
" Kak Damar dan kak Yas, kami berangkat dulu ya." Pamit ke dua adik kembar nya dengan berlari, karena besok mereka akan mempunyai sepeda.
" Sudah selesai tugas kelompok nya langsung pulang." Ucap Yasmin.
" Iya kak." Jawab mereka berteriak karena mereka sudah lumayan jauh.
Sementara kini tinggal Yasmin dan Damar yang berada di depan gerbang itu, Yasmin tidak perduli dengan kehadiran Damar yang ada di samping nya, Yasmin membuka gerbang dan masuk tidak perduli sama sekali dengan Damar.
Huuuuf.
Damar menarik nafa kasar, karena Yasmin mengacuhkan nya, bahkan sedikit pun Yasmin tidak melirik nya.
Damar mulai membuka gerbang dengan lebar, lalu memakirkan mobil nya ke dalam garasi rumah itu, setelah itu Damar masuk dan Inging menemui Yasmin, tapi sayang ternyata Yasmin mengunci pintu kamar nya, dan Damar tidak bisa masuk ke dalam.
" Yas." Panggil Damar.
" Yasmin." Panggil Damar lagi. Tok tok tok.
" Yas buka, ada yang perlu kita bicarakan." Ucap Damar
Damar terus memanggil Yasmin sambil menggedor pintu kamar itu, Yasmin tidak perduli sama sekali dengan Damar, yang terus memanggil nama nya.
__ADS_1
Yasmin lebih memilih masuk ke kamar mandi, dan berendam di dalam bathtub, karena itu jauh lebih membuat nya tenang dari pada berdebat dengan Damar, dan Yasmin juga merasa sedikit lelah, hingga Yasmin tertidur di dalam bathtub itu.
Sementara Yasmin berniat mendobrak pintu kamar Yasmin, akan tetapi ia takut akan kemarahan Yasmin, dan dia memilih pergi dan duduk di ruang keluarga. Setelah 30 menit Damar menunggu, tiba tiba ponsel nya berdering.
Dret dret dret.
" Ya sayang." Kata Damar, setelah telepon sambung nya terhubung.
" Sayang kamu dimana? Aku di kantor kamu, tapi Adam bilang kalau kamu sudah pulang satu jam yang lalu." Tanya Celin dengan manja.
" Kamu tadi juga sudah ke kantor, terus sekarang ke kantor lagi, sudah sore begini, aku juga sudah mau pulang ke rumah, kan kamu bisa tunggu aku di rumah." Ucap Damar.
" Aku tidak sabar tunggu kamu di rumah." Jawab Celin. "
" Kamu tahu kan sayang, teman aku yang nama nya Megan, yang suami nya pengusaha tambang batu bara?." Ucap Celin.
" Em, terus?." Tanya Damar.
" Dia sayang, baru di beli kan cincin berlian keluaran terbaru." Jawan Celin lagi.
Damar sudah sangat hafal dengan maksud Celin. Karena Damar sudah sangat mengenal Celin yang memiliki sifat angkuh dan tidak mau ada yang menyaingi nya.
__ADS_1
" Em terus?." Tanya Damar.
" Kamu juga belikan aku dong sayang, dia di belikan oleh suami nya saat suami nya pergi ke Jerman.
" Ini yang membedakan Yasmin dan Celin." Batin Damar
" Iya nanti aku belikan." Jawab Damar.
" Terima kasih sayang." Jawab Celin.
Celin langsung memutuskan sambungan telepon nya, bahkan Celin tidak menanyakan sepeti apa keadaan suami nya.
" Tidak pernah sekali pun dia bertanya apa aku sudah makan, apa lagi ketika aku pulang kerja dengan lelah, secangkir kopi pun tidak ia tawarkan." Gumam Damar, sambil memijit pelipis nya yang tiba tiba terasa pusing. Damar kembali berjalan menuju kamar Yasmin, Damar berharap kali ini Yasmin akan membuka pintu untuk nya.
" Yasmin.." panggil Damar
Tok tok tok tok
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...