
"Kan kamu tutup mata, bukannya orang tutup mata minta di itu" seloroh Adam.
"Sssst?" Tubuh Sela serasa meremang saat tangan Adan kembali menjalar di seluruh tubuhnya.
"Lagi?" tanya Adam.
"Nggak!" ketus Sela.
"Kakak cari siapa yang mau aja kalau gitu" Adam berpura-pura bangun.
"Jangan!" Sela menarik tubuh Adam dengan cepat, namun anehnya seharusnya Adam jatuh kesamping tapi ini kenapa jatuhnya tepat di atas istrinya.
Adam tidak lagi menunda-nunda waktu, ia ingin mengejar target untuk memiliki bayi sebab ia sudah tertinggal jauh dari Damar yang akan memiliki bayi lagi.
"Ahhh kak" Sela tidak mampu lagi menolak hasrat yang di tawarkan Adam, semua seakan tercurahkan rasa cinta yang menggebu seakan menjadi satu melepas hasrat yang lama terpendam.
Satu tahun lamanya Adam mengejar cinta Sela dengan banyak rintangan yang menghadang, bahkan Adam sampai membayar mata-mata mencari tahu siapa orang yang di sukai Sela sampai akhirnya ia tau Sela menyukai seorang pria bernama Fahri, apa setelah Adam tau ia diam? Tentu saja tidak, Adam tak pernah jatuh cinta dan saat ada seorang gadis yang mampu membuatnya jatuh cinta maka apa pun akan ia lakukan demi cinta itu.
__ADS_1
Mungkin Adam pernah menyukai seorang wanita sewaktu memakai baju abu-abu, namun cinta yang Adam rasakan sama seperti seragam abu-abu yang ia pakai, cinta monyet yang hanya sekedar suka, tertarik pada seorang wanita, tapi masih abu-abu tak berwarna jelas dan kejelasan hingga akhirnya Adam yakin Sela adalah cinta pertama dan terakhir baginya.
*******
Pagi ini Yasmin dan Damar ada jadwal pemeriksaan di rumah sakit, Damar terlihat bahagia dan bersemangat sebab usia kandungan Yasmin berusia empat bulan yang artinya jenis kelaminnya sudah bisa di prediksi.
"Sayang" Damar masuk kekamar melihat sang istri sudah memakai dress berukuran sangat besar.
"Mas, Yasmin gemuk banget ya" Yasmin mendadak kehilangan kepercayaan diri dengan kegemukannya kini.
"Sayang, bidadari Mas, mau kamu gemuk atau kurus cinta Mas nggak pernah luntur, yang ada makin hari makin nambah kayak berat badan kamu" kata Damar dengan percaya dirinya.
Kejebak sendiri gue jawab apa? Salah jawab nggak di kasih jatah. Mana bentar lagi puasa lama karena bidadari gue ngelahirin.
"Sayang Yasmin ku, Mas tetap cinta kamu ya, yuk" Damar dengan cepat memeluk Yasmin lalu melangkah keluar dari kamar.
Kini Yasmin dan Damar sudah berada di ruang tamu, terlihat Zie bersama Oma dan Opanya yang sedang bermain di sana.
__ADS_1
"Bunda" Zie berlari menghambur kepelukan Yasmin.
"Uluh-uluh anak Bunda" Kata Yasmin yang tak bisa tertunduk.
"Bunda" Zie meloncat-loncat minta di gendong, sementara Yasmin sudah tidak bisa menggendong Zie karena merasa susah. Di tambah lagi badan Zie yang sangat gemuk.
"Gendong Ayah aja ya" Damar menggendong Zie dan mendekam Zie pada Yasmin.
"Bunda mamam" kata Zie.
"Tapi Zie baru siap mamam," kata Yasmin mencubit gemas pipi Zie.
"Nanti Ayah bawa boneka buat Zie, tapi sekarang Bunda sama Ayah pergi dulu ya" kata Damar menurun kan Zie dari gendongan nya.
"Um, tua ya" Zie mengangkat empat jari nya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...