa pelecehan yang ia alami.
__ADS_1
"Aku tarik kembali semua omong kosong itu. Aku mau kamu sekarang, apa kamu siap?" bisik Alfi lirih di samping telinga Azura membuat gadis itu meremang.
Azura tertegun di tempat nya. Mulut nya terbuka ingin menjawab tapi entah mengapa pikiran nya tiba-tiba kosong saat ini, ia belum mampu mencerna apa yang dikatakan Alfi barusan.
Di saat Azura sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri dengan pandangan fokus ke arah manik legam milik suami nya, tiba-tiba Alfi menyapukan bibir nya di atas bibir Azura. Membungkam nya dengan hangat, lembut, dan penuh kasih sayang membuat Azura membelalak kan mata nya tak percaya dengan apa yang barusan Alfi lakukan. Perlahan, mata Azura terpejam menikmati sapuan lembut di bibir nya itu. Ketika ciuman itu makin di perdalam, tiba-tiba Azura mendorong dada Alfi hingga ciuman terlepas menyisakan tanda tanya di benak Alfi. Bukan kah biasa nya Azura sangat menyukai kontak fisik terjadi di antara mereka, lalu kenapa....
"Tidak dok, jangan... jangan lakukan itu! Aku... hiks... aku... aku kotor pak dokter, aku kotor, aku menjijikkan. Hiks... hiks... hiks... Aku aku nggak pantes buat pak dokter. Pak dokter pantas mendapatkan gadis lain yang lebih baik. Aku udah kotor pak dokter. Aku hanyalah gadis yang menjijikkan, aku... nggak pantes buat pak dokter" raung Azura seraya menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya. Ia meraung dan merintih, benak nya kembali teringat saat tangan-tangan kotor itu menjamah tubuh nya, menciumi kulit nya hingga meninggalkan jejak yang membuat merasa jijik dengan diri nya sendiri.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak