
" Kenapa kamu membela dia?." Tanya Damar yang menguatkan rahang nya.
" Karena...." Ucapan Adam terhenti karena ia pun bingung bagaimana cara nya untuk mengatakan nya, kalau hanya ada Damar yang berada di sana, tidak masalah bagi Adam, tapi yang membuat nya menjadi masalah di sana juga ada Sela dan ia tidak mungkin mengatakan kalau ia menyukai Sela.
" Karena apa?." Tanya Damar.
" Bos sudah lah dia kan hanya wanita, tidka usah di buat rumit, lagi pula itu terkahir kali nya nyonya bertemu dengan Erza." Kata Adam yang berusaha mencari jawaban yang tidak membuat diri nya merasa malu.
" Kamu yakin hanya itu?." Tanya Damar.
Damar mulai mengerti dengan pembicaraan Adam dan Yasmin tadi pagi ia yakin Adam sudah jatuh cinta pada sahabatnya Yasmin dan ia tidak mau membuat Sheila merasa takut dengannya karena ia sudah menganggap Adam seperti adik kandungnya sendiri.
" Iya." Jawab Adam singkat.
" Baik kalau ini kamu aku maaf kan tapi jangan pernah mengulangi nya lagi." Kata Damar.
" Ya tuan, sekali lagi saya minta maaf." Ucap Sela yang masih terus menundukkan kepala nya.
" Adam antar dia pulang." Ucap Damar.
__ADS_1
" Ya bos." Jawab Adam dengan wajah bahagia.
Damar yang masih tertinggal sendiri lebih memilih mengambil kunci mobilnya dan ia akan ke rumah mama Sinta untuk menjemput Yasmin bagaimanapun caranya ia akan merayu Mama Shinta agar mengijinkan Yasmin untuk pulang bersama dengannya.
" Yasmin." Gumam Damar yang kini sedang mengemudi dengan kecepatan sedang.
Damar terus mengemudi hingga tiba tiba seorang wanita melintas di jalanan tanpa bisa di elak kan lagi. Bruk. Damar menabrak wanita tersebut ia berhenti dan turun dari mobil, Damar shock ternyata wanita yang ia tabrak adalah Celine.
" Celin." Damar langsung mengangkat Celin ke dalam mobil nya dan membawa Celin menuju rumah sakit.
Damar sebenarnya malas untuk membawa Celin ke rumah sakit, ia hanya merasa bertanggung jawab karena sudah menabrak Celin tadi.
Kini Celin sudah berada di rumah sakit dan Celin sedang di periksa oleh dokter. Damar segera menghubungi Adam untuk menyelidiki Celin, ia yakin ini bukan suatu kebetulan dan ia tidak ingin bila Yasmin salah paham pada nya.
" Ya bos." Jawab pengawal yang di perintahkan Damar menjaga Celin.
Setelah mengatakan itu damar bergegas pergi dari rumah sakit bahkan tanpa menunggu dokter yang memeriksa Celine selesai memeriksa Celine ia benar-benar tidak ingin masuk dalam permainan Celine.
Kini Damar kembali mengemudi menuju rumah orang tua nya, sambil memikirkan rencana apa yang Celin susun untuk menarik perhatian nya.
__ADS_1
Damar tersenyum miring mengingat insiden saat ia menabrak Celin.
" Tidak mempan Celin." Kata Damar.
Kini Damar sudah memasuki halaman rumah orang tua nya, ia menghentikan laju mobil nya dan turun.
" Mama " teriak Damar.
" Kenapa kamu berteriak." Tanya papa Hardy yang sedang duduk membaca surat kabar sambil duduk di sofa ruang tamu.
" Mama di mana pa?." Tanya Damar.
" Mama di mall." Jawab pala Hardi.
" Di mall?." Tanya Damar yang tidak percaya.
" Ya baru saja mama kamu menghubungi papa, kaya nya mama dan Yasmin akan pulang terlambat karena ke dua nya ingin shoping dan ke salon." Jawab papa Hardi.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...