ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
249


__ADS_3

Di perjalanan tiba-tiba papa Niko merasa aneh karena mobilnya tidak bisa dikendalikan bahkan kecepatan yang sangat tinggi.


"Pa mobilnya kenapa?" Tanya Mama Kirana yang panik.


"Nggak tahu mah" jawab papa Niko dengan panik sambil berusaha menghentikan mobilnya, namun sayang entah sengaja atau tidak sebuah bus terlihat datang dari arah yang berlawanan dan bus itu berada di tengah jalan tanpa berpindah sedikitpun.


Karena panik Mama Kirana berusaha bangun berjalan ke belakang dan membuka pintu mendorong Yasmin keluar, lalu Ghaffar dan Ghani juga terjatuh di aspal. Belum sempat Mama Kirana dan papa Niko melompat mobil mereka sudah ditabrak bus hingga mobil mereka terjatuh ke jurang. Ketiga anak itu selamat meski banyak memar di tubuhnya karena terhantam aspal, namun tidak dengan papa Niko dan mama Kirana.


Beberapa jam kemudian.


"Mamaaaa!" Teriak ketiga anak itu.


"Papaaaaa" ketiganya menangisi jenazah kedua orang tua mereka. Setelah kedua orang tua mereka meninggal ketiganya menjadi yatim piatu. Satu minggu kemudian.


"Ma, usir aja anak-anak Kak Niko dari rumah ini" ucap Tante Tina.


"Iya" nenek Mirna membenarkan ucapan Tante Tina.

__ADS_1


"Tapi bagaimana caranya, lagipula kenapa mereka tidak mati bersama kedua orangtuanya" kesal Handoko.


"Kamu sih Mas kenapa enggak suruh bus itu cepat menabrak mereka biar semuanya mati" kesal Tante Tina.


"Sudah tidak usah pikirkan anak itu, anak itu hanya debu biar nanti aku bilang semua disita Bang mereka pasti percaya" kata Handoko tersenyum penuh arti.


"Iya sih tapi aku kesel Ayah dulu nggak adil bagi harta, aku kan juga anak ayah. Aku sama Kak Nico memang beda ibu tapi kami kan satu Ayah jadi haknya harusnya sama. Dan ayah dari dulu nggak adil pilih kasih terus, Ayah pas masih hidup lebih sayang sama Kak Niko" Tante Tina mengatakan kekesalannya.


"Sudahlah Tina anak itu sudah mati, Yasmin dan si kembar itu lempar saja ke jalanan semuanya bisa kamu nikmati kan" nenek Mirna menenangkan sang anak.


Semenjak kepergian orang tua Yasmin dunia seakan berubah menjadi neraka, tidak ada lagi kelembutan nenek Mirna yang biasa ia tunjukkan dan tidak ada lagi kebaikan Tante Tina yang biasa ia tunjukkan.


"Yasmin kau masak ya" perintah Tante Tina.


"Yasmin nggak bisa masak" jawab Yasmin sebab mereka semua dimanja, yang Yasmin tahu Iya setiap bulan mendapat uang saku yang sangat banyak. Lalu hura-hura bersama teman-temannya ditambah lagi Yasmin dulunya adalah wanita tomboy yang suka tawuran dan dia merupakan primadona di sekolahnya. Tidak ada yang tidak jatuh hati atau terpesona dengan kecantikannya termasuk gurunya yang pernah menaksirnya. Satu bulan kemudian.


"Ghaffar Ghani" Teriak nenek Mirna dari kejauhan.

__ADS_1


"Iya nek?" Jawab keduanya yang sedang main PS.


"Kalian itu bisanya cuman main terus, rumah ini belum dipel. Cepet kalian pel!" Teriak nenek Mirna.


"Tapi kan ada bibi nek yang biasa ngerjain" jawab Ghani.


"Anak kurang ajar masih berani kalian jawab ya!" Sang nenek marah dan memukul keduanya dengan sapu.


Dua hari kemudian.


"Usaha orang tua kalian sudah lama mengalami kebangkrutan dan rumah ini menjadi jaminannya karena tidak ada yang membayar kerugiannya, sehingga rumah ini akan disita oleh pihak bank" kata Pak Handoko.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2