
"Kenapa minta maaf sayang?" Damar membersihkan air mata Yasmin yang mengalir di pipi.
"Gara-gara permasalahan keluarga kami, Mas jadi ikut terbawa-bawa" ucap Yasmin dengan menunduk.
"Sayang kamu bicara apa?" Damar mengelus pundak Yasmin.
"Lihat Mas" Damar mengangkat dagu Yasmin agar tatapan mereka bertemu.
"Mas cinta sama kamu jadi masalah kamu masalah Mas juga, dan kamu jangan merasa bersalah karena ini bukan salah kamu" kata Damar kemudian ia mencium kening Yasmin dengan sangat lama.
"Makasih ya mas" Yasmin tersenyum rasa bersyukur karena Damar mau mencintainya setulus itu bahkan berusaha melepaskan dari masalah.
"Iya sayang"
"Zie" Mama Sinta yang baru saja sampai langsung berlari dengan tubuh gemetar nya.
"Mama" Yasmin berdiri dan melihat tubuh mama Sinta yang banyak luka lebam.
__ADS_1
"Zie" mama Sinta langsung menciumi pipi Zie, ia benar-benar takut kehilangan Zie. Ia masih ingat jelas saat Zie menangis yang terduduk di tanah sambil menarik bajunya, bukan mendapatkan pelukan atau satu botol susu tapi justru preman itu berniat memukul Zie agar Zie diam dan tidak menangis lagi. Namun mama Sinta menghalangi dengan tubuhnya, hingga di punggungnya sangat banyak memar demi melindungi sang cucu.
"Mama baik-baik saja kan?" Tanya Yasmin yang khawatir.
"Hiks hiks" mama Sinta hanya bisa mengangguk dan menangis sambil memeluk Yasmin.
"Udah ya ma" kata Damar yang juga memeluk mama Sinta, ia kasihan pada mamanya yang masih jelas sekali ketakutan sampai saat ini.
Siapa yang tidak ketakutan ataupun trauma, diculik lalu cucunya hampir dipukuli dan lehernya hampir saja menjadi santapan pisau tajam. Begitupun dengan Mama Sinta, tak pernah ia bayangkan akan mengalami hal semenakutkan saat ini selama hidupnya. Namun sepertinya musibah itu memang tak bisa dihindari hingga ia kini bersyukur masih diberikan umur dan terbebas dari hal yang mengerikan yang baru saja ia alami.
"Zie demam ya?" Mama Sinta merasa Zie yang sedikit hangat, wajar saja setelah apa yang mereka alami.
"Zie kelaparan tadi dan kehausan, hiks hiks. Bahkan tadi Zie duduk dengan banyak semut-semut kecil" mama Sinta melihat di saat tangannya diikat dan Zie yang di dudukan di tanah yang banyak semut.
"Mama udah ya, sekarang mama bersih-bersih dulu" Yasmin tidak mau banyak bertanya dulu sebab itu hanya membuat mama Sinta menjadi histeris.
"Iya"
__ADS_1
"Mama mau Yasmin bantu?"
"Biar Papa saja, kamu peluk Zie saja kasihan dia" kata papa Hardy yang juga melihat betapa pucatnya wajah sang cucu.
"Iya Pa" jawab Yasmin membenarkan ucapan mertuanya.
"Sayang kita ke kamar istirahat, besok pagi-pagi kita bawa Zie ke rumah sakit" kata Damar yang mengambil Zie dari tangan Yasmin.
Sebab perut Yasmin sudah buncit dan Zie juga sangat gemuk, nomor kasian juga membayangkan bayi kembarnya yang di perut Zie terjepit.
"Sela" Yasmin hampir melupakan Sela yang masih duduk menjadi penonton saja.
"Kamu nggak usah pulang ya, tidur di sini besok kita bawa Zie sama-sama ke rumah sakit" kata Yasmin.
"Iya tenang aja, aku ke kamar tamu dulu" Sela langsung masuk ke kamar tamu, ia sudah sangat hafal dengan rumah Yasmin dan tidak ada lagi kata sungkan.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...