ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
269


__ADS_3

Sedangkan Adam yang hanya anak angkat malah mendapat posisi anak kandung, mama Sinta sangat menyayangi Adam Adam adalah anak yang penurut dan tidak suka membantah.


Adam juga bukan pria yang suka bermain dengan wanita, apalagi dengan wanita malam Adam sangat anti dengan hal itu. Namun bagaimana dengan Damar? Gambar sejak SMP sudah mengerti pacaran dan saat SMA ia sudah mulai memasuki club malam dan bermain wanita, dan hal yang paling dibenci mama Sinta Damar mempunyai istri simpanan.


"Mama ku sayang, percaya deh mereka lagi kikuk-kikuk" kata Damar lagi.


"Diam!" Bentak Mama Sinta.


Damar mendukung saliva, tidak ada kata menang bila berhadapan dengan nama Sinta. Hingga beberapa menit kemudian pintu terbuka terlihat Adam yang mengangkat tubuh Sela mulai masuk tanpa Adam sadari ia melewati keempat orang yang memperhatikannya.


Damar mengikuti Adam dari belakang sementara Yasmin dan Mama Sinta hanya diam saja duduk. Adam membaringkan tubuh Sela yang sudah tidak sanggup bangun, Adam menarik selimut untuk menyelimuti Sela.


"Masih sakit?" Tanya Adam. Sela diam tak menjawab wajahnya malah memerah sebab matanya menatap Damar yang berdiri di belakang Adam, Sela malah menutup wajah dan membelakangi Adam.


"Cie istri aku malu-malu" Adam malah memeluk tubuh Sela.


"Kak jauh-jauh" Sela menolak Adam yang memeluknya.

__ADS_1


"Kenapa masih sakit emang, tenang yang kakak cuman peluk" Adam terus mencoba memeluk Sela tapi Sela terus menolak.


"Kak jangan!" Teriak Sela.


"Om om ommm" terdengar suara Zie yang berjalan memasuki kamar.


Adam menangkap suara Zie tapi itu seperti tidak mungkin pikir Adam, tapi lagi-lagi Adam mendengarnya. Adam berbalik bukan hanya Zie yang ada di sana tapi Damar juga Yasmin serta mama Sinta pun sudah berdiri di depan pintu.


"Kita khawatir in lu tapi lu ternyata..." Damar mencekik leher Adam dengan rasa kesal.


"Woi gila lo sakit" Adam juga balas mencekik Damar.


"Adam kau ya..." Mama Sinta juga geram pada Adam dan ingin memukulnya tapi ia bingung harus memukul pakai apa.


Mata mama Sinta mencari benda yang bisa ia gunakan untuk memukul Adam, Damar yang mengerti dan mengambil payung yang ada di dalam sebuah guci.


"Pakai ini aja ma" Damar memberikan payung itu pada Mama Sinta. Mama Sinta langsung menerima dan memukuli bokong Adam berkali-kali.

__ADS_1


"Ampun ma" Teriak Adam seperti anak kecil dimarahi oleh mamanya.


"Sakit nggak?" Tanya mama Sinta yang kesal.


"Sakit ma" jawab Adam yang masih duduk di lantai mendongak menatap wajah mama Sinta yang berkacak pinggang dengan memegang payung sebagai alat untuk memukul Adam tadi.


"Tadi juga kamu tanya Sela sakit atau enggak, apa kamu pukuli dia?" Teriak Mama Sinta yang merasa kesal.


Adam meneguk salivanya mendengar pertanyaan mama Sinta lalu matanya menatap Sela yang sudah duduk di ranjang, Sela yang dilihat Adam langsung menutup wajahnya dengan selimut dengan rasa malu yang tak terkira.


"Mama itu bukan dipukuli tapi....." Damar menggantung ucapannya dan menatap wajah mama Sinta, Damar yakin Mama Sinta mengerti.


"Ah, benarkah.. berarti mama bakalan punya cucu lagi dong Oh senangnya" mama Sinta melempar payung di tangannya tanpa sengaja payung itu terjatuh di wajah Adam.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2