ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 18


__ADS_3

"Kenapa takut?" Langit menyeringai tipis melihat wajah Zie yang berubah menjadi pucat pasi.


"Eng-enggak! Aku hanya takut terlambat karena ada kelas pagi" jawab Zie tidak berani menatap mata coklat milik Langit.


"Aku hanya mau lakuin ini sebelum berangkat kerja"


Cup!


Langit mencium kening Zie dengan lembut, membuat tubuh Zie tegang. Jantungnya pun berdetak di atas normal, lalu Langit melepas rengkuhannya dan mengulurkan tangan kearah Zie.


"Bukannya ini yang mau kamu lakukan?" Langit menarik ujung hidung Zie karena uluran tangannya tak kunjung di raih istrinya itu.


"Ah, i-iya!" Zie tersadar dari lamunannya yang sempat tercengang dengan sikap Langit hari ini.


Sikap Langit semakin hari semakin lembut padanya, membuat Zie terheran-heran apakah Langit juga sudah menerima pernikahan ini dan menjalani semestinya. Seperti dirinya yang ikhlas menjalani takdir yang sudah tertulis kan untuk nya.

__ADS_1


Dengan penuh kelembutan, Zie meraih tangan Langit kemudian mengecup punggung tangan suaminya yang lebih besar dari telapak tangannya.


"Apa mau aku antar?" tawar Langit sembari mengambil tas kerjanya di atas meja samping tempat tidurnya.


"Ah, enggak usah mas! Aku nanti mau menemui Gio dulu sepulang kuliah, aku harus mengakhiri hubungan kami. Bolehkan aku menemuinya?" tanya Zie dengan hati-hati karena tidak mau Langit marah padanya, biar bagaimanapun ia harus segera mengakhiri hubungannya dengan Gio.


"Boleh, asal ....."


"Apa Mas?" tanya Zie semakin penasaran.


"Ganti baju dulu saat menemuinya nanti. Meskipun kalian sepasang kekasih tapi sekarang kamu memiliki suami dan aku nggak mau dia macam-macam sama kamu saat melihat penampilanmu seperti ini"


"Tapi ini kan baju kuliah aku emang gini mas, masa iya aku harus pake mukena!" kesal Zie seraya mendorong dada Langit lagi.


"Bagus kalau kamu mau!"

__ADS_1


"lh mas! Nggak lucu tau!" Zie mengerucutkan bibirnya.


"Apa jangan-jangan di sini sudah ada namaku mas?" Zie menunjuk tepat di dada Langit.


"Ayo aku antar kuliah, nanti sepulang kuliah aku jemput aku temani kamu untuk menemui kekasihmu itu. Aku hanya takut kamu akan menangis di pinggir jalan kalau ada yang melihatmu aku juga akan dapat malu nantinya"


Langit menarik tangannya dari pinggang Zie mencoba mengalihkan pertanyaan yang di lontarkan istrinya itu. la mencoba menyanggah bahwa apa yang di ucapkan oleh Zie itu tidak benar, meskipun kenyataanya memang sudah ada nama Zie Natakusuma di dalam sana.


"lsh apaan sih! Gak jelas banget kamu mas!" Zie menghentakkan kakinya lalu keluar dari kamar Langit terlebih dahulu. Langit tersenyum melihat istrinya saat kesal padanya, begitu menggemaskan pikirnya.


Langit sebenarnya juga mempunyai kekasih dan hubungannya belum ia akhiri. Langit sengaja tidak memberitahu pada Winda bahwa dirinya sudah menikah karena tidak mau Winda merusak pernikahannya dengan gadis pilihan orangtuanya.


Dulu Langit sangat mencintai Winda hingga mengabaikan peringatan dari papa Dion bahwa Winda bukanlah wanita baik-baik bahkan dia hanya mengincar harta Langit saja, namun Langit tidak begitu langsung mempercayai papanya.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2